Kabut hitam pekat belum sepenuhnya menghilang, meski di beberapa bagian Planet Orla telah kembali terlihat berwarna hijau. Di bagian lain planet itu, empat tim inti Uricle yang dipimpin langsung oleh dewan penjaga juga sedang berjuang untuk memurnikan kembali planet itu dari energy negative Darlz yang telah menginfeksi satu per tiga bagian planet.
Kabut itu menutup sebagian Planet Orla menyisakan bagian tengah planet yang juga hampir tertutup kegelapan. Bagian tengah planet yang merupakan bagian terpenting yang akan menjadi bencana besar jika tempat itu juga ikut terinfeksi energy negative Darlz. Makhluk asli planet itu menjadi agresif dan siap menyerang siapa saja yang ada dihadapannya.
Lunar masih belum terlepas dari pengejaran Diarla, pemimpin makhluk asli Planet Orla. Makhluk yang berbentuk seperti burung phoenix berwarna merah keemasan dan sedikit semburat ungu di ujung-ujung bulunya. Makhluk itu terus mengejar Lunar, seakan tidak ingin melepaskannya sebelum ia membunuhnya.
Meski satu jam telah berlalu sejak Diarla mengejarnya, hal itu tidak membuat Lunar patah semangat, dia tetap tenang membawa makhluk itu di belakangnya sambil berputar-putar di udara, menjauhkan makhluk itu dari keenam anggota timnya, agar mereka bisa menyelesaikan tugas mereka.
Seorang pria berambut pendek merah, mata orang itu tampak sedikit resah dan terlihat agak gelap. kecemasan jelas tergambar di wajahnya. Sambil menggengam tuas kendali di palka pod nemesis, dia memusatkan pikirannya dan membuat rencana yang akan mengeluarkan mereka dari situasi yang meresahkan ini. Fenz, tidak ingin terus menerus membebani Lunar. Dia tahu pasti, energy yang tersimpan pada nemesis temannya itu tidak akan bertahan lama lagi.
“Lunar… aku dan Eucli akan membantu memurnikan lasersphere, bertahanlah sebentar lagi… dan jangan lakukan hal bodoh lagi… aku tidak ingin kehilangan anggota timku lagi,” kata Fenz sambil menghetakkan kaki robotnya lalu melesat bagai busur panah menuju lasersphere yang berada di dalam pekatnya kabut hitam yang menutupi hutan itu.
Fenz dan kelima anggota timnya menyebar ke beberapa tempat, mencari lasersphere yang masih terus memancarkan gelombang negative Darlz dan memurnikannya dengan bantuan nemesis.
Lunar yang terbang di atas mereka dapat melihat perubahan tempat itu, ketika lasersphere telah dimurnikan, benda itu memancarkan gelombang berwarna biru yang menghilangkan energy negative Darlz dari apapun yang tersentuh gelombang itu. Perlahan-lahan rumput-rumput yang berwarna merah kehitaman berubah kembali menjadi hijau, begitu juga pohon-pohon. Kabut hitam ikut menghilang, tergantikan dengan cahaya yang menyusup ke celah dedaunan. Terlihat pepohonan hijau dengan daun-daun yang jarang, energy negative Darlz telah membuat pohon-pohon mengugurkan daunnya, menyisakannya hanya sedikit dan terlihat seperti pohon-pohon itu sedang sakit.
Makhluk asli planet itu keluar dari tempat persembunyiannya melihat hutan tempat tinggal mereka telah kembali terang, energy negative yang ada di dalam tubuh mereka telah hilang terkena gelombang pemurnian dari lasersphere. Tetapi pemimpin mereka, saat ini masih dalam pengaruh energy negative Darlz.
Sesekali Lunar mengubah arah terbangnya untuk menghindari semburan bola api Diarla yang belum juga mereda.
Tiba-tiba sesuatu yang terasa familier muncul dan membayangi Lunar. Dirinya merasa pernah mengalami hal yang sama seperti yang sedang dia alami saat ini. Hutan-hutan yang gelap dan monster Darlz mengepungnya dari berbagai arah. Samar-sama dia mengingat dirinya sedang bersama Mae, hanya berdua bertarung melawan Darlz di hutan ini. Lunar merasa tidak yakin dengan hal yang baru saja muncul dalam ingatannya. Tetapi dia merasa, mungkin ingatan itu adalah salah satu kepingan ingatannya yang telah hilang.
“Lunar… aku rasa kita sudah siap. Kau bisa membawa Diarla ke bawah.”
Tidak ada jawaban dari Lunar, dirinya sedang tenggelam dalam ingatan masa lalunya. Tubuhnya bergerak sendiri, menerbangkan nemesis secara zig-zag menghindari bola api Diarla secara tidak sadar. Lunar tidak mendengar perkatan dari teman-temannya yang sejak tadi memanggilnya.
“Lunar… apa yang sedang kau lakukan?”
Suara wanita yang sudah tak asing terdengar di dalam pikiran Lunar.
Lunar terkejud mendengar suara itu, lalu dia kembali memusatkan pikirannya.
“Sejak tadi Fenz memanggilmu, Lunar.”
Suara itu kembali terdengar di dalam pikirannya.
“Maaf Mae… sepertinya aku terlalu focus mengecoh makhluk yang ada di belakangku ini.”
Dia tidak mau mengatakan pada Mae bahwa dirinya baru saja tenggelam dalam bayangan masa lalu. Bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu pikirnya.
“Ya… Fenz, maaf sepertinya aku sedikit melamun. Ada apa Fenz?”
Fenz hanya menggelengkan kepalanya, meski tidak akan ada yang melihatnya melakukan hal itu.
“Kami sudah siap dengan lasersphere, kau bisa turun sekarang.”
Tanpa berkata apapun, Lunar menurunkan ketinggiannya, dia terbang perlahan menuju tempat yang dimaksudkan Fenz. Tanah berumput dengan sedikit pohon, di tempat itu terdapat empat lasersphere yang terpasang membentuk formasi persegi. Lunar membawa makhluk yang sejak tadi mengikutinya.
Di tempat itu, Fenz, Mae, Eucli, Ava, Ghult, dan Melfon telah menunggunya. Terlihat Mae, Eucli, dan Melfon telah turun dari nemesis dan sedang menggenggam tongkat sihir dan mengarahkannya ke depan. Mereka bertiga berdiri membentuk setengah lingkaran, sedang Fenz, Ava, dan Ghult berada di belakang mereka. Lunar tidak tahu apa yang akan mereka lakukan dengan formasi seperti itu, tetapi dia yakin hal itu mereka lakukan untuk membuat Diarla tetap berada di tempat saat lasersphere bekerja.
Lunar turun secara perlahan agar tanah yang dipijaknya tidak berguncang ketika kaki robot yang besar itu menapakkan kakinya di tanah. Lunar berdiri di depan mereka, lalu berbalik ke arah Diarla yang semakin mendekat. Lunar bersiap dengan tangan robot tanpa weapon apapun, berencana akan menangkap makhluk itu. Tetapi Fenz mencegahnya dan memintanya untuk mundur.
“Lunar… kau isi tempat kosong di samping Ava.” Suara itu berasal dari Fenz yang berdiri di belakang Eucli.
“Cih… orang lemah ini sok tahu sekali ya, tiba-tiba turun dan mengacaukan formasi yang sudah dibentuk.”
Lunar mengenali suara itu, tidak ada orang lain yang akan menyebut dirinya orang lemah kecuali Ghult yang tidak senang dengan keberadaannya.
Tanpa menanggapi perkataan Fenz dan Ghult, Lunar berjalan menuju tempat kosong yang telah disebutkan Fenz sebelumnya.
Diarla semakin mendekat, dan akhirnya sampai ke tempat Lunar dan timnya berdiri. Matanya mencari-cari sosok yang sejak tadi sudah dia buru namun belum berhasil didapatkannya. Mae, Eucli, dan Melfon segera bertindak cepat, mereka tidak ingin Diarla menyemburkan bola api kembali. Mereka mengarahkan tongkat sihirnya ke depan lalu muncul cahaya putih yang membentuk rantai dari tongkat mereka. Rantai cahaya itu kemudian melilit dan menahan tubuh Diarla dan yang sedang terkena gelombang lasersphere.
Makhluk itu meronta-ronta, mengepakkan sayapnya yang lebar, meraung marah, suaranya terdengar menyedihkan, tetapi rantai cahaya yang dikeluarkan Mae, Eucli, dan Melfon tidak goyah sedikitpun. Mereka menyatukan kekuatan sihir untuk membentuk sihir rantai pengikat agar dapat menahan pergerakan Diarla.
Lunar, Fenz, Ava, dan Ghult berjaga-jaga di belakang untuk melindungi mereka dari amukan Diarla jika rantai itu terlepas. Lunar akhirnya mengerti apa yang dimaksudkan Fenz dan teman-temannya. Dia telah siap untuk melindungin Mae, Eucli, dan Melfon jika sesuatu yang buruk terjadi.
Ketiga wanita itu masih bertahan dengan sihirnya, sedangkan Diarla tetap meronta-ronta ingin dilepaskan dari rantai yang melilitnya. Mulutnya tidak dapat menyemburkan bola api karena sihir rantai telah mengekang mulutnya. Sayapnya tidak dapat dikepakkan, rantai itu melilit seluruh tubuhnya membuatnya sama sekali tidak dapat melawan. Hanya terdengar suara erangannya yang tertahan dan tubuhnya terombang-ambing karena tertahan rantai sihir yang telah melilit tubuh makhluk itu.
Gelombang lasersphere masih melakukan tugasnya untuk memurnikan Diarla. Semua masih berada pada posisi masing-masing, ketegangan tergambar jelas pada wajah mereka. Menunggu lasersphere menghilangkan semua energy negative dari tubuh Diarla.
Perlahan-lahan makhluk itu menjadi sedikit tenang, meski masih meronta-ronta, tetapi tidak sedasyat saat pertama kali rantai melilit tubuh burung phoenix itu. Suaranya terdengar semakin lemah hingga tidak ada suara yang keluar lagi dari mulutnya. Lalu, mata yang awalnya merah, berubah menjadi kuning keemasan dan makhluk itu benar-benar telah tenang. Sepertinya energy negative Darlz telah benar-benar hilang dari tubuhnya.
Fenz mengamati dengan baik-baik perangai makhluk itu, dia tidak ingin salah mengira dan membahayakan seluruh anggota timnya. Tiba-tiba suara yang kasar berubah menjadi lembut, makhluk itu mengeluarkan suara yang samar-samar terdengar dari mulutnya yang masih telilit rantai.
Fenz mengaktifkan uricle device yang juga terpasang pada nemesis lalu memilih menu scan, kemudian dia mengarahkannya pada Diarla yang sudah sepenuhnya tenang, tidak bergerak ataupun meronta. Wajahnya yang seram telah berubah menjadi wajah bersabahat yang menunjukkan makhluk itu telah kembali jinak.
Maafkan aku telah melukai kalian semua.
Uricle device menampilkan hasil terjemahan suara Diarla, yang membuat Fenz lega. Dia meminta Mae, Eucli, dan Melfon melepaskan sihir mereka.
“Dia sudah kembali jinak, hentikan sihir kalian. Ayo kita juga turun dari nemesis.”
Tanpa ada jawaban apapun, semua anggota tim keluar dari nemesis mengikuti instruksi dari kapten tim mereka. Lalu mereka mendekati Diarla yang berdiri di depan mereka, dan makhluk asli Orla datang dari pepohonan yang sudah kembali hijau. Wajah-wajah mereka tidak seperti makhluk buas yang siap menyantap mangsanya, tetapi wajah yang menunjukkan mereka makhluk jinak yang bersahabat dengan Arz.
Lunar yang sejak tadi diburu oleh Diarla, berjalan pelahan-lahan, dia sangat berhati-hati dengan langkah dan gerakannya. Dia tidak ingin dirinya kembali dikejar-kejar makhluk itu, meski dia tidak terluka, tetapi emosinya sangat terkuras.
Fenz hanya menggelengkan kepalanya dan sedikit terkekeh melihat sikap Lunar yang seperti itu, dia paham dengan apa yang dirasakan Lunar.
Kemudian mereka duduk di bebatuan dekat Diarla dan tetap mengaktifkan uricle device untuk menterjemahkan apa yang dikatakan makhluk itu, mungkin ada informasi penting yang bisa mereka dapatkan. Mereka duduk melinggar seperti sedang menunggu pelajaran dari guru burung phoenix.
“Jadi apa yang terjadi hingga kau juga terkena energy negative Darlz?” tanya Fenz memulai percakapan yang lebih terlihat seperti sedang mengintrograsi tersangka kejahatan.
Diarla mengeluarkan suara yang terdengar seperti burung pada umumnya, tetapi suaranya lebih besar dan berirama seperti percakapan manusia.
Aku merasa ada kekuatan jahat yang sedang berusaha keluar dari planet ini, lalu aku mendekati sumber kekuatan itu, dan ada lubang spiral besar yang memuntahkan ribuan makhluk kegelapan Darlz. Dan aku melihat dua Darlz yang berbentuk manusia dan mereka kembar, yang satu anak laki-laki dan satunya perempuan, wajah mereka sangat mirip, mereka menggerakkan pasukan Darlz untuk membangkitkan Darlz yang tersegel di monument yang berada di tengah planet ini.
Tulisan yang muncul dari uricle device membuat semuanya terkejut, untuk beberapa detik tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka, semuanya terpaku dengan tulisan yang merupakan terjemahan dari suara Diarla. Kengerian seketika menjalar dalam tubuh mereka merasuk dan membuat tubuh mereka gemetar tanpa disadari.
Informasi yang mereka dapat dari Diarla telah melenyapkan perasaan lega yang hanya sebentar mereka rasakan, tergantikan dengan kekhawatiran yang lebih besar. Mereka menyadari bahwa perasaan lega mereka rasakan tadi hanya ilusi semata, kengerian telah menghantui mereka. Jika yang dikatakan Diarla benar, maka sebentar lagi bencana yang lebih besar akan terjadi. Namun sebelum itu terjadi, mereka harus menyelesaikan misi mereka untuk memurnikan planet ini untuk menekan energy negative Darlz yang telah menyebar.
Namun sebelum itu, tubuh mereka membutuhkan istirahat, begitu juga dengan nemesis yang mereka gunakan. Mereka harus mengisi ulang energy nemesis yang akan mereka gunakan untuk menyelesaikan misi mereka di planet itu. Lalu mereka memutuskan beristirahat untuk memulihkan stamina mereka dan juga mengisi ulang energy nemesis. Mereka yakin pertempuran yang lebih besar cepat atau lambat akan segera terjadi. Diarla dan makhluk asli Orla membawa mereka ke sebuah gua yang berada tidak jauh dari tempat itu.