Sesaat setelah Mad Draygon kembali ke dalam lubang spiral hitam, bayangan wanita yang disebut Eucli sebagai Mavis pun ikut menghilang entah kemana, tidak ada lubang spiral yang muncul sebelumnya.
“Siapa dia?” Lunar kebingungan melihat perginya Mad Draygon setelah kehadiran Mavis, ditambah wanita itu juga menghilang begitu saja. Tetapi mata Lunar menangkap sesuatu yang aneh, ada sosok yang memperhatikan mereka dari balik pohon yang berada di sampingnya.
Sosok itu seperti hologram, mengawasi mereka dari jauh, atau mungkin hanya menonton mereka, kedua mata sosok misterius yang berwarna hijau itu, memantulkan sekelompok Arz di kejauhan, lalu seketika menghilang.
“Mavis,” kata Eucli singkat sambil berusaha mengingat-ingat atau memastikan kalau sosok yang baru saja mereka lihat itu benar-benar Mavis. “Dia anggota tim dewan penjaga Moon, sosoknya dikenal misterius karena memiliki kekuatan sihir yang aneh.”
“Mavis? Lalu sosok apa yang tadi kita hadapi itu? Kenapa makhluk itu langsung pergi ketika melihat Mavis?” tanya Mae kebingungan. Dia mengembalikan tongkat sihirnya ke dalam capsule inventory lalu berjalan mendekati Eucli dan Ava.
Sementara Lunar masih belum memalingkan pandangannya dari pohon tempat dia melihat bayangan misterius. Lalu dia memasukkan pedang Chill ke dalam capsule inventory dan berkumpul dengan anggota tim lainnya.
“Para Arz yang pernah bertemu dengan makhluk itu menyebutnya Mad Draygon. Naga pemburu Darlz dan juga Arz yang terinfeksi energi negatif Darlz. Enam bulan lalu seorang Arz mengaku pernah bertemu dengan makhluk itu dan kedua temannya menjadi santapan Mad Draygon.” Wajah Eucli berubah menjadi suram saat membicarakan makhluk yang baru saja menyerang mereka.
“Kalian tahu kan, jika Arz membunuh banyak Darlz, energi negatif Darlz akan menumpuk pada tubuh Arz, dalam tahap awal tubuh kita mampu memurnikannya sendiri. Tapi…” Eucli menghentikan perkataannya sejenak sambil mengembalikan tongkat sihirnya ke dalam capsule inventory, lalu memalingkan pandangannya kea rah berlawanan. Arah yang menjadi tujuan mereka, monument Darlz yang kini telah berubah menjadi lubang besar.
“Tapi apa, Eucli?” tanya Ava yang sedang memegangi lengannya, dahinya mengerut menahan sakit. Dari seragam Arznya muncul noda berwarna merah.
“Kau tidak apa-apa? Coba lihat dulu lukamu, Ava.” Lunar langsung menarik tangan Ava yang berpura-pura tidak merasakan sakit, namun noda darah di seragamnya itu tidak dapat menyembunyikan lukanya. Tanpa Ava sadari, luka yang dia kira hanya luka kecil ternyata luka yang cukup parah. Kemudian dia mengingat s erangan kristal hitam dari Mad Draygon mengenai lengan kanannya, beruntung dia dapat menghindari kristal itu sebelum meledak.
Lunar menarik tangan Ava dan memintanya untuk membuka seragamnya. Luka sayatan yang cukup dalam terlihat di lengan atas Ava. Dengan sigap Lunar mengeluarkan perban dari dalam capsule inventory-nya dan merawat luka itu.
“Tunggu…” kata Mae tiba-tiba, lalu dia mengenggam tangan Lunar yang sedang mengeluarkan peralatan untuk merawat luka dari capsule inventory-nya. “Apa kalian lupa kalau ada dua Arz yang dapat menyembuhkan luka itu?” kata Mae sambil tersenyum simpul, lalu dari tangannya muncul pola aktivasi berwarna putih dan dalam sekejap Mae melakukan sihir pengobatan pada luka Ava.
“Aku sudah berlatih sihir pengobatan juga sejak p*********n Darlz Ildar minggu lalu,” katanya dengan keyakinan penuh, senyum simpul itu menghilang lalu wajah Mae terihat seperti ingin memarahi Lunar. “Kau sudah lupa ya, Lunar. Kami ini Arz pengguna sihir, tahu.”
Lunar menghela napas, lalu dia melepaskan genggaman tangannya pada lengan Ava dan menyerahkan Ava pada Mae. Dalam hatinya dia ingin menggerutu, tetapi dia hanya diam. Dia tidak ingin membuat Mae dan Eucli kehabisan energi sihir saat menjalankan mis. Bahkan mereka belum memulai misi itu dan sudah bertemu dengan makhluk mengerikan yang telah melukai Ava.
“Kau juga kan terluka, Lunar. Tadi kau terhempas dan menabrak pohon dengan kuat. Apa kau tidak merasa sakit?”
Ya untuk sejenak Lunar telah melupakan rasa sakit yang beberapa waktu lalu dia rasakan, dan kebenarannya adalah rasa sakit itu memang telah hilang sepenuhnya. Lunar merasa seperti tubuhnya tidak pernah terkena pukulan apapun dan dalam kondisi yang sangat baik. “Tidak, aku baik-baik saja. Eucli… kau belum melanjutkan perkataanmu tadi. Tapi apa?”
Eucli berpikir keras, dahinya mengerut seperti sedang menghadapi sesuatu yang mengerikan. “Tapi jika sudah terlalu banyak energi negatif yang menginfeksi tubuh Arz, kelamaan tubuh kita akan kehilangan kendali dan kerasukan energi negatif Darlz. Lalu mengamuk dan membunuh sesama Arz.”
“Apa?” Lunar terkejut mendengar kalimat terakhir Eucli. “Seperti Ghult ya?”
“Tidak… Ghult memang telah terinfeksi energi negatif Darlz, tetapi gejala yang dia tunjukan berbeda dan sangat kuat. Sepertinya dia telah dikendalikan oleh Darlz Ildar saat dia menatap pohon besar yang berada di dekat monument penyegelan.” Eucli mulai berjalan cepat saat melihat Mae telah selesai melakukan sihir pengobatan pada luka Ava, dia sedikit terkejut Mae telah menutup seluruh luka Ava dalam waktu singkat.
“Sudah, kita lupakan dulu Mad Draygon, mungkin makhluk itu takut dengan Mavis.” Eucli sedikit ragu dengan perkataannya sendiri, namun hal itu mungkin saja benar.
Lunar berjalan di belakang Eucli, Mae dan Ava ada di samping kanan dan kirinya. Mereka telah memasuki hutan dengan pohon-pohon yang semakin rimbun, udara semakin dingin saat memasuki hutan itu. Mereka memperhatikan sekeliling, hutan itu benar-benar sepi, seperti tidak berpenghuni.
Berbagai pikiran buruk memenuhi kepala Lunar, termasuk pikiran buruk tentang Fenz. Jika makhluk asli planet itu ataupun Darlz saja tidak ada, bagaimana dengan nasib Fenz. “Apa dia juga terhisap oleh energi Darlz Ildar?” gumamnya dalam hati.
Saat Lunar dan timnya hampir sampai ke tujuan mereka, di tempat lain di Planet Orla. Beberapa tim pencari yang beranggotakan tiga orang Arz menyebar ke seluruh hutan planet itu, mereka beranggapan kalau Fenz mungkin dalam keadaan baik-baik saja dan sedang menunggu di suatu tempat di planet itu. Mungkin dia kehilangan Uricle device-nya atau alat itu rusak saat Darlz Ildar bangkit.
Tiga orang Arz berjalan di dalam hutan yang sunyi, mereka beberapa kali telihat menoleh ke segala arah, memastikan keadaan di sekeliling mereka dan mencari Fenz. Seorang pria dengan wajah yang serius, ditambah rambut cepak berwarna merah menambah kesan tegasnya. Pria itu terus mengaktifkan Uricle device, map planet itu terlihat pada papan hologram yang muncul dari Uricle device.
Dari belakang mereka, dua cahaya merah terlihat di balik pohon-pohon. Lubang spiral telah terbuka dan makhluk yang sama yang menyerang tim Lunar sedang mengintai mereka.
Tim pencari itu terus berjalan dan memeriksa keadaan sekitar tanpa merasa ada sosok misterius yang hadir di belakang mereka. “Kenapa kita jadi tim pencari orang hilang, sih?” gerutu salah seorang anggota tim itu, wanita berambut pendek sebahu berwarna hitam. Wanita itu berjalan dengan menghentakkan kakinya, kedua tangannya diletakkan di kepala, menoleh ke kanan dan kiri. “Padahal kita kan baru saja selesai perang besar, aku bahkan belum sempat tidur di apartemenku.”
“Sudahlah Jeane, jangan mengeluh terus, nanti kau jadi mangsa Mad Draygon, lho,” ujar seorang pria yang berada di kanannya.
“Mad Draygon? Itu 'kan naga yang menye rang Arz yang terinfeksi energi negative Darlz saja, kita kan baru saja melakukan pemurnian energi negatif Darlz di medical center, jadi kita aman.” Wanita mengerutkan dahinya, merubah posisi tangannya yang kini terlipat di depan dadanya.
“Terserah kau saja, kita harus fokus agar misi cepat selesai.” Pria berbadan ramping di kirinya menimpali perkataannya.
Wanita itu menghela napas, di dalam hatinya masih tidak puas dengan respon kedua temannya. Lalu dia berjalan di depan mendahului temannya dengan perasaan kesal.
Tiba-tiba makhluk yang berbentuk naga berwarna hitam dengan sisik ungu muncul di hadapan mereka. Makhluk itu meraung dan seketika rumput-rumput dan ranting pohon berterbangan sesaat setelah dia mengeluarkan suara yang memekakkan.
Tiga orang Arz itu terpaku, mata mereka membelalak melihat makhluk berukuran besar itu sudah berada tepat di depan mereka. Makhluk yang disebut-sebut para Arz sebagai Mad Draygon memandang mereka bergantian, lalu dengan seepat kilat tangan makhluk itu dihempaskan pada seorang Arz yang berada di kanan.
Pria itu berguling ke samping untuk menghindari serangan dari Mad Draygon, tapi usahanya sia-sia, satu tangan lainnya dari makhluk itu berayun ke arahnya dan langsung menghantam tubuh Arz itu, membuat tubuhnya terkoyak, beberapa bagian tubuh terlepas dari tempat seharusnya.
Arz wanita yang berada di tengah berlari menjauhi tempat itu, pria yang ada di kirinya mengikuti dari berlakang. Namun Mad Draygon langsung melompat dan mendarat tepat di atas kedua Arz itu. Seketika seluruh anggota tim itu tewas terbunuh dengan kondisi yang mengenaskan.
Mad Draygon mengayunkan tangannya pada udara di depannya, lalu muncul lubang spiral besar, dan makhluk itu langsung melompat ke dalamnya. Sebelum lubang spiral hitam itu menutup seluruhnya, bayangan Mavis muncul di belakangnya dan menggumamkan sesuatu. “Drayneel, mengapa kau melakukan ini. Biar aku saja yang melakukan tugas ini.”
Dalam sekejap Mavis telah berubah menjadi hologram lalu menghilang bersamaan dengan lubang spiral hitam yang sudah tak terlihat lagi.
***
Lunar dan tim kini semakin dekat dengan area monument penyegelan, mereka telah memasuki hutan yang kini terlihat putih tertutup salju. Udara dingin menusuk mulai terasa. Mereka memasuki hutan bersalju yang menjadi perbatasan antara hutan hijau Orla dengan danau area penyegelan Darlz.
Langkah mereka sedikit melambat karena salju yang menutupi jalan itu sedikit menebal dari sebelumnya. Atau itu hanya perasaannya Lunar saja, mengingat saat mereka datang ke tempat itu sebelumnya melalui udara, menggunakan nemesis yang membuat mereka tidak merasakannya.
Tiba-tiba Lunar terperosok ke dalam salju yang tebal, meluncur ke dalam lubang yang tertutup salju. Mae membantunya dengan membuat pijakan-pijakan dari es. Lunar melompat pada pijakan es itu, namun salju dari atas berjatuhan ke arah Lunar membuat pijakan yang dibuat Mae pecah dan Lunar kembali meluncur ke dalam lubang.
Mae mengarahkan tongkat sihirnya dan lingkaran aktivasi sihir muncul di depan tongkatnya bersamaan dengan keluarnya partikel es. Lalu rantai es melesat ke dalam lubang dan berhasil menjangkau Lunar. Lunar menggenggam rantai yang terbentuk dari sihir es Mae.
Perlahan tubuh Lunar terangkat ke atas, namun salju yang ada di atas masih berjatuhan. Ava menggenggam rantai dari atas, membantu Mae menarik tubuh Lunar. Eucli tidak tinggal diam, dia membantu Mae dan mengeluarkan sihir untuk menguatkan rantai es. Lunar mengeluarkan pedang Chill dari capsule inventory lalu menebas salju yang berjatuhan ke arahnya. Namun gerakan Lunar malah membuat rantai es Mae bergoyang-goyang dan terlihat retakan di beberapa tempat.
Dengan perasaan yang bercampur aduk antara khawatir dan kesal dengan tindakan Lunar, Mae menguatkan sihir rantai es nya. “Hei, Lunar. Diamlah, kau pikir rantai ini terbuat dari baja! Serahkan pada kami, kau diam saja.”
Lunar masih berada satu setengah meter di dalam lubang, dia mengembalikan pedang Chill ke dalam capsule inventory-nya. Tanpa berkata apapun, dia mengikuti apa yang dikatakan Mae. Tiba-tiba suara retakan terdengar di dekatnya dan dia melihat retakan dari rantai es Mae semakin besar dan dalam sekejap rantai itu putus dan terlepas.
Tubuh Lunar meluncur kembali ke bawah dengan cepat, dalam kepanikan dia mengeluarkan pedangnya lagi dan berencana menancapkan pada tanah di sisi lubang. Saat dia menancapkan pedangnya, tangannya tersentak ketika pedangnya mengenai tepi lubang. Sesuatu yang keras mengenai pedangnya, dia menjauhkan pedangnya dari tepi lubang itu dan menancapkan pada tepi lainnya. Hal yang sama terjadi, terdengar suara berdenting saat pedangnya mengenai tepi lubang yang ternyata bukan terbuat dari tanah melainkan logam. Lunar meluncur dengan cepat ke dalam lubang yang gelap, kini dia dalam posisi terduduk, melesat ke dalam lubang yang berkelok-kelok menuju suatu tempat yang belum diketahuinya.