Kapal induk Uricle merupakan kapal terbesar di armada Uricle, area pusat yang berbentuk planet sekitar 500 kilometer. Kapal induk memiliki cincin besar yang mengelilinginya, yang berfungsi sebagai pendorong mesin agar kapal besar itu dapat maju ke depan. Bagian depan dari kapal induk berbentuk seperti tombak raksasa yang merupakan sebuah alat untuk menembakkan Photon Beam, weapon utama dari kapal induk Uricle.
Inti dari kapal induk Uricle adalah Planet Shein, atau lebih tepatnya kapal induk adalah planet Shein itu sendiri dengan pelindung yang terbuat dari logam dan perisai energi yang menutupi seluruh planet itu.
Kapal induk Uricle berjalan di tengah formasi armada dengan semua kapal Arz mengelilinginya dari semua sisi untuk melindunginya dari bahaya. Selain itu juga untuk memastikan perlindungan, kapal induk Uricle hanya dihuni oleh enam dewan penjaga beserta timnya, puluhan Arz penjaga, beberapa teknisi dan operator kapal. Warga sipil tidak diizinkan memasuki kapal induk. Kapal yang dihuni warga sipil berada di sisi kanan dan kiri kapal induk yang diapit oleh kapal pasukan Arz.
Kapal yang dituju oleh Lunar, Ava, Fenz, dan Eucli berada tepat di depan kapal induk. Suara mesin berdesing dari kapal itu sama sekali tidak mengganggu Arz yang berada di sekitarnya. Mereka lebih tertarik dengan kedatangan Arz yang baru saja selamat dari p*********n Darlz di Planet Orla. Para Arz telah berkumpul, menyambut Lunar, Ava, dan tim Fenz. Mereka terkejut ketika Fenz membawa seorang wanita misterius turun dari kapal itu.
“Siapa wanita itu? Apakah dia warga sipil? Bagaimana bisa warga sipil sampai ke sana?” Terdengar suara-suara Arz yang keheranan dengan wanita misterius yang dibawa fenz. Beberapa dari mereka mencurigai wanita misterius itu merupakan penyebab p*********n Darlz, atau mungkin wanita itulah yang memanggil Darlz.
Rez yang merupakan ketua dewan penjaga turut serta dalam penyambutan itu. Wajahnya telah menampakkan kelegaan yang tak tergambar kata-kata, sekaligus rasa penasaran dengan wanita misterius yang dibawa Fenz. Rez langsung mendekati Fenz. “Siapa dia? Aku belum pernah melihatnya.”
“Entahlah… kita akan segera mengetahuinya setelah aku membawa wanita misterius ini ke medical center.” Fenz menyerahkan wanita misterius itu kepada tim medis yang ada dalam rombongan Arz.
Mereka meletakkan tubuh wanita misterius itu ke sebuah aero stretcher, sebuah tandu canggih menggunakan tenaga photon untuk menggerakkannya. Tandu itu terbuat dari logam beralas busa yang sangat empuk berwarna biru. Kemudian membawa wanita misterius itu ke medical center yang berada di tengah kapal.
Rez memandang wajah wanita itu dari dekat sekali lagi sebelum tim medis membawanya, dahinya mengernyit tanda dia tidak mengenal wanita itu sama sekali, atau dia melupakan segala sesuatu tentang wanita misterius itu.
Rez tidak mau memikirkan tentang wanita misterius itu, dia membiarkan tim medis pergi membawanya. Kemudian perhatiannya teralihkan ke Lunar dan Ava yang berada di depannya.
"Kalian berdua juga harus ikut ke medical center," ujar Rez sambil menunjuk ke arah Lunar dan Ava. "Kondisi kalian lebih parah dibanding wanita misterius itu, selain itu kalian harus segera memurnikan energi negatif Darlz yang masuk ke tubuh kalian setelah membunuh banyak Darlz."
Lunar dan Ava hanya mengangguk tanda menyetujui perintah dari ketua dewan penjaga Uricle itu. Kemudian mereka berdua dibawa oleh tim medis menggunakan aero stretcher menuju medical centre. Meski mereka merasa masih bisa berjalan sendiri, namun Rez dan Fenz memaksa membuat mereka hanya menuruti kemauan kedua dewan penjaga itu.
"Fenz... Kau ikut aku ke meeting room, ada yang harus kita bicarakan bersama dewan penjaga lainnya."
Rez membalikkan badannya kemudian berjalan menuju exit 1 diikuti Fenz yang berlari kecil menyusul Rez yang telah berjalan lebih dulu. Mereka menaiki sebuah kapal kecil menuju entrance 1 kapal induk Uricle. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke kapal induk yang hanya berjarak 50 kilometer. Menggunakan tenaga photon, kapal yang ditumpangi Rez dan Fenz melesat sangat cepat.
Mereka memasuki entrance 1 kapal induk Uricle kemudian menaiki lift yang berada tak jauh dari sana, mereka harus menunggu beberapa detik hingga lift itu sampai ke lantai 15, tempat meeting room berada. Empat dewan penjaga lainnya sudah menunggu di meeting room.
Terdapat beberapa kursi yang terbuat dari logam beralas busa yang dibalut kulit sintetis berwarna hitam, juga sebuah meja berbentuk persegi berbahan logam sama seperti kursi. Kursi-kursi diletakkan mengelilingi meja itu. Di sudut ruangan terdapat beberapa loker yang berjajar dengan rapi dan sebuah papan hologram besar menampilkan map galaksi.
Rez duduk di sebuah kursi dekat papan hologram berada. "Fenz..." kata Rez sambil memegang keningnya. "Kau sudah melihat dengan mata kepalamu sendiri keadaan planet itu. Katakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi di sana." Rez seperti sudah bisa menebak apa yang telah terjadi di Planet Orla.
Fenz yang duduk di sebelah wanita berambut panjang yang diikat ekor kuda berwarna pirang, wajahnya terlihat muram menggambarkan suasana hatinya yang tak karuan. "Ini sangat berbahaya, kami bertemu beberapa makhluk asli Planet Orla... Mereka semua..." Fenz menarik napas dalam sebelum melanjutkan perkataannya. "Mereka semua terkena energy negative Darlz dari gelombang lasersphere yang kita tanamkan di planet itu."
Semua dewan penjaga terkejut dengan apa baru saja mereka dengar. Wajah mereka menunjukkan betapa terkejutnya mereka mendengar kabar yang baru saja dibawa oleh Fenz.
Seorang wanita yang duduk di depannya, sebagian tubuhnya telah dipasang part mecha. Wanita itu seketika bangkit dari tempat duduknya.
"Bagaimana bisa alat yang kita tanamkan untuk memurnikan energi negatif Darlz malah menjadi sebaliknya."
"Tenanglah, Elara. Fenz belum menyelesaikan laporannya," ujar seorang pria berambut oranye yang duduk disebelah dewan penjaga wanita itu.
Elara kembali duduk kemudian meletakkan kedua tangannya di pegangan kursi. “Maaf Fenz… Silahkan kau lanjutkan.”
"Kami mendapat informasi dari makhluk Orla yg kami temui, sepertiga dari Planet Orla sudah terinfeksi termasuk Diarla pemimpin mereka," tambah Fenz.
Seluruh dewan penjaga yang berada di ruangan itu tercengang mendengar perkataan Fenz, mereka memegangi kening masing-masing secara bersamaan. Untuk beberapa detik seisi ruangan terdiam membisu hingga seorang dewan penjaga wanita berambut pirang mengeluarkan suaranya sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Kita harus bertindak cepat, kita tidak bisa membiarkan monumen penyegelan Darlz juga ikut terinfeksi." Dia adalah Moon, salah satu dewan penjaga Uricle bertubuh mungil, dengan rambut berwarna biru keabuan membingkai wajahnya yang manis. Tatapan dari mata biru yang dimilikinya akan mengira kalau Moon seorang wanita lemah lembut.
"Kau benar, Moon. Mungkin kita sendiri yang harus turun tangan," ujar Elara.
“Kurasa itu berlebihan Elara, kita hanya perlu memerintahkan beberapa Arz untuk menangani hal ini,” ujar seorang dewan penjaga bernama Kenos, pria itu bertubuh kekar dengan rambut cepak berwarna oranye. Wajahnya terlihat sangar, namun rambut oranyenya menghilangkan kesan itu.
“Tidak… untuk situasi yang gawat seperti ini kita tidak bisa hanya mengandalkan bawahan kita. Lebih tepatnya aku tidak mau membahayakan mereka,” ucap Elara meyakinkan seluruh dewan penjaga yang ada di meeting room.
"Aku rasa apa yang dikatakan Elara benar, tapi aku harus tetap berada di kapal ini. Aku tidak bisa meninggalkan kapal ini." Rez teringat dengan seseorang. "Aku tidak bisa membiarkan dia memanipulasi kapal ini sementara aku pergi ke Planet Orla.
“Dia? Siapa yang kau maksud?” tanya Fenz kebingungan.
“Lithar.” Rez mengerutkan dahinya ketika menyebutkan nama itu. “Lithar, photoner gila yang berambisi menguasai semua pengetahuan di semesta ini.”
“Tidak perlu khawatir Rez… Kami berlima ditambah anggota tim kami dan beberapa pasukan nemesis akan pergi ke Planet Orla untuk memasang kembali lasersphere di planet itu,” ujar Elara. "Kita berlima harus membuat tim berisi enam orang dan membawa nemesis."
"Kurasa itu ide bagus. Tapi saat ini aku kekurangan orang, timku saat ini hanya ada empat orang setelah kematian Myrtle dan Tylda." Fenz kembali mengingat dua anggota timnya yang terbunuh saat p*********n Darlz sepuluh bulan lalu.
"Kau bisa memilih salah satu dari Arz kita, pilih yang menurutmu paling potensial," ujar seorang pria berwajah oriental yang dari tadi belum berbicara sepatah kata pun. Dia adalah Itasuke, salah satu anggota dewan penjaga.
Fenz memegang keningnya sambil berpikir siapa calon anggota timnya yang paling potensial dalam misi ini. Fenz mengingat satu-satu nama Arz yang dianggapnya memiliki kemampuan untuk menjalankan misi bersamanya. Kemudian Fenz teringat dengan Lunar dan Ava.
"Sepertinya aku sudah dapat calonnya," ucap Fenz.
"Secepat itu kau memilihnya, Fenz..." kata Rez terkejut melihat Fenz sangat bersemangat ingin menyebutkan dua anggota baru timnya.
"Aku sudah melihat kelihaian mereka saat bertarung dengan Darlz, terlebih untuk seorang Arz trainee dia sangat menakjubkan mampu bertahan dan menyelamatkan temannya.” Fenz kembali mengingat saat dia menyelamatkan Lunar dan Ava. “ Kurasa dia cocok untuk ikut dalam misi ini. Selain itu dia sudah melihat sendiri kondisi Planet Orla. Tapi... Kurasa dia membutuhkan pelatihan untuk mengoperasikan nemesis," ujar Fenz.
"Siapa mereka?" Moon penasaran dengan Arz yang akan dipilih oleh Fenz, mengingat sudah sepuluh bulan Fenz tidak menambah anggota timnya karena masih bersedih dengan kematian Myrtle dan Tylda.
"Lunar dan Ava," seru Fenz penuh semangat.
“Jangan bodoh, Fenz. Apa kau ingin mengirimkan kedua Arz itu ke pemakaman. Mereka baru saja menjalani pelatihan dasar, selain itu aku rasa mereka berdua masih syok dengan kejadian yang baru saja menimpa mereka.” Rez tidak setuju dengan dua kandidat yang disebutkan Fenz.
"Kurasa mereka adalah orang yang tepat, aku sudah melihat semangat juang mereka berdua saat di Planet Orla."
“Tidak… Fenz… Aku tidak setuju dengan pendapatmu,” tegas Rez sambil mengubah posisi duduknya dari bersandar menjadi lebih serius dengan memajukan badannya sambil mengepalnya tangan kanannya.
“Tapi… Aku tidak punya kandidat lain yang cocok dengan misi ini. Lunar bisa saja meninggalkan Ava saat itu, tapi dia berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi temannya yang sekarat. Aku rasa itu hal yang sangat langka,” terang Fenz bersikeras.
“Yah… Aku memang belum pernah bertemu mereka, tapi jika yang dikatakan Fenz benar, kita membutuhkan semangat juang seperti itu. Aku jadi penasaran dengan kedua Arz itu.” Pria berwajah oriental membantu meyakinnya seluruh dewan penjaga. Itasuke ingin memastikan kebenaran dari ucapan Fenz.
Rez berpikir keras tentang keputusan yang akan dia ambil, baginya Lunar dan Ava adalah Arz trainee yang masih membutuhkan pelatihan dan pelindungan. Dengan terpaksa mengingat kondisi yang mereka hadapi sangat serius, Rez memantapkan hatinya dan menyetujui usulan Fenz.
"Baiklah.. Terserah kau saja.. Tapi pastikan mereka berdua akan baik-baik saja. Aku tidak mau ada yang terbunuh lagi." Rez menyetujui usulan Fenz, namun sebenarnya dia juga ragu dengan hal tersebut.
"Yosshhh... Jadi kau setuju kan, Rez…Aku akan segera memberitahu Lunar dan Ava mengenai hal ini. Kurasa mereka akan senang mendengarnya," ujar Fenz bersemangat.
“Tunggu… Apa kau melupakan kami berempat?” tanya Moon. “Kami belum meyetujui usulanmu itu, Fenz.”
“Maaf… Aku sangat bersemangat sampai melupakan kalian,” jawab Fenz sambil memasang wajah bersalah.
“Cih… Kau ini seperti biasa, kalau sedang semangat langsung melupakan yang ada di sekelilingmu,” ucap Elara sambil menyilangkan tangannya di pinggangnya yang terpasang part mecha.
“Jadi… bagaimana pendapat kalian?” tanya Fenz.
“Kalau aku setuju dengan usulmu, Fenz.” Moon langsung memberikan persetujuannya sambil mengerlingkan mata kirinya.
“Aku juga,” jawab Itasuke singkat.
“Bagus. Berarti sisa dua dewan lagi kan.” ucap Fenz bersemangat.
“Aku tidak…” Elara mengejutkan semuanya dengan perkatannya yang sepotong-sepotong.
“Aku tidak ingin menjawab tidak. Jadi aku setuju dengan usulan Fenz,” tambahnya sambil sedikit terkekeh.
Fenz sedikit terkejut dengan Elara yang ternyata bisa bercanda, dari penampilan Elara yang menyerupai pria dengan rambut pendek dan tubuh tegap dibalut part mecha, siapapun bisa terkecoh dan menganggapnya seorang pria sebelum mendengar suara lembut dari Elara yang menjatuhkan image-nya.
Kenos belum mengutarakan pendapatnya, dari tadi dia hanya memperhatikan kelima dewan penjaga lainnya beragumen. Dia memikirkan masak-masak keputusan yang akan dibuatnya. Hingga Kenos mengubah posisi duduknya menjadi lebih tegap dan mengeluarkan suaranya yang sangat maskulin.
“Sudah aku putuskan…”
Kelima dewan penjaga langsung teralih perhatiannya kepada Kenos yang tiba-tiba mengubah suaranya menjadi sangat serius.
“Aku juga setuju dengan kandidat yang akan dipilih Fenz.”
Fenz sangat senang mendengarnya, wajahnya menjadi cerah, terlihat dari gerak geriknya dia ingin segera memberi tahu kabar ini kepada timnya dan juga Lunar dan Ava.
Keenam dewan penjaga keluar dari meeting room menandakan pertemuan itu telah usai, namun wajah mereka masih menunjukkan kekhawatiran.