Jurnalis bernama Damar ternyata masih hidup dan bersembunyi menggunakan identitas baru. Rendra menemukannya melalui pembayaran rutin ke sebuah klinik.
Damar menolak bertemu sampai Matias mengirim kode yang hanya diketahui tim keamanan lama Damien.
Pertemuan dilakukan di rumah kosong. Damar membawa salinan pembukuan perusahaan milik ibu Sophia, Helena. Dokumen menunjukkan dana ilegal dipindahkan melalui proyek IT yang bekerja sama dengan perusahaan Tobias.
Damien menemukan transaksi tersebut dan hendak melaporkannya. Kecelakaan terjadi sehari sebelum ia bertemu penyidik.
"Siapa yang merusak mobilnya?" tanya Tobias.
Damar hanya memiliki nama mekanik: Yuda. Pria itu kini bekerja di luar kota.
Sebelum pertemuan selesai, lampu rumah padam. Sebuah tembakan menembus jendela. Siska melindungi Alea, sedangkan Matias dan Rendra mengejar penembak.
Tobias marah karena Alea ikut, padahal ia tidak mengetahui Alea bersembunyi di mobil bersama Siska.
"Aku bukan barang yang bisa kamu simpan di hotel!" kata Alea.
"Kamu hampir tertembak!"
"Kamu juga. Kenapa nyawamu boleh dipertaruhkan dan nyawaku tidak?"
Pertengkaran terhenti ketika Damar terluka akibat pecahan kaca. Mereka membawanya ke rumah sakit dengan identitas dilindungi.
Polisi menangkap penembak setelah Matias mengenali kendaraannya. Pria itu mengaku disewa Yuda, bukan langsung oleh Sophia.
Yuda ditemukan di sebuah bengkel dan mencoba melarikan diri. Dalam pemeriksaan, ia mengaku merusak rem Damien atas perintah Helena. Sophia datang ke bengkel saat pembayaran dilakukan.
Bukti mulai cukup untuk penangkapan. Namun sebelum surat dikeluarkan, Helena dan Sophia menghilang dari rumah mereka.
Sebuah pesawat pribadi tercatat akan berangkat malam itu. Tobias, polisi, dan Matias bergerak menuju bandara.
Alea diperintahkan tinggal bersama Rendra di rumah sakit, tetapi sebuah pesan dari nomor Sophia masuk ke ponselnya.
Datang sendiri kalau ingin Tobias tetap hidup.
Alea tidak langsung mengikuti pesan. Ia menunjukkan kepada Rendra, yang kemudian menghubungi Tobias dan polisi.
Lokasi yang dikirim Sophia adalah taman hiburan tua di pinggir kota. Polisi menyusun operasi dan meminta Alea berpura-pura datang sendiri dengan alat pelacak.
Tobias menolak keras. "Cari cara lain."
"Kalau aku tidak datang, Sophia tahu kita mendapat pesannya," jawab Alea.
"Aku tidak mau mempertaruhkanmu."
"Keputusan itu juga milikku."
Akhirnya Alea masuk ke taman ditemani Siska dari jarak tertentu. Tempat itu gelap kecuali lampu bianglala yang masih menyala sebagian.
Sophia muncul dekat wahana dan menodongkan pistol. Ia mengaku tidak berniat melarikan diri bersama Helena. Ia ingin menukar bukti Damar dengan keselamatan Alea.
"Kamu pikir Tobias peduli kepadamu? Dia hanya menggunakanmu untuk kampanye," ejek Sophia.
"Kalau begitu rencanamu menculikku sangat bodoh."
Sophia marah dan memaksa Alea naik salah satu kabin bianglala. Tobias datang membawa salinan dokumen palsu. Ia menawarkan bukti sebagai ganti Alea.
Saat pintu kabin dibuka, Alea menendang tangan Sophia. Pistol jatuh, tetapi mesin bianglala mendadak bergerak karena Helena menyalakannya dari ruang kontrol.
Kabin mereka naik. Sophia bergulat dengan Alea, sementara Tobias memanjat platform meski polisi melarang.
Alea berhasil mengunci Sophia di sudut kabin menggunakan sabuk pengaman. Polisi menangkap Helena di ruang kontrol dan menghentikan mesin.
Kabin Alea berhenti di titik tertinggi. Tobias naik melalui tangga darurat sampai dapat membuka pintu.
"Kamu gila!" katanya sambil menarik Alea ke pelukan.
"Kamu juga naik setinggi ini tanpa pengaman yang benar."
Sophia diturunkan dalam keadaan diborgol. Alea dan Tobias tetap berada di kabin sampai teknisi memastikan wahana aman.
Di atas kota yang berkilau, Tobias masih menggenggam tangan Alea.
"Aku takut kehilanganmu," katanya tanpa sempat menyembunyikan perasaan.
Alea terdiam mendengar pengakuan Tobias. Kabin bergoyang pelan, membuat suasana terasa semakin tidak nyata.
"Kamu takut utangmu tidak dibayar?" tanyanya.
Tobias tidak tertawa. "Aku tidak peduli lagi pada uang itu."
"Lalu kenapa?"
"Aku belum tahu cara mengatakan tanpa terdengar bodoh."
Alea menunggu, tetapi Tobias hanya menggenggam tangannya lebih erat.
Ketika kabin turun, Rendra berdiri bersama polisi. Ia melihat tangan mereka dan memahami sesuatu telah berubah.
Sophia serta Helena ditahan. Yuda dan penembak bersedia bersaksi. Bukti Damar menghubungkan Helena dengan pencucian uang serta perintah sabotase mobil Damien.
Kasus belum selesai, tetapi ancaman langsung mereda.
Di rumah sakit, Matias memeriksa Alea dari kepala sampai kaki lalu memarahinya karena menjadi umpan. Alea menerima pelukan omnya tanpa membalas argumentasi.
Rendra mengajak Alea bicara berdua. Ia mengaku masih menyukainya, tetapi tidak ingin persahabatan mereka menjadi perlombaan dengan Tobias.
"Aku tidak bisa menjawab sekarang," kata Alea. "Aku bahkan belum tahu apa yang kurasakan."
"Aku akan menghormati itu."
Tobias mendengar jawaban tersebut dan merasa lega sekaligus bersalah kepada Rendra.
Kampanye aplikasi kembali berjalan setelah keamanan dipastikan. Video Alea dan Tobias di meja makan menjadi viral karena tatapan mereka terlihat terlalu nyata.
Netizen mulai menjodohkan keduanya. Alea menganggapnya lucu, sedangkan Tobias diam-diam membaca hampir seluruh komentar.
Pada acara penutupan tahap pertama kampanye, Tobias mengumumkan utang Alea dianggap lunas karena hasil promosi melampaui target.
"Serius?" tanya Alea.
"Aku tidak bercanda soal laporan keuangan."
Alea bahagia, tetapi juga menyadari kontrak kerja menjadi alasan utama mereka terus bertemu. Setelah utang lunas, tidak ada lagi kewajiban datang ke kantor Tobias.
Tobias merasakan hal yang sama. Ia menawarkan perpanjangan kontrak dengan honor penuh.
"Aku akan pikirkan," jawab Alea.
Untuk pertama kalinya Tobias tidak dapat membeli kepastian dengan angka. Ia harus menunggu Alea memilih apakah ingin tetap berada dalam hidupnya.
Alea membaca kontrak baru bersama Matias. Honor yang ditawarkan sangat besar, tetapi ia tidak ingin Tobias kembali menggunakan uang untuk mengatur hidupnya.
"Aku mau kebebasan memilih konten dan jadwal," kata Alea dalam pertemuan.
"Perusahaan tetap harus menyetujui materi yang membawa nama aplikasi."
"Setuju materi bukan berarti mengatur semua omonganku."
Mereka berdebat sampai Rendra menyarankan pembagian jelas antara konten pribadi dan sponsor. Alea juga meminta klausul keselamatan serta hak menghentikan kerja jika ancaman muncul.
Tobias menyetujui. Ia mengira Alea akan langsung menandatangani, tetapi gadis itu masih meminta satu hari.
"Kenapa? Semua permintaanmu sudah dipenuhi."
"Aku perlu tahu apakah aku menerima karena pekerjaannya atau karena ingin terus bertemu kamu."
Tobias kehilangan jawaban. Kejujuran Alea membuatnya gugup.
Keesokan hari Alea menerima kontrak selama enam bulan. Ia menegaskan keputusan tersebut profesional, meski senyumnya mengatakan ada alasan lain.
Pemotretan pertama dilakukan di taman hiburan yang telah diperbaiki. Konsepnya mengharuskan Alea menaiki bianglala bersama Tobias. Alea menolak kabin yang pernah dipakai Sophia dan memilih kabin lain.
Di puncak, Tobias bertanya apakah Alea masih takut.
"Sedikit. Tapi aku tidak mau Sophia mengambil tempat ini dari ingatanku."
Tobias mengatakan ia juga ingin membuat kenangan baru. Mereka hampir berciuman ketika sutradara berteriak melalui pengeras suara agar keduanya melihat kamera.
Alea tertawa, sedangkan Tobias kesal sepanjang sisa pemotretan.
Malamnya Rendra mengirim pesan menggunakan namanya sendiri. Ia mengucapkan selamat atas kontrak dan mengatakan tidak akan lagi membeli barang Alea secara diam-diam.
Alea membalas bahwa mereka masih bisa menjadi teman. Rendra menerima, tetapi hatinya belum sepenuhnya melepaskan.
Pada saat yang sama, pengacara Sophia mengajukan tuduhan bahwa Tobias memalsukan bukti untuk membalas dendam atas kematian ayahnya.