Pengacara Sophia menyebut rekaman serta pembukuan Damar telah dimanipulasi. Mereka meminta seluruh bukti digital diperiksa ulang oleh ahli independen.
Tobias marah, tetapi Rendra mengingatkan pemeriksaan justru dapat memperkuat kasus jika bukti asli.
Masalah muncul ketika server yang menyimpan cadangan rekaman Damien diretas. Beberapa waktu berkas berubah sehingga pihak Sophia menuduh rantai bukti rusak.
Rendra memimpin audit. Ia menemukan akses berasal dari komputer Ramos, manajer yang dahulu menerima proposal lama dari Tobias.
Ramos mengaku komputernya dipakai pegawai lain, tetapi kamera kantor menunjukkan ia datang tengah malam. Polisi menahannya setelah menemukan pembayaran dari perusahaan Helena.
Tobias merasa dikhianati karena Ramos telah bekerja bersama keluarganya bertahun-tahun.
"Orang setia juga bisa dibeli kalau merasa tidak dihargai," kata Matias.
Ramos mengaku Helena menjanjikan uang untuk mengubah waktu pembuatan berkas. Untungnya Rendra memiliki salinan luring yang disimpan sebelum server diretas.
Ahli independen memastikan salinan tersebut asli. Tuduhan pemalsuan kehilangan dasar.
Alea tetap menjalankan kampanye, tetapi media kembali mengejar hubungan pribadinya dengan Tobias. Dalam sebuah wawancara, pembawa acara bertanya apakah Alea dibayar untuk menjadi kekasih CEO.
"Saya dibayar membuat konten, bukan menyukai seseorang," jawab Alea. "Kalau saya menyukainya, itu urusan saya dan tidak ada tarifnya."
Tobias menonton wawancara berulang kali. Ia bertanya kepada Alea apakah kalimat itu merupakan pengakuan.
"Kamu harus belajar bahwa tidak semua jawaban bisa dibeli atau ditagih."
Alea pergi sambil tersenyum, membuat Tobias semakin penasaran.
Sidang pertama dijadwalkan sebulan kemudian. Damar akan menjadi saksi utama, tetapi sehari sebelum sidang ia menghilang dari rumah perlindungan.
Rumah perlindungan tidak menunjukkan tanda perlawanan. Damar meninggalkan ponsel dan sebuah catatan: Saya tidak sanggup melanjutkan.
Polisi menduga ia pergi sendiri, tetapi Matias menemukan kesalahan ejaan yang tidak pernah dibuat Damar. Catatan itu kemungkinan dipaksa.
Rekaman jalan menunjukkan ambulans palsu meninggalkan lokasi. Kendaraan ditemukan kosong dekat pelabuhan.
Alea ingin membantu melalui follower, tetapi polisi melarang menyebarkan wajah Damar karena dapat membahayakannya. Ia mencari cara lain dengan mengunggah konten tentang ambulans palsu tanpa menyebut kasus.
Seorang follower mengirim video kendaraan serupa memasuki gudang pendingin. Polisi mengepung lokasi dan menemukan Damar terkunci di dalam ruang penyimpanan.
Ia mengalami hipotermia ringan tetapi selamat. Penculiknya adalah dua mantan petugas keamanan Helena.
Sophia menyangkal memberi perintah dari tahanan. Penyelidikan menemukan pesan berasal dari Helena melalui pengacara yang menyelundupkan ponsel.
Helena dipindahkan dan akses komunikasinya dibatasi. Pengacara tersebut ditahan.
Damar sempat ingin mundur sebagai saksi. Alea menemuinya dengan izin polisi.
"Saya takut," katanya.
"Takut bukan berarti lemah," jawab Alea. "Tapi keputusan tetap milik anda. Jangan bersaksi hanya karena kami meminta."
Damar akhirnya memilih lanjut setelah perlindungan keluarganya ditingkatkan.
Tobias terkesan pada cara Alea tidak memaksanya. "Kamu bisa meyakinkan orang tanpa membayar."
"Itu karena aku punya pesona."
"Dan terlalu percaya diri."
Mereka tertawa. Tobias kemudian mengajak Alea makan malam bukan sebagai bagian kampanye.
"Apa ini kencan?" tanya Alea.
"Kalau kamu mau menyebutnya begitu."
Alea menerima, tetapi meminta tempat yang tidak mahal agar Tobias tidak memakai harga makanan untuk pamer.
Tobias membawa Alea ke warung mi sederhana. Ia terlihat sangat tidak cocok dengan kursi plastik dan meja kecil.
"Kamu yakin pernah makan di tempat seperti ini?" tanya Alea.
"Tentu saja."
Lima menit kemudian Tobias bertanya bagaimana cara memesan, membuktikan kebohongannya.
Alea memilihkan mi pedas. Tobias berusaha terlihat kuat meski wajahnya memerah dan matanya berair.
"Kalau tidak tahan, bilang."
"Ini tidak pedas."
"Keringatmu membentuk sungai."
Mereka tertawa tanpa kru atau kontrak. Tobias menceritakan masa kecilnya bersama Damien dan bagaimana ayahnya selalu mengukur kasih sayang melalui perlindungan serta uang.
"Mungkin itu sebabnya aku melakukan hal yang sama," katanya.
Alea mengaku belanja membuatnya merasa berhasil setelah lama hidup sederhana. Barang mahal bukan hanya barang, melainkan bukti bahwa ia mampu mengubah hidup.
"Tapi sekarang barang itu kujual lagi," katanya. "Ternyata bukti keberhasilan juga bisa memenuhi lemari."
Tobias mengatakan dirinya tidak keberatan Alea boros selama menggunakan uang sendiri. Alea menyikutnya.
Setelah makan, mereka berjalan tanpa pengawal terlihat. Tobias meminta izin menggenggam tangan Alea. Gadis itu mengulurkan tangannya.
Di bawah lampu jalan, Tobias mengaku menyukai Alea. Ia tidak meminta jawaban langsung.
"Aku juga menyukaimu," kata Alea. "Tapi aku belum mau pacaran sebelum kasus selesai. Hidup kita masih terlalu berantakan."
Tobias menerima. Mereka sepakat mengenal satu sama lain tanpa status sementara.
Ketika pulang, Rendra melihat mereka dari lobi. Alea menceritakan kencan tersebut secara jujur. Rendra tersenyum meski hatinya sakit.
Ia kemudian meminta dipindahkan dari tugas kampanye agar dapat menjaga profesionalitas. Tobias menyetujui dan berterima kasih, sebuah percakapan dewasa yang terasa aneh bagi keduanya.
Malam itu Rendra menerima pesan dari nomor asing berisi foto Alea dan Tobias.
Kalau kau ingin memisahkan mereka, kami bisa membantu.
Rendra menunjukkan pesan itu kepada Tobias pada pagi berikutnya. Ia tidak membalas atau menyembunyikannya.
"Mereka mengira aku akan mengkhianatimu karena Alea," katanya.
"Apa kamu sempat mempertimbangkannya?"
Rendra melotot. "Aku menyukai Alea, bukan ingin menghancurkan hidupnya."
Mereka sepakat memakai pesan tersebut untuk memancing pengirim. Rendra berpura-pura tertarik dan diminta memberikan jadwal Alea sebagai imbalan bukti bahwa Tobias hanya memanfaatkannya.
Pertemuan dilakukan di parkiran pusat belanja. Polisi mengawasi dari jauh. Orang yang datang adalah Ramos, yang ternyata memperoleh penangguhan sementara dan langsung bekerja untuk jaringan Helena.
Ramos membawa rekaman Tobias saat dahulu merencanakan penagihan utang Alea. Potongan percakapan dibuat seolah Tobias sengaja membuat Alea miskin agar bergantung kepadanya.
Rendra menahan Ramos sampai polisi datang. Rekaman utuh ditemukan di perangkatnya dan menunjukkan konteks berbeda, meski Tobias tetap terlihat menyebalkan.
Alea mendengar rekaman lengkap. Ia marah karena Tobias memang sengaja menagih tepat setelah mengetahui barangnya terjual.
"Jadi kontrak pertama itu benar-benar akal busukmu?"
"Iya. Aku ingin kamu bekerja denganku."
"Kenapa tidak menawarkan dengan jujur?"
"Karena waktu itu aku hanya tahu cara membuat orang tidak punya pilihan."
Alea merasa perubahan Tobias nyata, tetapi luka dari manipulasi awal tetap ada. Ia meminta jarak dan menghentikan kencan sementara.
Tobias tidak menggunakan kontrak kerja untuk menahannya. Ia menyerahkan kampanye kepada tim lain dan memberi Alea waktu.
Rendra meminta maaf karena rekaman tersebut muncul melalui jebakannya. Alea mengatakan itu bukan kesalahannya.
Sidang Sophia dan Helena dimulai. Bukti semakin kuat, tetapi pengacara mereka menggunakan rekaman Tobias untuk menggambarkan seluruh penyelidikan sebagai obsesi pribadi CEO yang manipulatif.
Alea harus memutuskan apakah akan bersaksi tentang perilaku buruk Tobias secara jujur, meski kesaksiannya mungkin melemahkan pria yang mulai dicintainya.