Bima memperoleh beasiswa teknologi di Australia. Kampusnya tidak jauh dari kota tempat Samuel tinggal, tetapi ia menegaskan pilihan itu bukan karena keluarga.
Alea langsung membuat daftar barang sepanjang empat halaman. Tobias justru menyusun anggaran dan aturan panggilan.
"Aku tidak mau menelepon setiap hari," kata Bima.
"Minimal pagi dan malam," jawab Alea.
"Ma, aku mau kuliah, bukan ekspedisi ke bulan."
Maya, yang masih menjadi teman keluarga, mengingatkan bahwa kecemasan orangtua tidak boleh menjadi beban anak. Mereka menyepakati satu panggilan panjang setiap minggu dan pesan singkat ketika ada keadaan penting.
Sari sedih, tetapi mendukung. Deni membantu Bima mengurus dokumen. Samuel menawarkan menjadi kontak darurat tanpa mengawasi setiap gerakan.
Di bandara Alea menahan tangis sampai Bima masuk pemeriksaan. Kemudian ia menangis di bahu Tobias.
"Dulu dia takut kami pergi," katanya. "Sekarang aku takut dia tidak pulang."
"Kalau rumahnya aman, dia bisa pergi tanpa kehilangan tempat pulang."
Minggu pertama Alea mengirim terlalu banyak pesan. Bima membalas singkat dan akhirnya meminta ruang.
Tobias membantu Alea mengalihkan energi ke festival Roda Rasa, tetapi ia sendiri diam-diam memeriksa lokasi Bima melalui aplikasi keluarga.
Bima mengetahui dan mematikan akses lokasi.
"Papa bilang percaya, tapi masih mengawasiku," katanya melalui telepon.
Tobias meminta maaf dan tidak memaksa akses dinyalakan kembali. Untuk keadaan darurat, Bima memberikan kontak teman sekamar serta Samuel.
Beberapa bulan kemudian Bima menelepon karena nilainya buruk dan ingin berhenti kuliah. Alea hampir menyuruhnya pulang. Tobias bertanya apakah ia ingin pulang atau hanya sedang takut gagal.
Bima memilih menyelesaikan semester dengan bantuan tutor. Keputusannya tetap miliknya.
Tanpa Bima, rumah terasa besar. Alea masih memasak untuk tiga orang dan baru sadar ketika ada satu piring tidak terpakai.
Tobias mengisi kesunyian dengan bekerja. Alea kembali mengambil terlalu banyak produksi. Mereka hidup seperti dua orang sibuk yang kebetulan tidur di rumah sama.
Pada ulang tahun pernikahan, keduanya sama-sama lupa sampai Matias mengirim ucapan.
"Kita buruk sekali," kata Alea.
"Aku bisa memesan restoran sekarang."
"Aku tidak mau menutup lupa dengan uang."
Mereka duduk di dapur dan membicarakan jarak yang tumbuh. Selama bertahun-tahun peran orangtua memberi struktur. Setelah Bima pergi, mereka perlu memilih satu sama lain lagi sebagai pasangan.
Mereka memulai kencan mingguan bergantian. Tobias merencanakan museum teknologi; Alea memilih berburu makanan kaki lima. Tidak semua kencan menyenangkan, tetapi mereka belajar memiliki percakapan yang tidak hanya membahas Bima atau pekerjaan.
Matias pindah ke komunitas lansia mandiri dekat fasilitas kesehatan. Alea awalnya menganggap dirinya ditinggalkan lagi.
"Om bukan pergi karena tidak sayang," kata Matias. "Om ingin punya teman dan kegiatan sendiri tanpa kalian mengawasi tekanan darah setiap jam."
Alea membantu pindah tanpa mengambil alih pilihan kamar. Matias cepat memiliki kelompok bermain kartu dan tampak lebih bahagia.
Roda Rasa berjalan baik tanpa Alea hadir setiap hari. Ia mulai mengajar kreator muda dan menikmati peran mentor.
Tobias mengurangi jabatan operasional agar fokus pada yayasan serta tata kelola perusahaan.
Rumah masih sepi, tetapi tidak lagi terasa kosong. Kesunyian memberi mereka ruang menemukan bentuk hidup setelah fase pengasuhan intensif selesai.
Seorang produser Roda Rasa dituduh menerima uang dari restoran agar mendapatkan ulasan bagus. Bukti transfer tersebar dan kepercayaan penonton menurun.
Alea ingin langsung memecat produser tersebut. Tim hukum mengingatkan penyelidikan harus dilakukan.
Produser bernama Tania mengaku menerima uang, tetapi mengatakan itu pembayaran konsultasi di luar pekerjaan. Kontrak melarang konflik kepentingan tanpa pelaporan.
Alea merasa dikhianati. Ia juga sadar sistem perusahaan tidak memiliki pelatihan serta mekanisme pelaporan yang jelas.
Tobias menawarkan membantu, tetapi Alea hanya meminta rekomendasi auditor. Ia tidak ingin Roda Rasa berubah menjadi anak perusahaan Tobias setiap ada masalah.
Audit menemukan tiga episode dipengaruhi pembayaran. Roda Rasa menarik episode, mengembalikan biaya sponsor yang terdampak, dan meminta maaf secara publik.
Tania diberhentikan setelah proses selesai. Alea tidak menyebutnya monster; ia menjelaskan kegagalan pribadi sekaligus sistem pengawasan.
Sebagian penonton kembali, sebagian tidak. Keuntungan turun selama satu tahun.
Perusahaan media internasional menawarkan membeli sisa saham dengan harga rendah. Alea menolak menggunakan krisis sebagai alasan menyerahkan kendali.
Tim bekerja memperbaiki standar. Semua ulasan berbayar diberi tanda jelas dan hubungan pribadi wajib diumumkan.
Bima mengikuti kabar dari Australia dan bertanya apakah Alea menyesal membangun perusahaan.
"Tidak. Aku menyesal sistemnya tidak cukup kuat. Itu bisa diperbaiki."
Krisis mereda perlahan. Alea memahami reputasi bukan sesuatu yang dapat dibersihkan dengan satu video emosional.
Pada saat bersamaan, Tobias menerima hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan masalah jantung turunan seperti Matias, meski belum parah.
Dokter meminta Tobias mengurangi stres, mengubah pola makan, dan menjalani prosedur kecil. Tobias menyembunyikan hasil itu selama dua hari sebelum memberi tahu Alea.
"Kenapa tidak langsung bilang?"
"Aku ingin memahami dulu sebelum membuatmu panik."
"Kamu boleh butuh waktu, tapi kita sudah berjanji memberi kabar tentang hal besar."
Tobias meminta maaf. Alea juga mengakui dirinya cenderung mengambil alih ketika orang yang dicintainya sakit.
Prosedur dijadwalkan bulan berikutnya. Bima ingin pulang, tetapi sedang menjalani ujian. Tobias memintanya tetap di kampus dan melakukan panggilan video.
"Aku akan pulang kalau kondisinya berubah," kata Bima.
"Itu keputusan yang masuk akal," jawab Tobias, meski ia rindu.
Prosedur berjalan baik. Selama pemulihan, Tobias menyerahkan lebih banyak wewenang perusahaan dan tidak memeriksa surel diam-diam.
Alea menyesuaikan menu rumah, tetapi tidak mengubah semua makanan menjadi hambar. Mereka belajar resep sehat yang tetap enak dan menjadikannya seri Roda Rasa dengan izin Tobias.
Matias mengejek Tobias karena akhirnya masuk kelompok pasien jantung.
"Aku jauh lebih muda dari Om," gerutu Tobias.
"Penyakit tidak minta KTP."
Kejadian tersebut membuat Tobias menyusun surat keputusan medis dan memperbarui wasiat. Ia tidak menyerahkan perusahaan kepada Bima otomatis; saham ditempatkan dalam perwalian profesional, sedangkan Bima bebas menentukan bidang hidupnya.
Alea juga menyusun dokumen sendiri. Membicarakan kematian tidak menyenangkan, tetapi memberi mereka ketenangan.
Setelah pulih, Tobias tidak kembali pada jadwal lama. Untuk pertama kalinya ia benar-benar memiliki hari tanpa rapat.