Nama dokter Ilham di daftar penumpang membuat Remy segera menghubungi rumah sakit. Panggilan dijawab oleh seorang perawat yang mengatakan Ilham sedang melakukan operasi sejak dua jam lalu.
"Berarti seseorang menggunakan identitasnya," ujar Lukas.
Mereka menuju rumah sakit untuk memastikan. Ilham baru keluar dari ruang operasi dan terkejut melihat salinan daftar penumpang.
"Paspor saya hilang tiga hari lalu," katanya. "Saya pikir tertinggal ketika pindah ruangan dan sudah meminta staf mencari."
"Mengapa Om tidak melaporkannya?" tanya Remy.
"Saya belum yakin benar-benar hilang."
Remy menahan kesal. Keterlambatan kecil kembali memberikan celah kepada Armand.
Ilham memeriksa foto identitas pada sistem pelabuhan. Wajah penumpang tertutup masker dan topi, tetapi tinggi tubuhnya lebih pendek daripada Ilham.
"Kapan terakhir kali Om menggunakan paspor?" tanya Lukas.
"Enam bulan lalu untuk menghadiri konferensi medis. Setelah pulang, paspor disimpan di laci ruang kerja."
Rekaman rumah sakit menunjukkan seorang petugas kebersihan masuk ke ruangan Ilham ketika dokter itu melakukan operasi. Perempuan tersebut memakai masker dan mendorong troli, tetapi seragamnya berbeda dari seragam resmi rumah sakit.
"Perbesar bagian tangannya," ujar Nesia.
Pada pergelangan perempuan itu terlihat tato kecil berbentuk burung. Dona mengenali simbol tersebut sebagai lambang kelompok keamanan lama Bram.
"Ayah berhenti menggunakan mereka setelah Bram pergi," katanya. "Tetapi beberapa orang tetap bekerja diam-diam sebagai pengawal pribadi."
Petugas palsu ditemukan keluar melalui pintu parkir dan menyerahkan amplop kepada Bagus. Paspor Ilham kemungkinan berada di dalamnya.
Ilham langsung melaporkan kehilangan secara resmi. Dia juga meminta direktur rumah sakit memeriksa seluruh identitas pegawai sementara.
"Nama saya dipakai agar kesaksian medis terlihat palsu," katanya. "Kalau rencana mereka berhasil, hasil DNA dan arsip lama bisa dipertanyakan."
"Tiga laboratorium sudah mengonfirmasi hasil secara independen," ujar Nesia.
"Benar, tetapi opini publik sering lebih cepat percaya pada skandal daripada penjelasan ilmiah."
Remy meminta tim media menyiapkan bukti bahwa Ilham masih berada di ruang operasi ketika kapal mendaftarkan penumpang. Rumah sakit memiliki rekaman lengkap serta puluhan saksi.
Dalam perjalanan ke pelabuhan, Livi mengabarkan berita palsu sudah beredar. Beberapa akun menyebut Ilham melarikan diri setelah memalsukan DNA Nesia.
"Mereka menjalankan rencana meskipun paspor belum berhasil dibawa keluar," ujar Edo.
Nesia merekam pernyataan singkat bersama Ilham. Dokter itu menunjukkan jadwal operasi tanpa membuka data pasien dan menjelaskan identitasnya dicuri. Video tersebut disebarkan melalui akun resmi rumah sakit serta perusahaan.
Dalam satu jam, banyak tuduhan mulai dibantah. Seorang wartawan bahkan menemukan foto Bagus menggunakan identitas palsu dalam perjalanan sebelumnya.
"Armand kehilangan satu cara untuk merusak hasil tes," kata Dona.
"Itu membuatnya semakin berbahaya," jawab Remy. "Orang yang kehabisan jalan akan mengambil risiko lebih besar."
Nesia menggenggam tangannya. "Kali ini kita sudah melihat jebakannya sebelum terlambat."
Remy mengangguk, meskipun perasaan tidak nyaman tetap mengikuti mereka hingga memasuki gerbang pelabuhan.
"Mungkin Anton," kata Nesia.
Anton berada dalam perlindungan polisi, sehingga dugaan itu gugur. Daniel juga sudah diamankan. Satu-satunya orang dekat Armand yang masih bebas adalah beberapa pengawal serta jaringan pegawainya.
Polisi meminta kapal ditahan sebelum meninggalkan perairan. Namun, kapten menolak membuka seluruh kabin tanpa surat resmi karena kapal terdaftar atas perusahaan asing.
"Kita tidak punya waktu menunggu," ujar Remy.
Edo menemukan bahwa perusahaan pemilik kapal termasuk salah satu kreditur palsu Maheswari Group. Bukti tersebut cukup untuk menduga kapal membawa aset hasil kejahatan.
Penyidik mengajukan pemeriksaan darurat. Remy, Lukas, dan Nesia menuju pelabuhan sementara Ilham tetap di rumah sakit untuk melaporkan kehilangan paspor.
Di dermaga, puluhan peti sedang dimuat ke kapal. Dokumen menyebut isinya peralatan medis, tetapi pemindai menunjukkan benda logam serta dokumen dalam jumlah besar.
"Mereka membawa arsip perusahaan," ujar Dona yang datang bersama tim audit.
Petugas pelabuhan membuka salah satu peti. Di dalamnya terdapat komputer, buku rekening, dan cap perusahaan Maheswari. Peti lain berisi lukisan serta barang berharga milik Sandra.
"Ayah mengosongkan semuanya," kata Dona.
Kapten akhirnya mengizinkan pemeriksaan kabin. Penumpang yang menggunakan nama Ilham ditemukan dalam keadaan tidak sadar. Setelah maskernya dilepas, dia dikenali sebagai Bagus, mantan manajer teknologi bank yang mengubah data biometrik Nesia.
"Di mana Armand?" tanya Remy ketika lelaki itu sadar.
Bagus mengaku Armand berada di kapal beberapa jam sebelumnya, tetapi turun melalui dermaga kargo setelah mengetahui polisi datang.
Bagus juga mengaku diperintah mengganti data biometrik Nesia di bank. Sebagai imbalan, Armand menjanjikan pekerjaan di luar negeri dan menghapus utang keluarganya.
"Siapa yang memberimu akses ke sistem bank?" tanya Lukas.
"Rania menyediakan akun administrator. Saya tidak pernah bertemu pemilik aslinya."
"Apakah kamu mengetahui isi kotak penyimpanan?" tanya Nesia.
Bagus menggeleng. "Saya hanya memastikan perempuan yang datang lolos verifikasi. Setelah itu, Rania membawa semua isinya."
Dia menyerahkan telepon sekali pakai yang disembunyikan di sepatunya. Pesan terakhir Armand menyuruhnya membakar stempel laboratorium setelah kapal berangkat.
"Mengapa tidak kamu lakukan?" tanya Remy.
"Saya ingin menyimpannya sebagai jaminan. Pak Armand sering menyingkirkan orang setelah pekerjaan selesai."
Telepon itu memuat koordinat dermaga kargo dan foto mobil Armand. Polisi segera menutup jalan menuju pasar ikan.
Bagus bersedia menjadi saksi jika keluarganya dilindungi. Nesia melihat pola yang sama: Armand membangun kesetiaan dari utang serta ketakutan, sehingga semua orang akhirnya menyimpan bukti untuk melindungi diri.
"Kerajaan yang dibangun dari ancaman selalu penuh pengkhianatan," ujar Dona.
"Dan sekarang pengkhianatan itu menjadi jalan menemukan kebenaran," jawab Nesia.
"Dia menyuruh saya memakai identitas dokter agar daftar penumpang mengalihkan perhatian," katanya.
"Mengapa dokter Ilham?" tanya Nesia.
"Pak Armand ingin kalian mencurigai orang yang menguatkan hasil DNA. Jika dokter terlihat melarikan diri bersamanya, kesaksiannya akan dianggap tidak dapat dipercaya."
Polisi menemukan paspor Ilham, beberapa stempel laboratorium palsu, dan draf berita yang menuduh Ilham memanipulasi tes DNA.
Rencana Armand gagal, tetapi lelaki itu kembali menghilang. Kamera dermaga menunjukkan dia masuk ke mobil pengangkut ikan menuju pasar pelabuhan.
Remy ingin mengejar, namun Nesia menahannya. "Biarkan polisi bekerja. Anda bukan petugas."
"Dia berada beberapa menit dari sini."
"Dan mungkin sengaja ingin Anda mengejarnya tanpa perlindungan."
Lukas mendukung Nesia. Remy akhirnya menyerahkan pengejaran kepada polisi dan fokus mengamankan peti bukti.
Di antara arsip, Dona menemukan agenda pribadi Armand. Halaman terakhir memuat jadwal pertemuan malam itu dengan seseorang berinisial H di sebuah gudang pendingin.
"H bisa berarti Hendra," ujar Nesia.
Vino segera dihubungi, tetapi pamannya tidak berada di kantor sejak pagi.
Beberapa menit kemudian, Vino menerima foto Hendra terikat di sebuah ruangan dingin. Armand meminta satu hal sebagai pertukaran.
Dia ingin bertemu Nesia tanpa Remy.
***