Lenora telah melewati trimester pertama kehamilannya. Perutnya belum terlalu terlihat membesar, tetapi dokter meyakinkan bahwa bayi mereka benar-benar dalam keadaan yang sangat sehat. Dia masih sering menangis dan kadang-kadang terlalu emosional, tetapi belakangan ini sesuatu berubah dalam dirinya.
"Lenora, sayang, aku tidak akan bisa memasak kau terus memelukku seperti itu."
"Tapi aku ingin tetap dekat denganmu."
Dia berkata sambil menggosok wajahnya punggung pria itu.
Sang istri tercinta saat ini menempel pada Hyden dengan tangan melingkari perut berototnya. Hyden tidak punya pilihan selain membiarkan Lenora memeluknya dari belakang selagi dia mencoba memasak untuk mereka berdua dengan gerakan yang terbatas.
Dia akan mulai merajuk setiap kali Hyden mencoba melepaskannya,sehingga dia menyerah dan membiarkan Lenora melakukan apa yang dia inginkan. Dan mereka sudah seperti ini sejak semalam. Dia mendekap Lenora saat tertidur, dan setelahnya Lenora selalu ingin berada di dekat Hyden seperti anak koala dan induknya.
"Hyden"
"Hm?"
"Apa yang akan kita makan untuk sarapan?"
"Berbagai hidangan dari salmom."
"Bukankah terlalu dini untuk Salmon?"
"Salmon adalah makanan setiap saat dan sepanjang hari."
Lenora terkekeh. Suaranya terasa bergetar di balik punggungnya.
"Kau sangat suka makan salmon sehingga kau mulai terlihat seperti maniak."
"Aku bisa mengatakan hal yang sama tentangmu." Hyden menjawab. "Kau sangat suka minum milkshake vanila."
"Tapi kau membatasiku untuk satu milkshake vanila." Lenora sedikit mengangkat kepalanya untuk menatap Hyden dan menunjukkan wajah cemberut dengan bibir manisnya yang terlihat menggoda.
Menekan keinginan untuk menciumnya, Hyden memadamkan api dan berbalik untuk menatap Lenora dan menangkap kedua sisi wajah cantik wanitanya.
"Ini untuk kesehatanmu. Dan tentu saja untuk kesehatan bayi kita."
Hyden menempelkan dahinya ke dahi Lenora.
"Benarkah ?"
"Tentu Saja." Pria itu menjawab.
"Sekarang, kau duduklah di kursi sementara aku menyiapkan makanan, oke?"
"Tapi .." Lenora mengeluarkan suara protes tapi kemudian menghela nafas.
"Baik." Hyden tersenyum dan mencium bibir Lenora singkat sebelum membimbing istrinya menuju meja makan.
...
Karena ini adalah akhir pekan, pasangan muda itu memutuskan untuk bermalas-malasan di rumah dengan meringkuk di sofa. Lenora menempel di pangkuan Hyden, kakinya bersandar di sofa sementara kepalanya bersandar di bahu kiri pria itu, membaca buku kesukaannya sementara Hyden dibiarkan menghibur dengan mengawasinya dengan tangan kiri memegang pinggangnya.
"Besok kita akan melihat anak kita lagi." Kata Hyden sambil meletakkan tangan kanan di atas perut Lenora.
"Aku tidak sabar untuk melihat bayi kita."
"Aku juga. Aku selalu suka setiap melihat calon anak kita." Lenora berkata dengan semangat dan matanya terlihat berkilauan. Salah satu sikap yang jarang dia perlihatkan.
"Rambutmu sudah tumbuh lebih panjang."
Hyden memperhatikan rambut Lenora yang tampak lebih panjang dari terakhir kali mereka bertemu.
"Apakah kau ingin pergi ke salon untuk memotong rambutmu?"
"Kau benar. Rambutku sudah mulai panjang. Aku berencana untuk membiarkannya sampai selesai melahirkan. "
"Mengapa?"
"Itu tradisi keluargaku. Wanita hamil di keluarga kami menahan diri dari memotong rambut mereka selama kehamilan." Lenora menutup bukunya.
"Ibu mengatakan bahwa aku tidak perlu mengikuti tradisi karena jaman sudah berbeda tetapi.. aku hamil, aku rasa tidak ada salahnya untuk mengikuti tradisi kami. Apakah itu mengganggumu?"
"Tidak. Tidak samasekali." Hyden menjawab dengan jujur.
"Kau cantik, Lenora, tidak peduli berapa panjang atau pendek rambutmu."
"Hyden tolong berhenti menggodaku."
Hyden sangat suka ketika wajah lenora langsung memerah setiap kali dia memujinya.
"Aku tidak menggodamu. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, sayang. " Dia menangkup pipi Lenora dengan tangan yang bebas.
"Aku mencintaimu."
"Hyden "
"Lenora, aku ingin menciummu." Hyden memegang dagu Lenora dengan kuat.
"Apakah kau mengijinkanku ?"
Alih-alih menjawab, Lenora menekankan bibirnya ke arah Hyden dan dengan nakal berkata.
"Kau sudah menciumku setiap hari. Kenapa kau bertanya sekarang? "
Hyden tidak bisa menahan senyumnya yang lebar dan memperdalam ciuman mereka.
Dia bertanya-tanya kapan 'dorongan seks meningkat saat kehamilan' akan datang? Dia benar-benar menantikannya.
...
Akhir-akhir ini Hyden seperti mendapatkan firasat bahwa Lenora mendapatkan banyak perhatian.
Setiap kali mereka berjalan di area kampus, semua orang melihatnya. Baik itu pria atau wanita, mereka akan selalu mengikuti setiap gerakan Lenora.
Apakah karena perutnya yang sudah terlihat mulai membuncit?
Apakah karena ikatan rambut?
Haruskah dia memotong rambutnya?
"Hyden ?"
"Hm?" Hyden menatap sang istri yang memiringkan kepalanya.
"Suasana hatimu terlihat tidak baik dan sepertinya semakin suram."
Dia mengulurkan tangannya dan meletakkannya di pipi Hyden.
"Apakah ada yang membuatmu tidak senang ?"
Sial bagi Hyden. Lenora benar-benar memancarkan auranya yang lebih berkilauan dan feromonnya menarik hama yang tidak diinginkan.
"Sayang, kau milikku."
Hyden menariknya ke dalam pelukannya dengan aman sambil memelototi semua orang yang mencoba mencuri kesempatan untuk melirik istrinya.
"Hyden? Ada apa denganmu?" Dia meletakkan tangannya di pinggang Hyden dan dengan patuh tetap berada di dalam pelukan.
"Tentu saja aku milikmu."
"Baik. Aku mencintaimu."
Ketika sedang mencium istri tercintanya, Hyden bisa merasakan seseorang yang sakit mata karena melihat adegan lovey-dovey mereka. Seorang yang dianggap b******n dengan kulit kecokelatan muncul dengan kekasih di belakangnya, mereka terlihat mesra tetapi mata yang menurutnya terkutuk itu tertuju pada kekasih hatinya.
Benar-benar orang ini. Jangan bilang dia masih ingin mengambil Lenora darinya.
"Hyden?"
Perhatiannya diambil kembali oleh orang yang dia cintai.
"Ya sayang?"
"Kau tidak mau menciumku?" Dia bertanya dengan wajah polosnya.
"Kau benar-benar." Hyden berkata dengan gemas, kemudian meletakkan ciuman di bibir Lenora yang menunggu. Sekaligus, dia ingin menunjukkan pada Carson bahwa dia sudah tidak memiliki kesempatan. Diantara mereka tidak ada celah untuk orang asing.
"Aku mencintaimu."
"B-bodoh!" Lenora berucap salah tingkah. Pipinya memerah.
"Kalian berdua. Bisakah berhenti saling menggoda? ” David yang datang berkata sambil menghela nafas. "Hyden, tidak ada yang akan cukup berani untuk mendekati Lenora, jadi berhenti berkeliaran di sini. Departemen bisnis ada di sisi lain kampus! ”
"Mengantar istriku ke kelasnya adalah kesenanganku." Hyden menjawab.
"Kau mungkin harus mendapatkan pacar juga, David" Lenora ikut menjawab.
"Hah ?" David bergumam keras.
"Itu ide yang bagus. Aku akan mengatur acara kencan untuknya dengan wanita yang aku kenal. "
"Hey !" David berusaha menyampaikan protes tapi sepertinya mereka berdua tidak peduli.
"Kau kenal banyak wanita?" Lenora bertanya.
"Tidak dengan cara yang kau pikirkan." Hyden menjelaskan. "Kau satu-satunya yang aku cintai dan aku ingin bersamamu selamanya."
Kulit Lenora menjadi merah padam hanya dalam beberapa detik.
Sangat menarik.
Mereka sudah melewati episode dramatis pada kehamilannya, sekarang dia cepat malu ketika Hyden menggodanya. Sangat menyenangkan bagi Hyden untuk melihat berbagai macam ekspresi Lenora dan ia menyukainya.