Hari ini aku kembali membantu Bunda di cafe setelah beberapa minggu di rumah aku memutus kan untuk kembali ke cafe menyibuk kan diri ku walau pun aku tahu akan ada kemungkinan besar Dia akan datang lagi ke sini, aku tahu aku belum siap bahkan walau hanya berpapasan dengan nya pun aku belum siap, Dia adalah cinta pertama ku sosok lelaki yang selama ini ku rindu kan satu-satunya orang yang paling ku cinta, bagai mana mungkin dengan begitu mudah aku melupakan nya semudah dia melupakan ku. Aku cukup sibuk hari ini karna banyak nya pengunjung cafe membuat ku lupa dengan sakit ku, aku sedang mengistirahatkan diri ku di ruang istirahat, seharian bekerja membuat kaki ku sungguh pegal-pegal, sambil memijat kaki ku yang terasa kram ku rogoh saku ku mengambil handphone ku yang sejak tadi terus bergetar, ku lihat banyak nya notifikasi dari Fathan dan obrolan grup, ku abaikan pesan Fathan, aku memilih membuka obrolan grup, k*****a satu persatu obrolan mereka ternyata akan ada reuni sekolah kami untuk tahun lulusan 2008/2009, 2009/2010, 2010/2011, deg deg deg deg bukan kah Fathan dan Arka lulus pada tahun 2008/2009 sedangkan tahun kelulusan ku 2010/2011, itu artinya kami akan bertemu di reuni sekolah yang sama, aku bingung antara senang atau tidak, ku buka pesan Fathan yang semua menanyakan tentang ku dan acara reuni sekolah, belum sempat ku buka semua pesan nya handphone ku berdering ku lihat nama yang terpampang di layar ku FATHAN PRAMUDYA ku geser tombol hijau
"Hallo Sya" Ku dengar suara Fathan dari sebrang sana
"Ya Than" Jawab ku
"Apa kau sudah baca obrolan grup sekolah kita?" Tanya nya pada ku
"Ya aku baru membaca nya"
"Apa rencana mu?"
"Aku belum memikir kan nya, bagai mana dengan mu Than?"
"Entah lah aku seperti nya tidak bisa hadir, aku baru mengambil cuty ku"
Aku terdiam dengan penuturan Fathan jika dia tak bisa hadir bagai mana dengan ku? Fikir ku
"Sya" Panggilan Fathan dari sebrang handphone membuyarkan kan lamunan ku
"Ya"
"Jangan datang tanpa ku Sya"
"Heemm aku tidak akan datang"
" Kau harus janji pada ku Sya, aku sungguh tak tenang di sini aku juga tak bisa pulang Sya" Fathan berucap dengan nada yang khawatir
"Ya aku janji, apa kau puas sekarang Pak Fathan yang terhormat" Canda ku pada nya agar dia tak perlu mengkhawatirkan ku
"Baik lah kalau begitu, ku tutup telfon nya, aku lembur hari ini, ingat pakai payung mu saat hujan Asya" Omel nya pada ku
"Iya bawel" Jawab ku sambil menutup telfon nya dia sungguh sangat posesif setelah kembali ke Yogyakarta
*****
Badan ku terasa sangat pegal hari ini, tapi perut ku sangat lapar, aku pun turun ke bawah melihat Bunda yang sedang memasak dan Papa ikut turut membantu Bunda menata meja makan sambil becanda, ahh sungguh pemandangan yang indah apa kah sebaik nya tak ku ganggu momen romantis Papa dan Bunda? Fikir ku, baru aku akan naik lagi ke atas Kriuk.. Kriuk.. Suara perut ku sungguh tak bersahabat
"Ngapain berdiri di situ Nak? Sini bantu Papa" Tegur Papa, membuat ku kikuk dan cengengesan sendiri sambil menggaruk kepala ku yang tak gatal, aku pun segera berjalan mendekat pada Bunda
"Thata bantu apa Bun?" Tanya ku pada Bunda setelah dekat
"Sudah duduk saja, ini sudah siap" Kata Bunda sambil membawa sup meletakkan kan nya di atas meja, Bunda dengan segera mengambil piring mengisi nya dengan nasi di berikan pada Papa juga setelah nya untuk ku, kami makan sesekali sambil bercanda suasana begitu hangat, aku sangat menyukai suasana ini, dulu saat bersama Arka aku tak memiliki cita-cita yang tinggi aku hanya memiliki cita-cita sederhana menikah di usia muda dengannya, menjadi ibu dari anak-anak nya dan menua bersama dengan nya saling menyayangi seperti Papa dan Bunda sekarang, tapi seperti nya cita-cita ku pupus sudah bahkan sebelum aku memulai nya, aku tertawa getir sambil menyuap kan nasi kuku. Makan malam kami sudah selesai aku
membereskan meja makan sedang kan Papa dan Bunda sudah lebih dulu pergi, Deerrrr..... Deerrrr.... Suara getar handphone menghentikan kegiatan ku, ku rogoh saku celana ku melihat siapa yang menelfon, nomor baru? Siapa ini? Fikir ku menerka,
"Kok gak di angkat handphone nya nak?" Tanya Bunda yang ternyata sudah ada di sebelah ku
"Ah ia Bun, nomor baru males ah Bun, paling orang kurang kerjaan" Jawab ku
"Siapa tahu penting" Kata Bunda lagi, ia juga fikir ku
"Ya udah Thata ke atas ya Bun" Pamit ku pada Bunda dan langsung ku langkah kan kaki ku meninggal kan dapur menuju kamar setelah mendapat anggukan dari Bunda, ku pencet tombol hijau pada handphone ku dengan ragu-ragu aku menjawab panggilan itu
"Halo.. " Sapa ku pada penelfon di sebrang handphone ku dengan ragu
"Halo Tha... "
Ku dengar suara seorang perempuan dari sebrang handphone, aku mengerut kan kening tak mengenali suara itu
"Dengan siapa?" Tanya ku ragu
"Aku....., ini aku Bunga Tha"
Bunga??? Bunga teman SMA ku dulu? Aku bertanya dalam hati
"Bunga??? Bunga Anggraini??" Tanya ku lagi memperjelas
"Ya Tha,, apa kabar mu Thata?"
"Aku baik Nga,, bagai mana kabar mu?? Ah ya dari mana kau dapat nomor ku Nga?"
Aku bertanya dengan sangat antusias, karna sebelum aku mengenal Fathan Bunga adalah orang yang tahu diri ku luar dalam, Bunga adalah sahabat terbaik ku sejak kami masih duduk di bangku sekolah dasar, tapi karna insiden putus nya Bunga dan Fathan saat itu membuat Bunga menjauh karna selalu ada Fathan disisi ku, hubungan kami semakin jauh ketika ternyata setelah lulus sekolah Bunga bertunangan dengan seorang lelaki yang di katakan Bunga kalau lelaki itu adalah pilihan ayah nya dan Bunga terlihat bahagia menerima perjodohan itu, hari itu adalah hari di mana hati Fathan sangat terluka, dia tertunduk dengan tangan yang terkepal saat kami menghadiri acara pertunangan Bunga, hari itu adalah hari di mana Fathan menetes kan air mata nya di hadapan ku untuk pertama kali.
"Alhamdulillah kalau diri mu baik-baik saja Tha, aku juga alhamdulillah baik-baik juga, aku mendapat nomor mu dari grup sekolah kita, aku melihat beberapa nomor baru di masuk kan dalam grup, salah satu nomor ku lihat foto mu, aku langsung menyimpan nya dan menghubungi mu Tha" Bunga menjelaskan kan panjang lebar,
setelah aku memutus kan pergi ke Yogyakarta dulu aku memang memutus semua kontak dengan teman-teman di jakarta, aku bahkan keluar dari grup sekolah kami, aku baru masuk ke grup saat kak Farah bilang kalau Arka sudah di jakarta sejak dua tahun lalu, ku bujuk Fathan agar memasukkan kan nomor ku pada ketua grup yang awal nya sudah jelas mendapat protes dari Fathan.
"Aku merindukan mu Thata" Lanjut Bunga dengan suara yang sedikit serak
"Aku juga merindukan mu Bunga" Aku sungguh berkata jujur aku memang merindukan Bunga sahabat ku yang periang ini
"Mari kita bertemu di acara reuni sekolah kita nanti Tha, Banyak hal yang ingin ku tanyakan pada mu" Kata nya senang
Aku terdiam dengan penuturan nya, aku sudah berjanji pada Fathan untuk tidak hadir ke acara reuni itu tanpa nya, aku bimbang tapi aku sangat merindukan Bunga, aku juga punya banyak hal yang ingin ku tanyakan pada nya.
"Halo Tha" Panggilan Bunga dari sebrang handphone mengagetkan ku dari lamunan ku
"Ya Nga, aku akan mengusahakan nya nanti" Jawab ku dengan ragu
" Baik lah kalau begitu, sampai jumpa di acara reuni sekolah Tha, aku sungguh tidak sabar, assalamu'alaikum Tha" Kata Bunga dengan penuh semangatnya
"Waalaikum salam" Jawab ku tak bersemangat dan memutus kan panggilan Bunga, bukan aku tak bersemangat berjumpa Bunga, sejujur nya aku sangat senang akan bertemu dengan nya tapi kenapa harus di acara reuni itu, aku takut jika Arka juga ada di sana, dan itu pasti sudah jelas Arka di sana dia juga lulusan sekolah itu walau pada saat-saat kelulusan dia menghilang seperti di telan bumi, entah lah ku pasrah kan semua pada takdir apa pun yang terjadi, siap atau tidak siap cepat atau lambat semua akan tetap berjalan sesuai takdir aku hanya perlu mengikuti kemana takdir ku membawa pergi hati ku, jika pun aku harus terluka biar lah, agar hati ku jerah untuk menentang takdir ku sendiri masih terus menunggu nya yang bukan takdir ku.
BERSAMBUNG.......