Aku mengenakan gaun sederhana panjang selutut berwarna putih berlengan tiga perampat, ku biarkan rambut hitam ku tergerai indah dengan jepitan mutiara bergambar bintang di atas poni kanan, ku oleskan lipstik pink di bibir ku agar terlihat natural tak berlebihan sentuhan terakhir ku semprot kan parfum dengan wangi kesukaan ku, ku kenakan juga tas dan flatshoes senada dengan gaun yang ku kenakan, ku turuni tangga setelah merasa puas dengan penampilan ku
"Cantik nya anak Bunda.... " Kata Bunda yang melihat ku menuruni anak tangga
"Papa akan jadi Bodyguard Tuan Putri malam ini... " Kata Papa yang tersenyum hangat pada ku, aku pun tersenyum manja dengan penuturan Papa dan langsung memeluk cinta pertama ku, Papa adalah sosok lelaki pertama yang paling aku cintai, Dia selalu mampu membuat ku tenang dan nyaman dalam ke adaan apa pun
"Thata di antar supir aja ya Pa... " Pamit ku masih dalam pelukan Papa, Papa merenggang kan pelukan nya dengan masih memegang bahu ku sambil mengusap lembut pucuk kepala ku
"Thata sudah besar Pa jangan perlakukan dia seperti Putri kecil Papa dulu yang saat akan pergi ke mana-mana harus Papa gandeng tangan nya takut hilang" Canda Bunda pada kami
"Dia tetap Putri kecil Papa bahkan sampai dia menikah nantinya pun dia masih akan tetap sama di mata Papa dia princess mungil kesayangan Papa" Kata Papa yang membuat ku sungguh terharu dan makin menenggelamkan diri ku dalam pelukan hangat Papa
"Sudah-sudah,,, jangan lunturkan make-up nya Pa ini sudah hampir jam delapan biar Thata pergi" Kata Bunda menyudahi momen haru ku
"Ya sudah hati-hati di jalan Princess kalau ada apa-apa hubungi Papa heuumm" Papa merenggang kan pelukan nya dan menggandeng ku berjalan menuju depan yang di ikuti Bunda dari belakang dengan senyum hangatnya melihat kedekatan ayah dan anak di hadapan nya
"Ya, Thata pamit pergi ya Bun, Pa" Pamit ku setelah berada di mobil dengan sopir kepercayaan Bunda sambil ku lambaikan tangan ku yang juga di balas Papa dan Bunda dengan lambaian tangan mereka kompak
******
Sesampainya di depan sebuah hotel mewah berbintang tangan ku terasa dingin, aku juga gugup melihat keluar jendela kaca mobil, tamu yang sudah berdatangan yang hampir rata-rata masih dapat ku kenali wajah mereka, ku ambil handphone ku ketik kan nomor Bunga yang sudah ku simpan beberapa hari yang lalu, setelah pembicaraan ku hari itu dengan Bunga akhir nya ku putus kan untuk hadir di acara reuni sekolah kami.
"Bunga apa kau sudah datang??"
Ku ketik kan pesan pada Bunga memastikan kalau dia memang hadir di sini, jika tidak maka aku lebih memilih pulang saja, karna sejujur nya jika bukan Bunga yang meminta ku hadir aku tak akan hadir di sini sekarang, aku masih belum siap untuk bertemu Arka walau kesempatan bertemu dengan nya sangat kecil tapi ketakutan ku begitu besar, Dia orang penting bisa saja dia ada urusan penting sehingga tak dapat hadir seperti Fathan, mengingat nama Fathan aku sungguh sangat bersalah pada nya karna membohongi nya tentang kehadiran ku di acara sekolah ini, aku hanya tak ingin membuat dia mengkhawatirkan ku jika ku kata kan pada nya Bunga yang meminta ku untuk datang bukan kah sama saja aku membuka kembali luka di hati nya yang sudah lama dia coba lupakan,,
"Huuuffffff.... " Ku hela nafas ku berat
"Apa nona baik-baik saja?" Tanya mas Seto sopir Bunda pada ku karna mendengar helaan nafas ku gusar
"Ya saya baik-baik saja, hanya menunggu seorang teman" Ku katakan pada nya agar tak mengkhawatirkan ku, ku lihat dia menganggukkan kepala nya tanda mengerti
Kkliingg... Satu pesan masuk dari Bunga, dengan segera ku buka pesan itu
"Ya, aku sudah di dalam, di mana kau?? Apa perlu ku jemput???"
"Tidak perl..... " Ketikan pesan ku terputus karena satu panggilan masuk dari Bunga segera ku angkat telfon nya
"Halo Bunga"
"Hey apa perlu ku jemput??"
"Tidak, aku akan ke sana"
Masih sambil berbicara dengan Bunga di telefon aku turun dari mobil dan berjalan sesuai arahan dari Bunga, sampai lah di sebuah taman hotel yang cukup luas dan sudah di dekorasi sangat indah dengan lampu kerlap-kerlip berwarna warni, aku terpukau melihatnya, siapa yang memiliki ide seindah ini fikir ku dalam hati acara ini jadi terlihat santai dan bebas tidak seperti acara-acara reuni yang ada dalam benak ku terlalu formal dan biasa nya akan di jadikan ajang pamer,
"Aku sudah melihat mu"
Tiba-tiba suara di handphone mengagetkan ku dari kekaguman dengan tempat acara ini, aku sampai lupa sedang berbicara dengan Bunga di handphone, ku lihat Bunga melambaikan tangan nya pada ku, aku segera menghampiri nya dan mengakhiri panggilan telfon nya, Bunga langsung memeluk ku erat setelah aku sampai di hadapan nya, aku pun juga membalas pelukan Bunga dengan hangat, aku sangat merindukan nya lihatlah dia sudah semakin berisi sekarang, sangat jauh berbeda ketika sekolah dulu
"Aku merindukan mu" akunya masih memeluk ku
"Aku juga" Kata ku pada nya, di lepas nya pelukan ku dan menarik ku ke sebuah kursi yang sudah di sedia kan, banyak hal yang di tanyakan nya pada ku, kami pun membicarakan semua yang ingin kami bicara kan,, berapa tahun tak jumpa membuat aku dan Bunga melupakan inti dari acara reuni ini kami tak perduli lagi dengan sekitar bertemu dengan Bunga sama seperti anak kecil yang menemukan mainan kesukaan nya dunia yang terasa seperti milik kami berdua.
"Ah ya selamat untuk mu" Kata bunga tiba-tiba yang ku tanggapi dengan kerutan di dahi ku tak mengerti dengan ucapan nya
"Selamat untuk apa?" Tanya ku tak mengerti
"Selamat untuk.... " Kata-kata Bunga terputus karena suara pembawa acara oleh kakak kelas kami dulu kalau aku tak salah mengingat sedang membuka acara dan memberi sepatah dua kata dan susunan acara reuni malam hari ini
"Di malam hari yang berbahagia ini kita berkumpul dalam rangka menjalin silaturahmi yang sudah lama terputus karna kesibukan kita masing-masing untuk masa depan yang dulu kita cita-cita kan ketika duduk di bangku sekolah, untuk mempererat persaudaraan makan mari sama-sama menikmati reuni ini dan meramai kan acara pada malam hari ini dengan suka ria, dan ucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada pemilik hotel xxxx yang sudah berkenan menyediakan tempat yang sangat istimewa ini mari kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah kepada CEO atau teman sekaligus kakak kelas kita beberapa tahun lalu ini Dia Arkana Mahardhika Suseno"
Proookkkk proookkkk proookkkk proookkkk
Suara tepuk tangan meriah menyambut sosok lelaki berperawakan tinggi dengan wajah tampan bak aktor Korea selatan yang sedang berjalan menuju podium yang sudah di sediakan dengan gagah dan berwibawa, banyak di antara para wanita yang bersorak dan saling berbisik memuja kesempurnaan sosok pengusaha muda, tampan juga kaya yang sudah pasti menjadi idaman bagi para wanita,
Degdeg degdeg jantung ku seperti akan copot dari tempat nya ku remas kuat gaun ku dan menenggak habis jus yang dari tadi ku biar kan di atas meja, melihat nya membuat ku haus dan gerah rasa nya aku ingin pulang.
"Apa kau baik-baik saja Tha??" Bunga bertanya pada ku, aku menggeleng pada nya
"Aku tidak baik-baik saja Bunga, bisa kah kita bertemu di lain hari saja??,,, aku harus pulang sekarang Bunga" Ku katakan pada nya jujur, aku memang selalu tak baik-baik saja bila bertemu dengan nya, aku sedang dalam proses merelakan nya bertemu dengan nya hanya akan menggagalkan kan misi ku sendiri, ku lihat Bunga mengerut kan dahi nya
"Apa sebenarnya yang terjadi pada mu Tha?" Bunga bertanya pada ku
"Tak bisa ku jelas kan di sini Nga" Mata ku sudah berkaca-kaca menahan perasaan yang sangat menyesakkan, ku ambil tas ku melangkahkan kaki ku pergi dari keramaian yang menyesakkan,
Ku henti kan kaki ku setelah jauh dari lokasi acara itu, ku pukul kuat d**a ku yang sesak aku seperti kehabisan oksigen dalam tubuh ku tes tes tes tes air mata ku jatuh begitu saja
"Tha ......" Satu sentuhan di bahu ku dan suara panggilan itu sangat mengejutkan ku "apa yang terjadi sebenarnya??? " Lanjut Bunga bertanya dengan suara yang lembut menatap haru pada ku, tak mampu lagi rasa nya lidah ku bicara aku tertunduk dengan air mata yang semakin deras, ku rasakan Bunga memeluk ku den menyapu lembut bahu ku, tangis ku semakin tumpah dalam pelukan nya
Hiks...... Hiks...... Hiks..... Hiks.....
Tak ada yang ku sesali, semua awal dan akhir bersama nya adalah takdir dari sang Pencipta mungkin Dia sedang merencanakan sesuatu yang lebih indah untuk hidup ku di masa depan.
Aku sudah bertemu dengan orang yang tepat tapi mungkin di waktu dan momen yang salah.
BERSAMBUNG.......
HAPPY READYNG BUAT PARA PEMBACA SEMOGA SELALU SUKA DENGAN CERITA DI ATAS DI HARAP KAN UNTUK MEMBERI KOMENTAR DAN ULASAN YANG BAIK YA UNTUK MEMBERI SEMANGAT PADA PENULIS ?SALAM HANGAT DARI PENULIS UNTUK PARA PEMBACA SETIA?