Anindira Maheswari
Aku menatap layar LCD besar yang tergantung di salah satu dinding area kedatangan, memastikan pesawat dari Jakartadengan nomor penerbangan yang Aga sebutkan di pesannya tadi, sudah mendarat di Bali.
Senyum lega bercampur bahagia terukir di bibirku saat aku bisa menangkap bayangan Aga berjalan keluar dari pintu kedatangan. Kakiku melangkah cepat menghampirinya dan aku bahkan tidak peduli dengan kumpulan orang di dekat kami saat aku melompat ke dalam pelukannya.
Senyum Aga sirna saat tubuhku mendarat di pelukannya dan membuat tubuhnya terdorong sedikit ke belakang.
"Anin." Bisiknya dengan kelopak mata sedikit melebar.
"Makasih karena kamu baik-baik saja. Maafin aku ya." Kataku dengan kepala yang membenam di lehernya.
"Aku juga salah. Aku juga minta maaf." Balasnya. P