Sesaat setelah Alta mengantarkan Lea menuju tempat tujuannya, kini dirinya telah tiba tepat di pelataran kantor di mana sang kakak telah menunggunya.
Sekejap dirinya tampak terpaku manakala dirinya melihat keributan yang tengah terjadi tak jauh di depannya. Perasaan Alta tampak begitu kacau ketika dirinya menangkap sebuah suara yang sangat familiar di kedua telinganya.
"Apa yang terjadi di sini, brother?" tanya Alta dengan rasa bingung dan entah mengapa sedikit ketakutan akan tekanan yang diberikan oleh Alchra kepadanya.
"Tu-tuan muda Alta! Tuan muda Alchra tengah mencari seorang wanita yang baru saja pergi, Tuan muda," jelas salah satu pegawai yang tampak begitu ketakutan.
"Siapa yang dia cari?"
"Seorang pegawai baru bernama Cleallen Jhansen, Tuan muda."
Kini semua sudah jelas bagi seorang Alta untuk mengetahui apa yang tengah terjadi dengan sang kakak dan sikap Lea tadi. Dan kini, sebuah pertanyaan kembali menghampiri Alta manakala dirinya berpikir, 'Jika dia sudah tahu, lantas mengapa dia kabur dari Alchra?'
Dengan segera, Alta menghampiri sang kakak yang sudah mengeluarkan aura Alpha-nya yang mampu membuat semua orang di sana merasakan perasaan dingin yang menusuk hingga ke dalam setiap sendi tubuh mereka.
"Alchra! Aku tahu ke mana dia pergi. Jika kau ingin pergi menemuinya, setidaknya hilangkan terlebih dahulu aura membunuh mu itu jauh-jauh!" ujar Alta menghampiri Alchra yang berdiri diam dengan mata yang menyorot tajam setiap orang miliknya yang tengah berkerja sesuai perintahnya tadi.
"I don't wanna play with you, Alta! Pergi dari hadapanku sekarang!" perintah Alchra dingin dengan nada yang terdengar sedikit tinggi.
"Cleallen Jhansen. Dia adalah wanita yang selama ini aku maksudkan, Alchra. Jika kau tidak percaya, silahkan tanya pada Bryan yang selama ini selalu berada di sisiku. Artem's Pack, did you forget about it?" ucap Alta dengan ekspresi serta nada yang tak kalah serius dibandingkan sang kakak.
Untuk sesaat, Alchra tampak tersentak kaget ketika dirinya mendapatkan sebuah fakta yang cukup mengejutkan untuknya.
"Jika kau benar-benar ingin bertemu dengannya, segera ikuti aku! Aku tahu ke mana dia pergi saat ini," cetus Alta melanjutkan ucapannya manakala dirasa kakaknya tidak menunjukkan sedikit pertanda untuk membuka suaranya.
"Tunjukkan jalannya!" perintah Alchra dingin dengan tatapan tajam penuh ketegasan di balik tatapannya.
Mendengar perintah dari sang kakak sekaligus sosok yang ia hormati, Alta mulai berjalan menuju mobilnya diikuti oleh Alchra dan para orang kepercayaan mereka pergi meninggalkan kantor itu.
Dan tanpa mereka semua sadari, roda yang semulanya dihentikan secara paksa mulai menunjukkan gerakan perlahan untuk dapat kembali berputar sesuai takdirnya.
***
Saat ini, Lea, Marry dan sang putri tengah berjalan menuju tempat pusat para lifeguard bekerja dengan tangan J yang sudah penuh dengan beberapa bunga mawar yang nantinya akan di berikan kepada para lifeguard yang bekerja sebagai bentuk apresiasi mereka kepada para lifeguard yang bekerja.
Di ketuknya pintu itu sebelum di buka oleh Marry untuk mempersilahkan si kecil Jacqueline untuk masuk terlebih dahulu.
"Hai!" Sapa Marry yang tampak sudah sangat membaik kepada mereka semua yang di sambut oleh senyuman lebar oleh beberapa lifeguard yang berada di sana.
"Hai! Gimana keadaanmu sayang?" Tanya seorang wanita yang juga berada di sana dengan pakaian biru kebanggaan mereka kepada si kecil Jacqueline.
"Baik! Terima kasih aunty sudah menolongku!" Ucap J dengan penuh semangat sambil memberikan seuntai mawar merah kepadanya.
"Aw! Terima kasih sayang," Ujar wanita itu setelah mendapatkan mawar merah dari gadis manis itu diikuti oleh beberapa lifeguard yang juga tampak sangat bahagia disana.
"Terima kasih sebelumnya karena sudah menyelamatkan baby J dan juga menenangkan sahabat saya. Sebagai ucapan terima kasih kami, kami juga membelikan kalian beberapa box pizza untuk kalian makan selagi bertugas disini." Ujar Lea dengan senyum sambil memberikan beberapa box yang ia bawa serta beberapa botol soda yang berada di pembungkus yang di bawa oleh Marry.
"Sebenarnya tidak perlu repot-repot seperti ini untuk memberikan hal ini kepada kami. Sungguh kami menolong si kecil Jacqueline dengan ikhlas dan juga karena itu adalah tugas utama kami disini." Ujar Jhonny yang juga berada di sana sambil menatap Marry yang saat ini tengah menggendong Jacqueline dan Lea secara bergantian.
"Sekali lagi kami ucapkan ter-"ucapan Lea terpotong oleh pintu yang ketika mereka masuk sudah mereka tutup kembali terbuka namun kali ini di buka secara paksa.
"Wow! Keep calm bro!" Ujar salah seorang lifeguard yang juga baru saja datang bersamaan setelah pintu itu di buka.
Sesaat setelah pintu itu dibuka, Lea mencium aroma yang mampu membuatnya mabuk seketika dan sekaligus aroma yang selama ini sudah berusaha ia hindari kedatangannya.
Tubuhnya tampak sangat tegang dengan mata yang telah tutup rapat-rapat. Hanya satu kalimat yang terpikirkan olehnya kini, 'Sudah terlambat.'
Sesaat setelah pintu dibuka secara paksa, terdengar sebuah pekikan terkejut yang terdengar sangatlah familiar di telinganya, "Lea!"
"Ikut saya!" ucap suara lain dengan nada datar dan penuh aura intimidasi sambil menarik tangan Lea keluar dari ruangan itu yang tentu saja menuai banyak pertanyaan dipikiran mereka semua.
Tangan Lea terus ditarik hingga dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil Mercedes Maybach S650 pullman berwarna hitam yang telah kosong hingga menyisakan mereka berdua di dalam sana yang tentunya dengan suasan tegang yang terpancar jelas di sikap keduanya.
"Kamu tahu siapa saya?" tanya Alchra dengan nada dingin atau lebih tepat disebut dengan sebuah pernyataan dibandingkan sebuah pertanyaan.
"King," ujar Lea lirih, tampak takut dengan aura tak bersahabat yang dikeluarkan oleh Alchra yang kini berada tepat di sebelahnya.
Sesaat setelah mendengar suara Lea yang bergetar karena takut, wajah Alchra yang awalnya menegang dengan perlahan mulai tampak melunak dan kembali menatap Lea dengan tatapan lembut yang terpancar dari dua manik birunya yang terlihat bagaikan hamparan lautan.
"Mate," ujar Alchra sambil mengelus sisi sebelah kanan wajah Lea guna menenangkan Lea yang perlahan mulai tampak tak ketakutan lagi.
"Kau tahu sudah berapa lama aku menanti hal ini sejak dulu? Aku selalu mencarimu dan pada akhirnya ternyata kau berada di sini dan juga orang yang diceritakan oleh saudara laki-lakiku sendiri ternyata adalah mate ku yang selama ini ku cari. Bukankah itu sangat lucu Mate?" Tanya atau lebih tepat disebut dengan pengakuan yang di berikan oleh Alchra dengan nada sendu yang terdengar sangat jelas di telinga Lea yang mampu membuat Lea merasa besalah pada detik itu juga.
"Maaf. Maaf karena telah berusaha menghindari mu selama ini. Maaf karena hal itu menyakitimu secara tidak langsung. Maaf," Sesal Lea dengan setetes air mata penyesalan keluar dari manik abu-abunya itu sambil menatap penuh dengan rasa bersalah ke arah Alchra yang saat ini memilih untuk membawa Lea ke dalam pelukannya lebih dalam.