Aroma alkohol, rokok hingga vape tercium baik di hidung mancung milik Lea tak kala ia melangkahkan kakinya masuk ke tempat yang penuh dengan godaan duniawi yang di anggap sebagian besar orang sangat 'luar biasa'. Suara bising musik yang di perdengarkan di dalam Club tempatnya berada seakan mampu menulikan pendengarannya mana kala dirinya terus masuk semakin dalam ke dalam tempat yang di penuhi oleh orang-orang.
Matanya terus bergerak liar mencari beberapa temannya yang memang telah terlebih dahulu tiba di club malam yang sempat mereka atau lebih tepatnya Marry janjikan tadi. Dengan langkah yang setengah hati, dia terus melangkah tanpa memperdulikan beberapa pasangan yang saat ini tengah asik 'making out' tanpa menghiraukan keramaian yang terjadi di sekitar mereka seolah ini merupakan hal biasa yang sering mereka lakukan disana.
Hingga mata abu itu terpaku pada seorang laki-laki yang tengah berciuman 'panas' dengan wanita lain sedangkan beberapa wanita di sekitarnya tengah asik membicarakan sesuatu dengan gelas yang berisi cairan berwarna keemasan dan bening itu di tangan mereka.
"Ouw baby! Get some room rigth now! It's to 'hot' Andrew!"decak suara Lea tak kala ia mendekat ke arah mereka dan mengambil tempat tepat di sebelah Marry yang saat ini atensinya beralih ke pasangan itu.
"Shoot! You make me want to do that right now! Cepatlah cari hotel atau kamar di lantai atas sana!"ucap Marry yang kali ini angkat bicara tanpa merasa aneh dan jijik ketika melihat pasangan itu semakin berciuman panas tanpa menghiraukan decakan dari Lea barusan.
"Jika kau ingin, segeralah cari laki-laki di lantai dansa sana! Tak perlu menghiraukan kami disini! Anggap saja kami tidak ada bersama kalian! Benar bukan babe?"jawab Andrew sesaat setelah ia memutuskan ciuman 'panas' itu sambil menatap tajam Marry yang tentunya di balas dengan tatapan yang tak kalah tajamnya dari dirinya.
"Sudahlah! Kita datang kali ini untuk merayakan hari pertama Lea masuk kerja bukan? Kenapa kalian malah bertengkar tentang mencari kamar segala sih?!"lerai Tracy, seorang wanita dengan pakaian yang bisa dikatakan sangatlah terbuka dengan rambut hitamnya yang ia kuncir tinggi-tinggi mempertontonkan leher jenjangnya serta make up yang bisa dikatakan sempurna dengan penampilannya malam ini.
"Oh iya! Selamat ya Lea atas hari pertama kerjamu,"ucap Draksie, pasangan Andrew yang turut hadir malam ini dengan Andrew yang tampak setia melingkarkan tangannya ke bahu wanita cantik itu.
"Thank you Draksie! Oh iya, Lilly kemana? Aku dari tadi tidak melihat batang hidungnya sedikitpun sejak aku tiba disini,"tanya Lea sambil menatap satu persatu sahabat dekatnya selama 4 tahun ia berada di negara asing ini sendirian.
"Kamu menanyakan Lilly? Yang benar saja! Mungkin saja saat ini ia tengah bersenang-senang dengan entah laki-laki di atas sana. Semoga saja dia bisa mendapatkan satu pasangan yang tepat sehingga ketika kita mengunjungi apartemennya nantinya tidak lagi khawatir dianggap sebagai pasangan one night stand nya lagi,"keluh Jhoanna, wanita yang mengenakan pakaian yang lumayan tertutup sama dengan Lea sambil menyeruput minuman berwarna bening yang berada di gelasnya.
"Oh ayolah! Apa di antara kita semua hanya aku dan Lea yang tidak pernah membawa laki-laki atau wanita ke kamar kami? Ugh! Sepertinya aku dan Lea salah memilih teman disini! Ugh!"lanjut Jhoanna yang kali ini menatap jengah wajah Andrew, Tracy, Draksie dan Marry bergantian.
"Hey! Itu normal kali! Itu menandakan jika kami masihlah seorang manusia yang membutuhkan seseorang di hidup kami!"sanggah Tracy dengan nada menggoda yang sama sekali tak tersinggung dengan ucapan Jhoanna yang memang sudah terlalu sering mereka dengar.
"Tapi jujur! Di antara kita disini yang masih tahan lama hubungannya cuman Andrew dan Draksie saja. Sudah berapa lama mereka bersama? 3 tahun? Atau lebih?"celetuk Marry sambil meminum minuman beralkohol yang tersedia diatas meja tempat mereka berkumpul kini.
"Lebih tepatnya 3 tahun 7 bulan my dear! Jangan mengurang-ngurangi jumlah hari kami bersama."sahut Draksie angkat bicara mana kala dirinya mendengar ucapan salah satu teman dekatnya itu.
"Ya! Ya! Ya! Terserah kalianlah! Yang memiliki hubungan juga kalian bukan?!"ucap Marry sedikit kesal sambil terus minuman keras miliknya.
Lea yang melihat keributan yang di timbulkan para teman dekatnya itu hanya mampu menggelengkan kepala dengan senyum penuh rasa bahagia sambil meminum segelas vodka yang telah di pesankan oleh para sahabatnya khusus untuk dirinya.
"Oh iya! J kamu titipin ke siapa? Kamu nyewa orang? Atau kamu titipin ke Ken?"tanya Tracy tiba-tiba pada Marry ketika dirinya tersadar dari ingatannya tentang putri tunggal sahabatnya itu.
"J? Ah! Tadi sore ibu ku datang ke apart buat nengok cucu satu-satu nya itu dan yah! Karena itu aku bisa keluar dengan bebas kemari."jawab Marry sambil mengingat ingatannya melihat kondisi dirinya yang sudah setengah mabuk karena dirinya terlalu banyak menenggak minuman keras itu.
"Gimana sama Ken?"kali ini Jhoanna yang bertanya sambil menatap Marry dengan kerlingan nakal yang muncul di mata dengan manik amber itu manakala mengingat sahabatnya itu tengah dekat dengan pria setelah hubungan terakhirnya yang berjalan sangatlah buruk. "Ken? Ah! kami tidak memiliki hubungan spesial sedikitpun."
"Benarkah?"kali ini giliran Andrew yang menggoda wanita beranak satu itu.
Mereka terus-menerus meributkan hal itu tanpa menyadari tubuh Lea yang tiba-tiba menegang kaku ketika dirinya menyadari sensasi aneh pada tubuhnya dan aroma memabukan yang tercium begitu kuat pada hidungnya seolah menjadi alarm tentang keberadaan seseorang yang selama ini telah ia hindari sebaik mungkin.
'Oh my gosh! A-apa ini dia?'batin Lea bertanya bingung sambil sesekali mengedarkan pandang ke sisi lain seolah tengah mencari keberadaan sesuatu yang mampu menggelisahkan otak dan hatinya dalam waktu bersamaan.
Dirinya terus terlena dengan sensasi itu sambil teru-menerus mencari sosok yang sudah lama ia hindari sambil berusaha membangunkan dirinya sendiri untuk segera bangkit dan pergi dari tempat yang mampu membuat dirinya merasa bukan menjadi dirinya ini.
"Lea! Dari tadi kita panggil kok gak ngebales?! Kenapa? Kamu kok kelihatan bingung gitu? Kamu cari siapa sih?!"tanya Marry geram diikuti pandangan bertanya yang di berikan oleh para sahabatnya yang lain yang kini tengah memusatkan pandangannya pada Lea seolah menyiratkan pertanyaan yang sama dengan yang di lontarkan oleh Marry.
Lea yang mendapatkan pertanyaan itu dengan tiba-tiba tampak begitu gugup sambil matanya yang terus-menerus melirik kesana kemari dengan tidak tenang berusaha menenangkan diri dan menatap seluruh sahabatnya itu.
"Ti-tidak! Aku hanya sedikit lelah mengingat pekerjaan di hari pertamaku yang sedikit lebih banyak dari yang ku duga,"dalih Lea dengan wajah yang berusaha ia buat sesantai mungkin agar tidak di curigai oleh sahabat-sahabatnya itu.
"Beneran?"kali ini Andrew yang menanyakan hal itu dengan penuh tatapan curiga yang ia arahkan pada sahabat wanitanya itu. "Bener!"
"Mmm...kurasa aku akan pulang terlebih dahulu mengingat besok aku masih harus tetap bekerja,"ucap Lea sambil mengemasi barang-barangnya yang sempat ia atau temannya keluarkan dari tas jinjing berwarna putih miliknya.
"Aku ikut! Bagaimanapun juga ibuku sekarang sedang berada di apartment-ku. Jika aku tidak pulang hari ini pasti besok akan menjadi hari yang cukup amat panjang untukku mendengarkan omelannya di usia ku yang sudah berkepala tida ini."sahut Marry dengan mata sayu miliknya yang menandakan jika dirinya sudah meminum terlalu banyak minuman alkohol itu.
"Aku juga! Tidak ada gunanya aku terus-terusan berada disini dan melihat mereka melakukan s*x tepat di depan mataku!"sahut Jhoanna yang turut menimpali ucapan Marry barusan.
"Astaga! Kalian bertiga gak asik kalo soal ginian!"celetuk Tracy penuh rasa kesal menatap ketiga temannya yang sudah bersiap hendak kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.
"Baiklah! Kami pergi terlebih dahulu ya! Jika ingin pergi keluar bersama tinggal kabarin kapan waktunya oke?"pamit Lea mewakili Jhoanna juga yang masih dengan tampang ketusnya itu.
"Oke deh! Makasih ya Lea sebelumnya,"ujar Andrew tulus sambil mengangkat gelasnya seakan hendak melakukan adegan bersulang.
"Oke! Kami pamit duluan,"pamit Lea dengan senyum tulus yang terpancar di wajah cantiknya itu.
---
Sedangkan disisi lain dari club yang juga di datangi oleh Lea, tampak di suatu ruangan VVIP beberapa pria berjas tengah berkumpul membahas sesuatu tanpa kehadiran wanita penghibur yang memang dipekerjakan sebagai pelayan disana. Yang ada hanyalah 2 orang wanita dengan setelan kantor serta 3 orang pelayan laki-laki yang berada disana guna menuangkan minuman di atas meja para tamu 'istimewa' ini.
"Baik, jadi semua sesuai seperti apa yang kita bahas sebelumnya jika kerja sama kita akan di mulai 1 minggu lagi. Perwakilan dari perusahaan kami akan mulai mengunjungi perusahaan anda guna melakukan survei lebih jauh tentang pengalokasian dana dan segala urusan perdata lainnya. Dan setiap 2 minggu sekali kita akan melakukan rapat rutin guna mengetahui perkembangan mega proyek kita kali ini,"ujar pria yang di ketahui sebagai sekertaris atau tangan kanan pria yang berada tepat disebelahnya sambil menatap datar lawan bicaranya. "Baiklah Mr. Warth, besok kami akan mulai mengumpulkan."
"Seperti itu saja. Jika begitu kami permisi terlebih dahulu karena ada beberapa tugas lagi yang belum selesai kami kerjakan sebelumnya,"pamit pria itu sesaat setelah mendapatkan tatapan tajam dari sang atasan sekaligus sahabat dekatnya itu. "Jika seperti itu kami pergi terlebih dahulu Mr. Nicholas."
"Baik, silahkan."
Sesaat setelah mereka berpamitan atau lebih tepatnya sang tangan kanan berpamitan, ia dan sang atasan memilih untuk pergi keluar dari tempat dengan berbagai aroma menjijikan yang mampu tercium jelas di rongga hidung mereka yang memang sangatlah sensitif dengan bau apapun itu.
"King, sebelumnya Racly telah memberitahu saya jika pack Bloody Rose telah hancur dalam waktu satu malam dan hingga kini kita masih belum bisa mengetahui hal pastinya sebelum mata-mata kita di daerah itu kembali ke pack kita."ujar Cleon, sang tangan kanan kepada sang atasan dengan suara yang sedikit lebih rendah mengingat tempat mereka sekarang berada.