Seorang pria dewasa dengan setelan jas abu-abu membuka kacamata yang melekat di matanya saat mendengar ada ketukan pelan di pintu ruangan kerja yang saat ini ia tempati.
"Masuk..." Ucapnya sedikit berteriak.
Seorang pria dengan rambut rapi yang juga menggunakan setelan jas itu masuk ke dalam, di tangan kirinya terdapat sebuah koper.
"Selamat pagi, pak." Senyuman tipis mengukir di wajah pria tersebut, tanpa di persilahkan duduk ia menduduki salah satu dari dua kursi tamu yang tersedia di seberang meja panjang, "saya ingin melamar pekerjaan di perusahaan yang bapak pimpin." Lanjutnya lalu menaruh koper di atas meja, setumpuk uang yang terdapat dalam koper tersebut ia hadapkan ke depan pria yang berada di seberangnya.
"Namaku Oris Darel Tristan, aku tidak perlu bayaran apa pun atas pe