Gladys masih diam di meja makan. Menatap nanar makanan yang ada di depannya. Dirinya menghela nafas dengan panjang lalu mengacak rambutnya dengan frustasi. Gladys sangat tidak tahan dengan keadaan rumah tangganya yang jauh dari kata baik baik saja. Ia hanya menjalankan diri sebagai seorang istri. Namun dirinya tidak bisa melakukan hal lain seperti memiliki keturunan dengan Dave. Hal yang sangat di impikan pria itu setelah mereka menikah. Gladys menghela nafas panjang kembali. Semua kemelut pikiran itu benar benar menguras emosinya. Dua tidak bisa lama menikah dengan Dave jika memang seperti ini jalan cerita mereka. Gladys menginginkan kebebasan menjadi dirinya. Kebebasan mencintai bukan hanya di cintai. Keinginan menikah bukan keinginannya. Namun kenapa dia yang tersiksa? Kenapa dirinya yang harus menanggung beban rasa ini?
Gladys hanya ingin bahagia dengan pernikahannya. Sederhana. Mencintai dan dicintai oleh suaminya. Mempunyai anak dan rumah tangga yang tentram. Jika di katakan Dave adalah pria idaman, memang itu kenyataannya. Namun juga bukan itu bahagia Gladys. Mereka tidak saling mencintai. Hanya Dave yang cinta pada Gladys namun Gladys belum mencintai Dave.
Dan Gladys tidak tau sampai kapan itu akan terjadi.
-/-
"Pagi Princessssssssssss,"
Sapa pemuda tinggi yang benar benar membuat Gladys kadang kelimpungan melihat dirinya. Gladys mengangkat sebelah alisnya saat Daniel memberikan satu botol minuman padanya.
"Untuk lo! Semalam di hukum kan sama pak Asa? Mampus kan lo!"
"Anjing!"
Daniel tertawa sedangkan Gladys tetap menjaga aura wajahnya agar kelihatan dingin. Mereka berjalan berdampingan hingga tiba tiba Daniel memegang tangan Gladys. Gladys kaget dan inisiatif ingin melepaskan. Namun tetap saja Daniel memegangnya erat seakan melarang Gladys pergi jauh darinya. Gladys akhirnya diam saja dan tak berkutik sama sekali. Membiarkan tangannya tenggelam dalam tangan besar Daniel yang kekar. Tangan yang dulu semasa SMA selalu saja memegang tangannya.
Gladys ingat masa SMA dulu. Waktu itu jam pelajaran Fisika. Dimana setiap pelajaran tersebut mampu membuat Gladys ngantuk dan malas belajar di karenakan sudah di siang hari. Hingga entah ada angin apa, pelajaran Fisika naik menjadi jam pertama. Dan kebetulan gurunya yang masuk adalah pak Nanda. Pak Nanda terkenal kejam dan sangat di takuti hampir seluruh siswa di SMA Negara. Bahkan Gladys yang notabene murid kesayangannya tetap saja dimarahi jika melakukan kesalahan bahkan sekecil apapun itu.
Hingga suatu hari Gladys merasakan bahwa hari itu adalah hari yang sangat menyebalkan untuknya. Pada saat itu dirinya terlambat karena ia harus membantu ibunya memasak lontong untuk dijual pada pagi hari. Memang keluarga Gladys adalah keluarga sederhana yang memiliki usaha buka warung makan tapi untuk sarapan saja. Banyak tersedia berbagai makanan di sana. Namun pada hari itu, Gladys disuruh memasak lebih banyak lagi karena ada orang yang menginginkan lontong tersebut untuk acara arisan nya. Gladys yang harus membantu ibunya langsung bergegas bahkan ia lupa dengan tugasnya. Hingga pada malam harinya ia sangat mengantuk dan benar-benar melupakan itu. Ibunyasudah membangunkannya berkali-kali namun gadis itu tetap saja tidak mau bangun. Dan karena sudah lelah membangunkan putrinya tersebut, Ibu keluar rumah tanpa peduli lagi dengan anaknya. Gladys mempunyai kebiasaan buruk tentang tidur. Bahkan jika ada gempa sekalipun kalau tidak dibangunkan mungkin dia tetap akan tidur. Terlalu kebo dan sering membuat Ibu naik darah karenanya.
Dan pada hari itulah ia berjumpa dengan Daniel. Pemuda itu juga terlambat. Awalnya Daniel ingin cabut saja. Namun dia baru pertama kali melihat gadis secantik Gladys. Sebenarnya banyak gadis lain yang lebih cantik dari Gladys atau yang setara dengan Gladys bahkan yang dibawa Gladys namun tetap memiliki aura yang cantik dan manis banyak sih. Tapi pada saat itu dirinya langsung terpana melihat aura dingin yang dipancarkan oleh gadis tersebut. Gladys memiliki tatapan tajam namun sendu. Bibir merah merona tanpa ada sapuan lipstik sekalipun. Wajah yang putih namun cantik dengan pipi tirus layaknya seorang artis Korea. Benar benar bak Dewi yang diturunkan Tuhan untuknya. Bahkan Daniel cengengesan melihat gadis itu yang berusaha melompat-lompat untuk masuk ke dalam sekolah.
Daniel membantunya dengan berjongkok dan Gladys masuk ke dalam sekolah melalui gerbang belakang. Namun karena Gladys memakai rok, dirinya akhirnya menyerah karena dia sangat malu jika terlihat oleh guru yang tidak sengaja lewat nantinya. Dan untuk pertama kali dirinya bolos. Dan Daniel mengenalkannya pada dunia yang bahkan belum pernah ia tau belum pernah terpikirkan untuk menerobosnya. Gladys senang dengan dunia yang bahkan sejak dulu kala ia ingin datangi. Kehidupannya dari dulu selalu monoton. Belajar lalu membantu ibu kemudian berjualan lalu belajar kembali, sekolah dan seterusnya begitu tanpa ada kejadian yang paling berarti dalam hidupnya. Daniel mengenalkannya pada dunia yang bahkan hanya ada dalam impian nya saja.
Sejak saat itu Gladys dekat dengan Daniel. Namun, perbedaan agama yang ada pada mereka membuat keduanya tidak bisa bersama. Lebih tepatnya adalah ayahnya Gladys tidak menginginkan Daniel dalam hidup Gladys. Ayahnya menginginkan laki-laki yang taat agama dan bisa menjaga Gladys seutuhnya. Pemuda yang lebih tua dari Gladys namun tidak tua sekali. Lebih tepatnya pria yang sudah mapan dan kharisma. Mempunyai jiwa tanggung jawab yang besar dan memiliki kepribadian yang baik. Ayahnya melihat Daniel seakan adalah sosok liar yang tidak tahu aturan urakan. Baju sekolah yang tidak dimasukkan. Sepatu berwarna-warni, baju seragam yang dicoret-coret oleh gambar naga atau hewan lainnya. Katanya anak pemilik sekolah, tapi kenapa urakan seperti orang yang tidak diurus seperti begitu. Begitulah pemikiran Ayah Gladys tadi.
Namun sepertinya perjuangan mereka tidak bisa direstui selain oleh orangtua dan Tuhan. Setelah Gladys lulus SMA, gadis itu dinikahkan oleh seorang pemuda ada yang perkiraan lebih tua darinya dan terlihat lebih mapan juga bertanggung jawab. Daniel tidak tahu bahwa Gladys sudah menikah. Pernikahanini disembunyikan tanpa ada siapapun yang tahu dan hanya pihak keluarga saja yang tahu. Gladys perlahan-lahan menjauhi Daniel. Namun sepertinya semesta memang suka bermain-main. Hingga akhirnya mereka bertemu dalam satu universitas yang sama. Dan lucunya dalam kelas yang sama, dan jurusan yang sama. Duduk bersama dan sering dapat kelompok bersama juga. Kejadianitu membuat Gladys semakin frustrasi dengan perasaan yang semakin tinggi kepada Daniel. Ia sampai lupa bahwa ia memiliki suami yang harus ia cintai dan harus ia jaga hatinya. Ia mengingkari sebuah pernikahan yang seharusnya ia jalani dengan semestinya. Hingga pada akhirnya ia ingin menyerah dengan perasaan yang tidak berujung pada Daniel. Namun Daniel dan sifat keras kepalanya yang tidak bisa menjauhi garis walaupun sudah diusir berkali-kali dan dicaci-maki berkali-kali oleh Gladys.
Gladys putus asa dengan sikap Daniel. Hingga Dave juga hanya bisa melihat istrinya itu sering jalan dengan Daniel agar pemuda itu tidak curiga terhadapnya. Kadang Dave ingin bertanya kenapa gladis tidak mau mengatakan yang sejujurnya kepada denil bahwa mereka sudah menikah. Namun Gladys hanya diam seribu bahasa saat ditanya alasan mengapa dirinya tidak menginginkan Daniel tahu tentang pernikahannya.
Jawaban yang sudah pasti
Gladys masih menyukai Daniel bahkan sampai detik ini. Sampai mereka sudah menikah selama 4 tahun lamanya. Dave kadang muak dengan perasaan itu. Kadang muak dengan perilaku istrinya yang lebih mementingkan perasaan Daniel ketimbang perasaan dirinya. Ia tersiksa dengan perasaan yang selalu menggerogoti hatinya. Bagaimana dengan ikhlasnya dirinya melihat istrinya berjalan dengan Daniel di sebuah taman. Pelukan yang selalu Daniel berikan dan Gladys terima dengan hangat. Dave bisa memberikan pelukan itu dengan erat bahkan lebih hangat dari yang Daniel beri kepada Gladys. Namun hati mana bisa di buat sama. Beda dengan Daniel, pelukan dari Dave untuk Gladys seakan hanya menjadi formalitas dalam pernikahan mereka. Gladys tak menginginkan dirinya menjadi suaminya. Ia hanya mau Daniel yang menjadi pendamping hidupnya. Hanya Daniel yang ia inginkan dalam rumah tangga mereka. Hal yang mampu membuat Dave merasakan patah hati berkali kali karena perilaku istrinya tersebut.
Dave mencintai Gladys tanpa ada berniat meninggalkan wanita tersebut.