"Mom, Dad, ini Mic Navaro, teman Steve yang menerimaku selama aku berada di kota ini!" Bella memperkenalkan Mic saat mereka makan malam. "Mic, ini Mom dan Dad!"
"Mr. Shancez, Mrs. Shancez, selamat datang ke kediamanku! Maaf jika sambutanku sangat minimal! Pondokku terlalu sederhana!" Mic yang baru saja bertemu dengan mereka, mengangguk sopan sebagai ucapan selamat datang. Sikapnya anggun, membawa kewibawaan bak keturunan bangsawan.
Kendall mengamati lelaki muda di depannya dalam diam. Lelaki itu memiliki jejak luka di wajahnya yang tampak seperti kelabang mengerikan. Salah satu matanya mengenakan pelindung mata hitam seperti bajak laut.
Namun, meski begitu, ada keluwesan dan keanggunan bawaan yang lelaki itu miliki, bahkan tanpa ia melakukan apa pun. Ini seperti kualitas alami seseorang yang tak bisa dipalsukan. Melihatnya, Kendall jadi teringat macan gurun. Anggun, gesit, penuh kekuatan, mendominasi, bahkan hanya dengan berjalan santai.
Luka tidak mengurangi nilai lelaki itu sama sekali. Cacat tidak mempengaruhinya sama sekali. Justru luka-lukanya malah menunjukkan prestasi akan jejak kekuatan yang dihasilkan dari pertarungan di masa lalu.
Kendall menyipitkan mata, mengangguk kecil, seolah-olah telah menemukan lelaki dengan jenis karakter yang sama dengan dirinya sendiri. Ini tak berbeda saat macan bertemu macan. Masing-masing saling menimbang kekuatan dengan hati-hati.
"Jangan terlalu formal. Kau bisa memanggil kami Celine dan Kendall. Mic, aku telah mendengar beberapa hal tentangmu dari Steve! Kau telah membantu Bella dan menjaga keamanannya di rumahmu! Aku sangat berterimakasih atas itu!" Celine tersenyum ramah, mengucapkan semua itu dengan penuh ketulusan.
Bella tersenyum canggung. Beruntung Dad dan Mom datang ke sini saat Bella telah sembuh dari luka-lukanya dari serangan Jason. Jika Mom tahu, dia pasti akan menciptakan banyak keributan. Terkadang kasih sayang Mom membuat Bella tak berdaya.
"Aku tidak melakukan banyak hal untuk itu, Miss! Aku dan Steve teman lama. Sudah selayaknya kami saling membantu satu sama lain!" Mic tersenyum anggun, bahkan Bella terpesona olehnya.
Mic ini benar-benar licik. Dulu saat Bella datang ke rumah ini, dia disambut dengan tatapan sinis dan kata-kata sarkasme. Butuh waktu lama bagi Mic menerima Bella dan mengubah sikapnya. Tapi sekarang, lihat saja respon Mic pada Mom dan Dad. Laki-laki itu menyambut orang tua Bella dengan ramah dan sopan, sangat berbeda dengan kepribadiannya yang biasa. Bukankah ini terlalu munafik?
Bella menggertakkan gigi, sedikit kesal oleh sikap Mic.
Mic mempersilakan Celine dan Kendall untuk menikmati makan malam. Kali ini, karena Mic terlalu sibuk dengan pesanan pekerjaan yang ia terima, dia tak memiliki banyak waktu untuk memasak sehingga ia memilih memesan makanan untuk malam ini. Masing-masing memiliki porsi ekstra, sehingga Kendall yang suka menghabiskan banyak porsi di atas rata-rata tak perlu khawatir kekurangan.
"Makanan ini enak. Aku tak menyangka di tempat ini ternyata memiliki koki yang hebat!" Celine memuji saat ia menghabiskan hidangan ikan salmon.
"Aku memesannya di kedai dekat sini. Jika kau mau, aku bisa mengantarkanmu ke tempat itu besok, Miss!" Mic tersenyum ramah pada Celine, sikapnya sangat terbuka dan hangat.
"Karena aku dan Kendall akan berada di sini selama beberapa hari, tak ada salahnya kami berkeliling melihat lingkungan sekitar!" Celine menerima tawaran Mic dengan cepat. "Pasti banyak makanan lezat yang bisa aku coba!" Celine tampak bersemangat seperti anak kecil, melupakan kesedihannya saat pertama kali ia datang ke tempat ini untuk membahas pengkhianatan Ralph.
"Masakan Mic bahkan lebih lezat." Bella berbisik, menghabiskan makan malamnya dengan cepat.
"Apa? Masakan siapa yang lezat?" Celine yang hanya mendengar sebagian kata-kata Bella, menatap putrinya yang duduk di sisinya.
Meja makan didesain dalam bentuk bundar sehingga pengguna duduk melingkar. Celline duduk diapit Kendall dan Bella, sementara Mic duduk di sebelah Kendall, tapi memiliki jarak yang cukup lebar dari Bella.
"Keahlian Mic dalam memasak sangat bagus, meskipun ia sering mengolah menu rumahan sederhana!" Bella menunjuk Mic.
"Kau bisa memasak? Wow. Itu luar biasa!" Celline berbinar menatap Mic. Kekaguman dan pemujaannya tak bisa ditutup-tutupi. Kendall orang yang pintar memasak. Revel dan Steve, meskipun tidak terlalu ahli, tapi bisa dikatakan cukup bagus dalam hal itu.
Namun sayangnya, Celline dan Bella memiliki nilai minus dalam urusan dapur. Karena kekurangan inilah Celline selalu mengagumi orang yang bisa memasak. Mengetahui Mic jago dalam urusan dapur membuat Celine bersemangat.
"Mom, aku mengalami peningkatan dalam memasak! Setidaknya sekarang aku bisa menggoreng telur dengan normal!" Bella yang tak terima, langsung mengungkapkan prestasinya selama berada di sini. "Mic tak memiliki pengurus rumah tangga. Sekarang aku terbiasa mengurus diriku sendiri. Aku bahkan membersihkan kamar sendiri!" Bella mengatakan dengan bangga, menunggu pujian.
"Kau semakin dewasa, Bella! Apakah kau mengalami kesulitan? Coba Mom lihat kukumu!" Celine melihat kuku putrinya yang kini polos tak berkutek, dipotong pendek, berbeda dari biasanya. "Yah, kau tampaknya bekerja cukup keras. Apakah kau mengalami kesulitan?"
Tangan Bella meskipun masih lembut, tetapi tidak terlihat rapuh dan lemah seperti sebelumnya.
"Awalnya sulit!" Bella mengakui itu. Dia terbiasa dimanja. Semua hal yang dibutuhkan selalu ada di depannya, bahkan tanpa ia minta terlebih dahulu.
Saat berada di sini, dihadapkan pada kemandirian yang tiba-tiba, jujur, sedikit mengagetkan bagi Bella. Awalnya Bella ingin protes, tetapi dihadapkan pada sikap Mic, ia merasa enggan. Di mana Bella akan meletakkan harga dirinya jika ia merengek menyedihkan pada Mic? Bukankah itu hanya akan menguatkan kesannya sebagai wanita manja yang tak memiliki nilai sama sekali?
Dari sinilah akhirnya Bella bekajar mandiri. Dia sudah berusia dua puluh sembilan tahu, tapi ini pertama kalinya Bella berada dalam situasi harus mengandalkan kemampuannya sendiri.
Saat dulu Bella masih sekolah, dia pernah berkemah dan menantang kemampuan diri. Tapi toh itu tak bertahan lama. Paling-paling hanya beberapa hari. Di kediaman Mic, Bella benar-benar belajar mandiri dalam waktu yang paling lama. Dua setengah bulan.
"Dia butuh berkembang dan menyesuaikan banyak hal. Di masa depan, biarkan dia mengembangkan kemampuan diri!" Kendall yang melihat simpati di mata Celine, mencoba mengingatkan istrinya akan pentingnya situasi Bella agar bisa mandiri.
Meskipun Kendall dan Celine bisa menopang Bella dalam banyak hal dan mereka tak keberatan untuk itu, Kendall lebih puas jika putrinya bisa meningkatkan kemampuannya dalam hal-hal sederhana.
Kendall tak terima jika ada orang yang menyakiti hati putrinya, seperti yang dilakukan oleh Ralph. Tapi Kendall bisa menerima sakit fisik yang Bella derita dalam masa perkembangan untuk menjadi seorang wanita yang lebih menghargai kehidupan.
Bagaimanapun juga, Kendall masih belum kehilangan nilai-nilai filosofi kehidupan. Untuk menjadi orang yang berharga, seseorang harus menghargai dirinya terlebih dahulu, membuat semua potensi dan kekuatannya dalam menanggung tekanan hidup bisa lebih maksimal.
"Meskipun aku memanjakan putriku, tapi pada dasarnya, aku lebih suka jika dia bisa mandiri dan lebih menghargai kehidupan! Terimakasih atas bimbinganmu terhadap Bella selama ini!" Kendall tersenyum puas pada Mic, menganggap progres Bella sekarang adalah hasil dari kerja keras dan pengaruh Mic.
Dad salah paham. Bella memutar matanya tak berdaya. Hubungan Bella dan Mic baru saja membaik belum lama ini. Jangankan bimbingan. Sebelumnya, yang Mic berikan pada Bella hanya cibiran dan celaan.
"Ya. Aku akan membagi banyak hal-hal baik pada Bella selama dia bersedia!" Mic tersenyum anggun, menerima pujian Dad tanpa canggung sama sekali.
Dasar laki-laki. Bella rasanya ingin menendang mereka berdua yang tak peka.
"Sir, sebelumnya kuingatkan padamu, aku memiliki rumor yang buruk di masa lalu. Ada baiknya kalian mengantisipasi itu sebelumnya!" Mic mengingatkan dengan ramah.
Bella yang tak menyangka Mic akan langsung membahas hal ini, mengedipkan matanya dua kali dengan linglung. Dia tadinya berencana menyampaikan hal ini pada orang tuanya secara perlahan agar mereka tidak terkejut. Dia juga bersedia meyakinkan mereka pada karakter Mic. Hanya saja sebelum semua rencana itu terwujud, Mic sudah mendahuluinya.
"Oh ya? Rumor apa?" tanya Celine penasaran.
"Rumor aku membunuh mantan istriku!"
"Rumor sampah! Tentu saja kami tak akan percaya!" Kendall yang biasanya selalu waspada dan mudah curiga, langsung menanggapi pernyataan Mic dengan suara yang meyakinkan.
"Kaupikir kami sedangkal itu? Kami lebih percaya padamu!" Celline menimpali.
Bella terpana. Sihir apa yang telah Mic berikan pada orang tuanya?
…