“Kenapa Nia gak bilang sama Agis?” Protes ku begitu kudengar cerita yang ia tutur kan pada kami sore ini. Nia hanya menggelengkan kepala.
“Nanti dia tahu.”
Dia siapa?
“Makannya, sekarang sekarang ini, banyak orang kampung yang sengaja tangkap anak kepiting. Mungkin karena mereka udah tahu ya?” tanya Rendi kemudian, sambil menatap kepiting kepiting kecil yang ada di dalam toplesnya.
“Tapi yang dia pegang tadi bukan kepiting, Ren. Dia megang penyu. Tahu kan?” Aku menjelaskan. Kalau memang dia adalah makhluk seperti yang dikatakan oleh Nia., kenapa ia tidak terlihat menyeramkan sama sekali? Mengapa ia terlihat sama saja dengan yang lain, selain awet untuk bicara saja?
“Tadi kami sempat mengobrol malah, Nia,” kataku lagi. Memang kami sempat mengobrol, meskipun bukan komunikasi dua ara