Sudah seminggu aku menunggu transferan 8 juta dari Dara, tapi masih belum juga muncul uang sejumlah itu di rekening bankku. Aku mulai panik karena aku telah berjanji mengajak Icha makan malam di mall. Ibu dan adik-adikku pun telah aku janjikan untuk dibelikan sepatu dan baju baru.Aku berfikir keras. Ingin menelepon atau mengirim pesan ke Dara, namun hati ini sungguh malu. Sepertinya akhir-akhir ini Dara menghindar dan sudah jarang chat aku lagi. Hmm, kenapa ya ?
Kutepiskan fikiran negatifku tentang Dara. Tidak mungkin sepertinya ia menghindar dari transferan uang 8 juta. Ia kan bucin padaku. Pokoknya aku harus berusaha bagaimana agar uang tersebut sampai di rekeningku.
Akhirnya sambil menepis rasa malu, ak WA Dara.
+ Assalamualaikum, cantik
- Waalaikumussalam, hi Dimas
+ Sudah bangun, ya ?
- Alhamdulillah sudah. Kan tadi sholat Subuh.
- Oya, Alhamdulillah. Kegiatan kamu apa hari ini ?
+ Mau jogging deket rumah aja, sih. Terus sarapan.
- Nggak ke mana-mana?
+ Nggak, kok. Emangnya ada apa, ya ?
Aku terdiam sejenak. Waduh, jangan sampai aku dikira mengajaknya makan malam atau hang out, nih. Aku tidak mau bepergian bersama perawan tua itu. Cukup sekali saja aku bertemu dengannya dulu di coffee shop. Semua mata akan memandangku berjalan dengan wanita yang lebih tua. Hmm, aku kan masih muda, masih kuat, dan ganteng, ujarku dalam hati.
- Oh, nggak kok. Nggak pa-pa. Sarapan apa, nih ?
+ Mau masak nasi goreng, sih. Kebetulan si Mbak lagi pulang kampung jadi aku masak seadanya terus mau pergi ke GI.
- Ohya, ke GI. Asik, dong. Mau shopping, ya ?
+ Iya, saya mau lunch sama temen
- Wah, asik banget tuh. Oya, aku juga ada perlu nih.
+ Perlu apa, ya ?
- Itu yang aku ceritakan minggu lalu. Yang 8 juta itu.
Tidak ada balasan sampai setengah jam. Waduh, jangan-jangan dia marah lagi; ujarku dalam hati.
- Nanti habis dari GI, aku kasih tau ya. Sekarang mau jogging dan sarapan.
+ Ok, makasih ya, Sayang.
Beberapa jam telah berlalu setelah aku WA Dara. Aku tercenung. Mengapa ia tak juga membalas WAku, ya ? Hmm...jangan-jangan hanya janji surga saja. Hatiku mulai resah. Aku mondar-mandir seraya menggaruk kepalaku yang tidak gatal di dalam kamarku yang sempit. Bagaimana ya, caranya agar aku bisa mendapatkan 8 juta tersebut ? Aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkan Icha.
Berusaha menghilangkan gundah gulana, kubuka i********:. Seperti biasa, aku berusaha berselancar sambil melihat foto cewek-cewek cantik. Tiba-tiba mataku menangkap foto Dara dengan seseorang yang berkeliaran di timeline instagramku. Aku berusaha melebarkan mataku, menatap foto itu tak percaya. Dara dengan seorang cowok! Apa?!! Ganteng pula!
Aku mengusap mataku. Apakah aku kelilipan atau rabun? Dara dengan seorang pemuda ganteng dan tampaknya masih muda, sedang berfoto berdua dengan mesranya. k****a lokasi foto tersebut. Grand Indonesia! Jadi ternyata perawan tua itu tidak menghubungiku karena pergi dengan cowok keren ini! Kurang ajar! Tidak bisa! Aku harus bertemu dengannya.
Kupencet-pencet layar HPku. Dia mentag sebuah nama. Riza Lougan. Oh my God! Pantas aku seperti mengenali wajah pria itu. Ternyata cowok itu Riza Lougan, pemain film yang sedang naik daun karena gayanya yang cool dan wajah blasteran. Lho, kok bisa si perawan tua itu bermesraan dengan Riza Lougan? Apakah mereka berpacaran? Ah, tidak mungkin! Masak ada yang suka dengan perawan tua itu ?