Rapat dengan konsorsium kedua berlangsung dua hari kemudian, di ruang pertemuan yang sama di istana, dengan susunan kursi yang sama, tapi dengan suasana yang sama sekali berbeda sejak menit pertama.
Konsorsium asing itu diwakili oleh seorang wanita berusia empat puluhan bernama Vera Kessler, direktur pelaksana Aurelian Energy, perusahaan energi besar dari seberang lautan. Dia datang hanya dengan satu asisten, satu map tipis, dan cara duduk yang mengatakan bahwa dia tidak pernah merasa perlu mengintimidasi siapa pun untuk dianggap serius.
“Pangeran Judas. Nona Arandelle.” Vera menyapa mereka berdua dengan anggukan profesional. “Saya akan langsung ke intinya karena saya tahu waktu Anda berdua mahal harganya. Aurelian Energy mengajukan penawaran untuk mengelola dua titik eksplorasi di perairan barat Monaghan. Semua dokumen kami terbuka, semua kajian lingkungan kami disusun oleh tiga lembaga independen yang tidak berafiliasi dengan kami, dan kami mengundang tim kerajaan untuk memeriksa semuanya sampai ke halaman terakhir.”
Judas dan Ara saling berpandangan sejenak. Setelah pertemuan dengan Gustav Halvern yang penuh senyum palsu, kesederhanaan Vera Kessler terasa seperti air dingin di tengah gurun.
“Anda datang dengan sangat siap, Nyonya Kessler,” ucap Judas. “Hampir terlalu siap. Orang yang terlalu siap biasanya menyembunyikan sesuatu.”
Vera tersenyum tipis. “Atau orang yang terlalu siap adalah orang yang sudah terlalu sering kalah oleh orang-orang yang tidak siap tapi punya koneksi. Kami dua kali kalah tender di kerajaan lain, Pangeran, bukan karena penawaran kami buruk, tapi karena penawaran lawan kami datang dengan jalur-jalur belakang yang tidak bisa kami lawan. Jadi kali ini, kami datang dengan semua kartu terbuka di atas meja, dan berharap kerajaan Monaghan berbeda dari kerajaan-kerajaan itu.”
Ara memperhatikan wanita itu dengan saksama. Ada kelelahan yang jujur dalam suaranya, kelelahan orang yang sudah terlalu lama bermain di lapangan yang curang.
“Nyonya Kessler,” ucap Ara. “Anda menyebutkan kalah tender di kerajaan lain. Boleh saya tahu siapa lawan yang mengalahkan Anda dengan jalur belakang itu?”
Vera menatapnya sejenak, menimbang sesuatu, lalu menjawab dengan satu kata yang membuat udara di ruangan itu berubah. “Halvern.”
Judas mengangkat satu alisnya. “Menarik. Ceritakan.”
“Grup Halvern mengalahkan kami di tender perairan Kerajaan Vestra, empat tahun lalu. Enam bulan setelah mereka menang, sebuah kapal mereka tenggelam dan menumpahkan minyak ke separuh pesisir Vestra. Investigasi menemukan bahwa mereka memotong hampir semua prosedur keamanan untuk mempercepat produksi. Dendanya besar, tapi keuntungan yang sudah mereka raup jauh lebih besar.” Vera menyilangkan tangannya di atas meja. “Dan itu bukan satu-satunya. Mereka beroperasi dengan pola yang sama di mana-mana. Mengajukan izin, menjanjikan bulan dan bintang, lalu bergerak lebih dulu sebelum izin keluar dan memaksa semua orang menerima kenyataan di lapangan.”
“Termasuk bergerak tanpa izin di perairan kerajaan lain?” tanya Ara dengan nada yang dia jaga tetap datar, meski jantungnya sudah berdetak lebih cepat dari yang dia inginkan.
Vera mengangguk. “Termasuk. Bertahun-tahun yang lalu, sebelum mereka sebesar sekarang, mereka menjalankan operasi-operasi kecil tanpa izin di banyak perairan. Kapal-kapal tanpa bendera, pemindahan barang di tengah laut, menghindari bea dan pajak. Salah satu wilayah favorit mereka dulu adalah perairan Kerajaan Osmod.”
Waktu seolah berhenti selama satu detik penuh di ruangan itu.
Ara tidak bergerak. Tidak berkedip. Di bawah meja, tangannya perlahan mengepal di atas pangkuannya, dan dia harus memaksa napasnya untuk tetap mengalir dengan irama yang normal.
Osmod. Perairan Osmod. Kapal-kapal tanpa bendera yang memindahkan barang ilegal di tengah laut, persis seperti yang ditulis ibunya di buku harian bersampul biru itu. Perusahaan yang sama. Pola yang sama. Laut yang sama.
Judas melirik Ara sepersekian detik, dan dari perubahan sekecil apa pun di wajah gadis itu, dia langsung mengerti. Pria itu mengambil alih pembicaraan dengan mulus, tanpa jeda yang mencurigakan.
“Nyonya Kessler, Anda baru saja memberikan kami informasi yang jauh lebih berharga daripada penawaran bisnis mana pun,” ucapnya. “Dan karena itu, saya akan memberi Anda jawaban yang lebih cepat dari yang saya rencanakan. Kerajaan Monaghan akan membuka tender terbuka untuk pengelolaan lautnya. Internasional, transparan, dengan kajian independen yang dipilih oleh kerajaan. Aurelian Energy dipersilakan mengikuti tender itu dengan semua dokumen terbuka Anda. Dan kalau dokumen Anda sebersih yang Anda katakan, Anda akan menjadi kandidat terkuat.”
“Dan Grup Halvern?” tanya Vera.
“Grup Halvern sedang dalam penyelidikan kerajaan atas dugaan kegiatan ilegal di perairan Monaghan,” jawab Judas dengan senyum dinginnya. “Mereka dipersilakan mengikuti tender juga. Kalau mereka masih punya waktu untuk itu setelah urusan mereka dengan hukum selesai.”
Vera Kessler berdiri dan menyodorkan tangannya. “Pangeran Judas, selama bertahun-tahun saya mengira tidak ada lagi pejabat yang bermain dengan aturan yang adil. Senang sekali ternyata saya salah.”
Setelah wanita itu pergi, ruangan itu hening untuk beberapa saat. Ara masih duduk di kursinya, masih dengan tangan mengepal di bawah meja, masih dengan dua kata itu bergema di kepalanya tanpa berhenti.
Perairan Osmod. Grup Halvern.
Judas berjalan mendekat dan berdiri di samping kursinya tanpa mengatakan apa-apa. Dia tidak menyentuhnya, tidak menenangkannya dengan kata-kata kosong, hanya berdiri di sana dan memberinya ruang untuk bernapas. Dan entah kenapa, justru kehadiran yang diam itu yang membuat Ara akhirnya bisa membuka tangannya yang mengepal.
“Perusahaan yang sama, Jud,” ucapnya akhirnya dengan suara yang lebih pelan dari biasanya. “Perusahaan yang sama yang beroperasi tanpa izin di perairan Osmod, di laut tempat ibuku melihat kapal-kapal tanpa bendera itu, di laut tempat ayahku memotret mereka beberapa hari sebelum mereka berdua mati.”
“Aku tahu.”
“Mereka mungkin adalah orang-orang yang membunuh orang tuaku.” Ara menatapnya, dan matanya kali ini tidak menyembunyikan apa-apa. “Selama ini aku mencari pembunuh itu ke mana-mana tanpa tahu harus mulai dari mana. Dan mereka berjalan sendiri ke ruang rapat kita dengan senyum dan map penawaran bisnis.”
Judas berlutut di samping kursinya, sehingga wajah mereka sejajar, dan menatapnya dengan tatapan yang belum pernah Ara lihat sebelumnya. Bukan tatapan pemburu, bukan tatapan pongah, bukan tatapan genit yang biasa dia gunakan untuk menggodanya.
“Dengarkan aku baik-baik, Ara,” ucapnya pelan. “Kita belum tahu pasti apakah Halvern yang membunuh orang tuamu. Tapi kita akan mencari tahu. Aku sudah memerintahkan Josh untuk menggali semua kegiatan Halvern di perairan Osmod, sampai bertahun-tahun ke belakang, sampai ke tanggal yang persis. Kalau mereka ada di sana, kalau mereka ada hubungannya dengan kematian orang tuamu, maka mereka sudah melakukan kesalahan terbesar dalam hidup mereka dua kali.”
“Dua kali?”
“Sekali, ketika mereka membunuh orang tuamu. Dan sekali lagi, ketika mereka datang ke kerajaanku dan mengira mereka bisa mengulanginya di depan mataku.” Judas berdiri, dan seringai dinginnya kembali terpasang. “Kamu ingin ikut tender dengan kotor, Halvern? Baiklah. Mari kita lihat siapa yang lebih kotor.”