Hari ke-17, Kesatuan mengirim jadwal sambungan dengan Pia Bellack. Ia bersedia berbicara selama tiga puluh menit melalui jalur resmi, dengan syarat percakapan hanya membahas dasar catatannya dan tidak digunakan untuk mengumumkan lokasi siapa pun. Aku menerima syarat itu. Jayen menyiapkan pertanyaan, sementara aku meminta agar ia tidak meminta informasi tentang tempat tinggal Kaburu.
Jacklyn dan Yoon An tidak ikut dalam percakapan; mereka tetap bertugas di pesawat. Jayen duduk di sampingku dan membacakan daftar pertanyaan sebelum sambungan dibuka. Kami ingin tahu dokumen apa yang menjadi dasar tulisan, bagian mana yang merupakan kesaksian, dan apa yang tidak bisa ia pastikan.
Suara Pia terdengar tenang, sedikit serak. Ia meminta kami menyebutkan judul tulisan yang kami baca. Jayen membacakan judul dan tahun terbit. Pia mengatakan bahwa salah satu salinan yang kami miliki adalah ringkasan pihak lain, bukan naskah aslinya. Ia mengakui pernah menulis tentang Kaburu, tetapi catatannya menggabungkan bahan yang jenisnya berbeda.
'Ada keterangan tertulis dari arsip lama, ada cerita yang saya dengar dari orang-orang, dan ada dugaan saya sendiri,' katanya. 'Ketiganya tidak boleh diberi bobot yang sama.'
Jayen bertanya apakah ia pernah bertemu langsung dengan anggota Kaburu.
'Saya mendengar beberapa cerita melalui perantara dan berbicara dengan orang yang mengaku mengenal tradisi mereka. Saya tidak dapat memastikan setiap orang itu benar-benar mewakili Kaburu. Saya tidak punya daftar nama yang bisa kalian gunakan untuk mencari mereka.'
Aku bertanya apakah tulisannya tentang kehancuran Mars merupakan ramalan.
'Tidak. Ada orang yang menafsirkan perubahan lingkungan sebagai pertanda buruk, lalu menyebutnya ramalan. Tulisan saya mencatat bahwa peringatan itu pernah disampaikan. Itu tidak membuktikan semua akibat yang mereka takutkan terjadi, dan tidak membuktikan bahwa mereka mengetahui masa depan.'
Pia menjelaskan bahwa beberapa catatan mengaitkan perubahan iklim Mars dengan munculnya hujan, tetapi sumber yang ia simpan tidak cukup untuk membuktikan sebab-akibat. Hujan dapat menjadi tanda bahwa lingkungan berubah, namun tidak otomatis berarti seluruh sistem aman bagi pendatang. Aku teringat kesimpulan yang pernah kubuat sendiri tentang Entity Core. Aku belum membuktikan semuanya, jadi aku tidak boleh memaksa catatan Pia mendukung dugaanku.
Jayen menanyakan apakah ia memiliki salinan naskah asli atau catatan lapangan yang dapat diperiksa. Pia mengatakan beberapa salinan masih berada di arsip lembaga, sementara catatan pribadinya tidak semuanya bisa dibagikan. Ia bersedia menunjukkan halaman yang berkaitan dengan sumber publik melalui Kesatuan, setelah memeriksa izin dan menghapus informasi yang dapat mengungkap identitas orang.
Aku menyetujui. Kami tidak meminta salinan pribadi atau lokasi apa pun. Aku mengatakan tujuan kami memastikan literatur tidak dipakai sebagai alasan untuk memindahkan komunitas tanpa izin mereka.
Pia menjawab bahwa ia senang mendengarnya. Ia pernah melihat tulisan singkatnya dikutip seolah-olah semua Kaburu telah menyatakan pendapat yang sama. Ia meminta kami membedakan peringatan yang tercatat dari keputusan orang yang hidup sekarang.
Jayen bertanya satu hal lagi: mengapa nama Kaburu jarang muncul dalam buku yang lebih baru. Pia menjelaskan bahwa banyak arsip lama tidak lengkap, beberapa istilah berubah, dan beberapa penulis menyalin sumber sebelumnya tanpa memeriksa asalnya. Ia tidak tahu apakah Kaburu masih tinggal sebagai kelompok yang terpisah atau apakah istilah itu kini dipakai dengan arti berbeda.
Aku bertanya apakah ia bersedia menunjukkan bagaimana satu kutipan berubah dalam salinan yang berbeda. Pia mengatakan ia dapat membandingkan bagian yang bersifat publik, tetapi tidak ingin kami mengumumkan bahwa satu versi pasti benar sebelum asal dokumennya diketahui. Ia juga tidak akan menebak identitas orang yang pertama menyampaikan peringatan tersebut. Aku mengatakan kami akan menulis batas itu dengan jelas.
Jayen kemudian membaca satu kalimat dari ringkasan yang kami punya dan bertanya apakah istilah 'hampir punah' berasal dari Pia atau penulis lain. Pia meminta tahun dan halaman. Setelah Jayen menemukannya, ia berkata frasa itu tidak muncul dalam catatan aslinya. Itu tambahan dari ringkasan yang terbit belakangan. Ia tidak tahu siapa yang pertama menambahkan frasa tersebut, sehingga kami tidak dapat menuduh seorang penulis tertentu.
Aku meminta Jayen menandai perubahan kata itu sebagai masalah rantai kutipan. Kata-kata yang terdengar pasti bisa muncul dari ringkasan, bukan dari kesaksian awal. Pia mengingatkan bahwa ia sendiri mungkin salah membaca beberapa bahan pada masa lalu. Ia tidak meminta kami menganggap tulisannya benar; ia ingin kami memeriksa setiap lapis sumber.
Sebelum waktu habis, aku bertanya apa yang paling penting jika kami ingin memakai tulisannya. Pia menjawab: jangan mengubah peringatan menjadi ramalan, jangan mengubah cerita satu orang menjadi suara seluruh kelompok, dan jangan menganggap ketidaklengkapan arsip sebagai bukti bahwa orang-orang itu sudah tidak ada. Jayen menuliskan tiga hal itu sebagai pedoman pemeriksaan, bukan kesimpulan tentang Kaburu.
Sambungan berakhir sesuai waktu. Tidak ada lokasi yang terungkap dan tidak ada bukti baru tentang keadaan terakhir Alia selain laporan kematiannya. Namun, kami kini tahu bahwa tulisan Pia bukan catatan langsung tunggal yang bisa diperlakukan sebagai kebenaran menyeluruh.
Setelah panggilan, Jayen membuat tabel sumber dengan tiga kolom: catatan arsip, kesaksian yang disampaikan, dan tafsiran penulis. Ia menuliskan batas yang Pia sebutkan. Aku meminta ia menambahkan bahwa keterangan tersebut berasal dari wawancara hari ini dan masih memerlukan pemeriksaan dokumen.
Aku kemudian mengirim pesan kepada Kesatuan untuk meminta akses pada halaman publik yang Pia tawarkan. Aku tidak meminta arsip pribadinya. Jika izin tidak tersedia, kami akan bekerja dengan dokumen yang dapat diakses secara sah.
Kyaa bertanya apakah pembicaraan kami dengan Pia berkaitan dengan warga yang ia wakili. Aku menjawab tidak ada hubungan yang dapat kami pastikan. Aku tidak menjelaskan isi percakapan tanpa izin, tetapi menyatakan bahwa kami tidak memperoleh informasi lokasi dan tidak akan meminta mereka memberikan lokasi.
Kyaa membalas bahwa itu penting. Ia tidak ingin sejarah dipakai sebagai alasan untuk menekan kelompok mana pun. Aku mengatakan aku setuju. Kami tidak sedang mencari jalan pintas menuju keputusan.