Setelah pertemuanku dengan ibu Anya, aku merasa seperti sebuah beban besar telah sedikit terangkat dari pundakku. Meskipun aku tahu penyesalanku tidak akan pernah sepenuhnya hilang, setidaknya aku telah mencoba untuk menghadapi masa lalu.
Namun, satu hal yang aku sadari dari percakapan itu adalah bahwa aku tidak bisa terus terjebak dalam rasa bersalah. Jika aku ingin berubah, aku harus mulai dari nol—bukan hanya dengan meminta maaf, tetapi dengan membangun kembali hidupku.
Aku berjalan di trotoar kota, membiarkan pikiranku mengembara. Aku memikirkan pekerjaan, teman-teman, dan hal-hal yang dulu pernah membuatku bahagia sebelum semuanya berantakan. Aku sudah terlalu lama membiarkan diriku terjebak dalam lingkaran kesedihan dan penyesalan, dan aku tahu aku harus mencari cara untuk kelu