Masih ada pertanyaan penting untuk Sajaka. Di tengah kebimbangan itu Sadina menyerah. Ia menjawab seruan Deka agar cepat masuk mobil.
"Sampai nanti di kelas." Sadina melambaikan tangan. Karena tidak memerhatikan jalan sampai hampir tersandung. Untungnya Sadina bisa menjaga keseimbangan.
Sajaka terkekeh geli. Hal kecil mengenai Sadina kerap mengundang senyuman. Namun kali ini senyuman itu tak bertahan lama setelah kendaraan yang membawa papanya dan Sadina hilang dari halaman rumah.
Semalaman Sajaka memikirkan ini. Ia akan mencari tahu sesuatu di rumah lama.
Keputusan yang sangat berat baginya. Dengan kembali ke tempat yang memberi ia dan keluarganya kepedihan hidup sama dengan membuka luka lama yang belum sembuh. Sakitnya akan lebih dari sebelumnya. Sajaka sendiri belum tahu apa ia bisa