Terkadang kepedihan harus dilalui sebelum tercapainya kebahagiaan.
Kekurangan mengajarkan kita tuk bersyukur.Seperti duka,air mata dan kepedihan ada tuk menegarkan hati.
Jangan mudah menyerah dan terus memikirkan kekurangan yang ada,karena setiap kegagalan memberi pelajaran tuk bisa lebih baik lagi.
Setelah peristiwa yang menimpa Mannaf pihak keluarga sepakat untuk membawa Mannaf ke kota.Mereka berharap dengan rumah sakit yang lengkap dengan segala fasilitas akan mempercepat penyembuhan Mannaf.
Pihak keluarga Mannaf juga tidak mengizinkan sembarang orang untuk bertemu dengan Mannaf.Riska jelas orang pertama yang tidak di izinkan berkunjung ruang dimana tempat Mannaf di rawat.
Setelah semalam Mannaf tak sadarkan diri yang mungkin karena pengaruh obat.Pagi ini Mannaf perlahan kelopak matanya membuka,dengan perlahan mengerjab sesekali mengedarkan mata perlahan menyadari ruang yang tampak asing di d******i warna putih dan bau obat-obatan.
"Apa yang terjadi,kenapa saya disini?Anda siapa?"Mannaf mengerutkan keningnya keberadaanya yang hanya bersama ibunya tapi Mannaf tak mengenali jika beliau ibunya.
"Tenang sayang,ini ibu nak.Apa kamu tidak mengingat ibu?tanpa sadar Bu Rika berlinang air mata,sedih karena anaknya tak mengenalinya.Tunggu sebentar biar aku panggilkan dokter"ucap Bu Rina.
Dokter segera memeriksa kondisi Mannaf.Dokter memberi pertanyaan yang simpel,menanyakan tentang namanya, tapi Mannaf tak mengingatnya.Menunjukkan kedua orang tuanya,Mannaf juga tak mengenalinya.Intinya di ruang itu Mannaf seolah artis yang tak mengenali siapapun tapi orang lain mengenali dia.
Dokter menyarankan agar Mannaf banyak istirahat dan makan yang teratur serta jangan banyak berfikir tentang mengenai hal-hal yang sebelumnya terjadi.
Setelah dokter meninggalkan ruang perawatan tersebut Bu Rika mengambilkan makanan yang telah tersedia untuk Mannaf,untungnya Mannaf tidak menolak.
"Habiskan makanannya ya,setelah itu minum obatnya biar cepat pulih."lagi-lagi Mannaf menurut.
*******
Mengetahui Mannaf telah di pindahkan ke rumah sakit kota,Riska tak bisa berbuat banyak,meskipun cemas dan pastinya khawatirnya mendera hatinya.Riska selalu teringat akan ucapan Bu Rika yang menyalahkan Riska atas kecelakaan yang menimpa Mannaf.Secara jelas orang tua Mannaf tak menyukai hubungan yang terjalin antara Riska dan Mannaf.
Meskipun begitu Riska harus berusaha dan memastikan Mannaf baik-baik saja.
Riska meminta bantuan pada Ridho untuk mendapatkan kabar selanjutnya tentang keadaan Mannaf.