Percayalah jika tak ada derita dan tawa yang selamanya.Semua hanya soal bagaimana kita ingin mensyukurinya.
Sedikit perkataan yang menyejukkan jauh lebih berarti daripada hujan kata-kata tanpa makna.
Secercah harapan dalam diri seseorang akan mampu membuat tetap bertahan dalam kesukaran.
Ridho yang bersahabat dengan Mannaf sejak SMP juga di kenal baik oleh keluarga Mannaf, sehingga membuatnya dapat leluasa bertemu dan secara pasti mengetahui keadaan di ruang perawatan rumah sakit.Di samping itu Ridho yang telah mengurus beberapa pekerjaan selama Mannaf sakit.
Sudah menjadi pilihan yang tepat jika Riska meminta bantuan pada Ridho tentang keadaan Mannaf selama di rumah sakit.Meskipun saat ini Mannaf juga tak mengingat tentang sahabatnya itu.Mannaf hanya menurut saja dengan ucapan yang di beritahukan orang tuanya karena jika Mannaf berusaha mengingat dan berfikir tentang informasi secara langsung dia akan mengalami sakit di kepalanya.Maka dari itu Mannaf hanya pasrah menerima apapun yang disampaikan orang tuanya.
Beberapa hari Riska khawatir tanpa mengetahui keadaan Mannaf sore ini Riska berniat berkunjung ke kantor dimana Ridho dan Mannaf bekerja selama ini.Tepat jam setengah empat sore Riska sudah menunggu di depan kantor tersebut.Riska berdoa semoga dia tidak terlambat bertemu Ridho dan berharap bersedia membantunya.
Selang beberapa menit kemudian tampak beberapa karyawan keluar dari kantor tersebut,Riska menajamkan penglihatannya agar tidak terlewatkan untuk menghampiri Ridho.Setelah Ridho terlihat Riska mendekat sambil mengucapkan salam.
"Assalamualaikum kak,gimana kabarnya?"
"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah baik.Gimana denganmu?Kok ada disini ada perlu apa?"sambil berjalan mendekat duduk di kursi taman samping kantor.
"Apa perlu tanya kabarku,tak perlu di tanya kakak pasti juga tahu.Aku jauh dari kata baik.Kak bisakah membantuku?"menampilkan wajah memelas,minta bantuan.
"Hei jangan bilang seperti itu,bukankah ucapan adalah doa.Jadi berucaplah yang baik-baik.Harusnya kamu bersyukur,masih bisa melihat dunia,bisa berjalan sesuka hati.Membantu? dalam hal apa?jika aku bisa tak masalah"ucap Ridho sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Iya kak,aku tahu tapi dalam keadaan saat ini tak membuatku tenang,aku tak tahu gimana keadaan kak Mannaf,di samping itu Bu Rika menyalahkan aku dengan kejadian yang menimpa kak Mannaf.Bisakah kakak membantuku,mencari cara agar aku bisa ketemu kak Mannaf."
"Tenangkan dirimu, perbanyak doa agar semuanya baik-baik saja.Jangan terlalu di pikirkan ucapkan Bu Rika,dia hanya terlalu khawatir saja.Sekarang kondisinya membaik meskipun ingatannya belum pulih.Ok akan aku usahakan."
"Iya kak,tapi gimanapun juga aku yang mengajak,secara langsung itu juga salahku.Maaf merepotkan kakak,aku hanya bisa mengandalkan mu kak."ucap Riska terlihat sedih dan menyesal.
"Jangan menyalahkan diri sendiri,mungkin itu udah takdir.Mau berlari menghindar kemana pun jika emang takdirnya tetap akan terjadi juga.Kebetulan nanti setelah maghrib aku akan kesana,kamu mau bareng atau ketemu di sana saja?"
"Terserah kakak saja,aku ngikut.Kalau gitu aku pulang dulu,maaf menganggu dan merepotkan kakak.Sebelumnya makasih kakak bersedia membantuku."
"Santai saja,aku mengerti posisimu.Pasti Mannaf juga akan melakukan hal seperti itu jika dia berada di posisimu.Nanti aku kabari ya."
"Makasih banget kak,tak semua orang bisa berfikir dan pengertian seperti kakak.Tak salah kak Mannaf bersahabat dengan kakak.Aku permisi kak."
"Iya hati-hati di jalan,aku juga akan pulang terlebih dahulu."
Untuk menjalankan misi kali ini Ridho memutuskan untuk datang lebih awal dari Riska.Ridho memastikan siapa yang berjaga di ruang perawatan Mannaf.Tampak hanya ada Adit sepupu Mannaf yang berjaga di ruang tersebut.
Setelah memasuki ruang perawatan dan berbicara dengan Mannaf, Ridho mengirim pesan pada Riska agar segera ke ruang VVIP di lantai lima.Ridho memberi tahu jika situasinya aman, karena hanya ada Adit disini tak masalah,bisa di bicarakan baik-baik.
Setelah Riska datang memasuki ruang perawatan,Ridho dan Adit keluar memberi waktu pada Riska dan Mannaf berbicara.Mereka tak mau menganggu privasi dan sepakat berjaga di luar berharap kedua orang tua Mannaf tidak datang saat ini.