Tak terasa kehamilan mayang kini semakin membesar benar kata mayang bahwa anak kami berjenis kelamin laki laki dan kelahirannya pun semakin dekat,semenjak perutnya semakin membuncit mayang pun selalu berada di rumah hanya orang rumah saja yang mengetahui keadaan mayang sedang aku sendiri masih ke kantor seperti biasa,saat aku pergi pak narwi selalu ku suruh untuk mengembok pagar rumah sedangkan bibik selalu ku ingatkan untuk mengunci pintu rumah ya aku membuat rumahku sepi dari luar,walau didalam nya ada mayang,alisya dan erwin beserta bibik dan yang lainnya.
"Bram,secepatnya kita harus membawa mayang keluar dulu dari kota ini sampai dia melahirkan."kataku pada bram.
"Iya mas hanya kurang sebulan saja dia akan lahir mas tak mungkin jika aku melahirkan di rumah sakit kota ini." sahut mayang.
"Mas tau tapi kemana?"jawabku pada mayang.
Selesai makan malam kami berkumpul di ruang tengah memikirkan dimana nanti mayang melahirkan,tak mungkin jika harus mengulur waktu lagi.
"Permisi tuan,maaf saya mengganggu tuan hhmm barusan saya dapat kabar tuan jika ibu saya di kampung sedang sakit apakah saya boleh izin pulang kampung selama seminggu tuan."
"Iya bik,sakit apa ibunya bik?"
Sahutku ke bibik.
"Sebentar bik,di mana kampung bibik?"
Tanya erwin begitu saja.
"Maaf tuan kampung saya ada di jawa timur tuan saya selalu naik kereta api untuk mudik tuan."jawab bibik ke erwin.
"Bram,apa tidak sebaiknya mayang ikut pulang bersama bibik kampungnya jauh dari sini tak mungkin kan jika ada yang tau kelahiran anakmu."jelas erwin.
"Bik,kalau saya tinggal di rumah bibik, melahirkan disana,dan jika saya sudah pulih apakah bibik akan bersedia merawat putra kami sampai dia dewasa bik."
Ucapan mayang pada bibik sontak membuat aku kaget,kenapa mayang ingin anak nya di rawat bibik sampai dewasa,apa maksud mayang ku gelengkan kepala menatap mayang dan erwin secara bergantian.
"Mayang,kenapa kau juga ingin bibik yang akan merawat anak kita di sana?apa kau tak ingin menyusuinya?"tanyaku.
"Mas,mana ada seorang ibu tak ingin memberi asi pada anaknya aku akan tetap disana selama berbulan bulan mas tapi setelahnya aku akan kembali kesini tanpa bayi kita,dia akan tetap aku sembunyikan sampai dia siap menjadi pewaris mu mas tanpa ada yang berniat buruk untuk mencelakainya."terangku lebar ke mas bram aku lihat nampaknya dia tak setuju dengan keputusanku.
"Bram,benar kata mayang ini semua demi keluargamu dan perusahaanmu agar tak jatuh ke tangan orang yang salah."ku tepuk bahu bram berusaha menyakinkan.
"Boleh kah bik?"tanyaku pada bibik.
"Saya,tidak apa Nya tapi rumah saya hanya rumah sederhana Nya?"
Dengan senyum aku berkata pada bibik "tidak masalah bik,yang penting aku bisa menyelamatkan anakku bibik tetap bekerja dengan saya tapi hanya merawat anak saya di rumah bibik sedang saya akan sering berkunjung untuk menengoknya."
"Kapan rencana bibik berangkat,kami akan mengantar bibik."tanyaku lagi.
"Kalau boleh besok saya berangkat tuan."
"Baiklah bik,silahkan berkemas kami juga akan berkemas."
Pagi ini aku sudah bersiap untuk berangkat bersama bibik,semua kebutuhan sudah aku siapkan pakaian ku pun sudah tertata rapi dalam koper sedang mas bram dan erwin berada di bagasi guna mengecek keadaan mobil,semalam alisya nangis ingin ikut denganku ke rumah bibik akhirnya mas bram mengizinkan alisya pergi bersamaku.
saat sedang asyik menyiapkan bekal di dapur tiba tiba erwin datang dan menyuruhku beserta alisya bersembunyi sedang bibik menyembunyikan semua koper.
"Erwin,ada apa?"tanyaku saat sudah berada dalam kamar.
"Si adiguna datang,katanya ingin bertemu denganmu dan alisya untung saja posisi kami di garasi jadi aku langsung masuk menemuimu."
"Lalu dimana mas bram?"dan mau apa paman sepagi ini datang kemari?"
"Bram,sedang menemui pamannya tadi sebelum aku masuk aku sudah bilang klau kamu dan alisya sedang berlibur di swiss untuk beberapa bulan,tujuannya kesini sepagi ini aku belum tau, lebih baik kamu sembunyi disini dan alisya jangan menimbulkan suara yang mencurigakan,oke."
"Oke terima kasih erwin kamu sudah mau membantu kami sejauh ini."
Ya berkat bantuan dari erwin dan ricky aku dan mas bram bisa sampai sejauh ini untuk menyembunyikan kehamilan ku ini.
"Paman,ada perlu apa sampai sepagi ini paman mengunjungiku?dan mari kita mengobrol di dalam paman."
sapaku pada paman dengan berfikir apa tujuannya dia kesini sepagi ini.
"Iya terima kasih bram,aku hanya ingin mampir dan memberikan hadiah kecil ini untuk alisya dan mayang,mereka dimana aku sudah lama tak melihat mayang,apa dia baik baik saja bram?"
"Oh mayang dia memang sedang tidak ada di rumah untuk beberapa bulan ini, alisya ingin sekali bermain salju jadi mayang mengajaknya untuk berlibur di negara yang sedang musim salju."
"Keliling dunia maksud kamu,kenapa kamu tak ikut serta bram?"
"Kalau bram ikut bagaimana dengan rapat yang sudah terjadwal paman,tidak mungkin kan jika aku mengcancel nya."
"Ya kan kamu bisa minta tolong paman untuk mewakilkan bram agar kamu bisa berlibur juga."
"Bram tidak mau merepotkan paman?"
"Ya sudah kalau begitu aku titipkan ini padamu ya jika mereka sudah kembali maka kabari lah pamanmu ini."
"Baik paman nanti bram akan kabari paman."
Aku berjalan beriringan dengan paman, mengantarnya sampai depan setelah ku yakinkan mobil paman menghilang di balik pagar rumahku,segera ku masuk ke dalam menemui mayang dan alisya dan segera kami berangkat menuju rumah bibik.
Saat dalam perjalanan aku lihat mayang selalu tersenyum dan tangannya tak pernah lepas dari perut buncitnya,rasa takut itu kini perlahan hilang dalam mimik wajahnya sedang alisya dia sangat pulas tertidur dengan kepalanya berada di pangkuan mayang,sedang aku dan erwin bergantian mengemudikan mobil ini.
"Sayang,istirahatlah perjalanan masih jauh biar alisya pindah ke belakang bersama bibik?"Ucapku lembut pada mayang.
"Iya nanti kalau sudah merasa capek aku akan istirahat,fokuslah di jalannya saja ya."Kataku pada mas bram dengan senyum khasku.
Perjalanan yang di tempuh selama seharian itu pun akhinya tiba di tujuan kini kami sudah sampai di salah satu kota di Jawa Timur tempat tinggal bibik,rumah bibik sangat sederhana dan nampak terawat banyak tanaman yang menghiasi halaman rumah ini pasti nanti mayang dan alisya akan betah tinggal disini bersama bibik.dengan menuntun mayang berjalan kami sudah di sambut oleh anak anak bibik.
"Mari tuan silahkan masuk,maaf rumahnya seperti ini beda jauh sama rumah tuan."
"Tak apa bik,rumah bibik indah sejuk pula bibik suka berkebun ternyata ya saya baru lo bik."tanyaku pada bibik.
"Iya nyonya."jawab bibik sambil berjalan masuk ke dalam rumah dan membawa koler milikku ternyata bibik sudah menyiapkan kamar untuk aku tempati bersama alisya.
Tak lupa kami pun menemui orang tua dari bibik yang tinggal bersebelahan dengan rumah bibik,keluarga bibik narti sangat ramah dan baik mereka mau menerima kami dengan senang hati.
*****
"Tarik nafas lalu hembuskan lewat mulut ya bu trus lakukan itu sampai saya beri aba aba untuk mengejan ya bu."
Terang bidan desa yang sedang membantuku melahirkan putraku,ya aku tak mau melahirkan di rumah sakit dan untunglah anakku ini tak pernah rewel dalam kandunganku seakan dia pun tau keadaanku yang bersembunyi ini.
"Aahhhh hufff huffff mas bram."
Teriakku saat merasakan betapa sakitnya yang aku rasakan terlebih mas bram tidak berada di sampingku.
"Sabar ya bu,ikuti aba aba saya ya bu ayo bu tarik nafas panjang lalu mengejan yang kuat ya bu."
Aku hanya dapat menganggukan kepala saat bidan tersebut memintaku untuk mengejan dengan kuat,untung lah aku masih sedikit ingat bagaimana saat melahirkan alisya dulu.
Dan akhirnya suara tangis bayi menggema di seluruh penjuru rumah tangis yang sangat keras dan kuat, ku teteskan air mata ini saat bu bidan memberikan nya padaku untuk aku susui
bayi yang tampan mirip sekali dengan mas bram.
"Selamat ya bu, bayinya laki laki dan sangat sehat bu ini coba ibu susui dulu anaknya."
"Iya bu terima kasih karena sudah membantu saya melahirkan bu?"
dengan senyum ku katakan itu pada bu bidan.
"Mama,boleh aku melihat adikku?"
Ku alihkan pandanganku ke arah alisya yang berdiri di ambang pintu kamar.
"Sini sayang tentu saja boleh ini kan adiknya alisya seneng gak punya adik cowok."godaku ke arah alisya yang berjalan mendekat ke arahku.
"Dedek ini kakak,jangan nakal ya dek."
Saat asyik mendengar obrolan alisya dengan adiknya,ku dengar suara mesin mobil berhenti apa mas bram sudah sampai ya,batinku bertanya karena ku dengar ada suara ribut dari luar segera ku menyuruh alisya untuk menutup pintu dan menguncinya beserta jendela dan menutup kordennya.
"Mama,alisya takut?"ucapnya sambil memelukku beserta adiknya.
Ya Tuhan tolong lah kami hindarkan kami dari kejahatan orang yang membenci kami,sebenarnya siapa tadi yang datang semoga tidak ada hubungannya dengan kami disini.ku dekap erat kedua anak anakku saat terdengar suara ribut berada tepat di pintu kamarku.
Tok..tok...tok...
"Nyonya,ini bibik!"
Ku dengar suara bibik yang mengetuk pintu kamarku,segera ku berdiri untuk membuka pintu kamar kemudian bibik masuk dan mengunci kembali pintu kamar.
"Bik,siapa yang bertamu kenapa sepertinya ada yang ribut di luar bik.?"
tanyaku karena rasa penasaran yang cukup tinggi.
"Tadi itu ada orang salah alamat Nya, mau main masuk aja untung tadi di bantu tetangga buat ngusir mereka."
Jawaban bibik seperti ada sesuatu yang di sembunyikan,apa ini ada kaitannya denganku ku lihat bibik pun tak berani menatapku seperti biasanya dia ngobrol denganku aku akan bertanya pada mas bram.
"Hem nyonya jangan terlalu di fikirkan ya nanti kalau nyonya banyak pikiran takutnya menganggu produksi asi nyonya kasian adek bayinya."
"Iya bik terima kasih ya bibik sudah mau saya repotkan selama beberapa bulan ini, bik jika nanti bayi ini aku tinggal disini apa bibik bersedia merawatnya bik nanti aku akan mencarikan tempat tinggalnya sampai dia dewasa bik?"
"Nyonya,saya sudah lama bekerja dengan tuan bram saya sangat senang jika nyonya mempercayai saya untuk merawat keturunan dari keluarga tuan bram."
Ku lihat senyum tulus di tunjukkan bibik padaku,aku sangat bersyukur sekali mengenal bibik yang sangat baik ini semoga dengan di rawat oleh bibik anakku tumbuh menjadi anak yang tangguh,batinku berucap dengan jari ini membelai pipi mulus bayi laki lakiku.