Keysheva pulang agak malam dikarenakan ia harus mengecek keadaan Angkasa dulu. Padahal itu bukan jadwalnya, tapi apapun ia lakukan demi lelaki idamannya itu.
Malam itu, Keysheva asyik memainkan handphone nya sembari tiduran dikasur. Tiba-tiba ada notifikasi yang seketika menaikkan moodnya.
Angkasa
Selamat malam dokter
Rasanya Keysheva ingin loncat-loncat saat itu juga, baru diberi pesan seperti itu ia sudah baper apalagi jika... Diajak nikah? Oh tidak, Keysheva sudah berpikir terlalu jauh, mana mungkin Angkasa bisa jatuh cinta pada gadis sepertinya.
Langsung saja jari-jari Keysheva membalas chat tersebut.
Keysheva
Malam
Angkasa
Beneran kan bsok gw bs plng?
Keysheva
Iya
Angkasa
Abis minum obat gw malah g bs tdur
Kok gitu ya Dok?
Keysheva
Aneh
Lo nya aja kali yg g mau tdur
Angkasa
Iya kali ya?
Anjr gabut banget gue
Keysheva
Sendiri disana?
Keluarga gak ada yang dateng?
Angkasa
Iya sendiri
Bokap nyokap masih diluar negeri, malam ini mungkin nyampe Indo, dan maybe besok baru kesini
Keysheva
Sabar
Istirahat sekarang
Sudah malam
Angkasa
Gue gabut dsuruh tdur
Keysheva
Kalau lo gak tidur, ntar sakit lagi
Gak jadi pulang besok, mau?
Angkasa
Mau
Asal kamu yang rawat
Wkwkkw canda key
Keysheva
Tidur sekarang
Angkasa
Oke oke
Good night
Keysheva
Too
Keysheva menaruh handphone nya disebelahnya, ia tak bisa menahan rasa senangnya, ia benar-benar senang sekarang. Angkasa benar-benar membuatnya gila. Lelaki yang diidamkannya sejak SMA itu dekat dengannya sekarang. Dan itu sungguh diluar dugannya. Ia tak pernah berpikir bahwa Angkasa akan mengirimkan chat romantis padanya, mengucapkan selamat malam padanya.
???
Keesokan harinya. Keysheva sangat bersemangat menuju ke Rumah Sakit, ia akan bertemu dengan lelaki tampan itu lagi. Sesampainya dirumah sakit ia langsung mengajak Tika untuk bersamanya dan pergi keruang rawat inap Angkasa.
"Permisi..."
Ceklekkk...
Pintu terbuka perlahan. Dan Keysheva melihat Angkasa yang sedang berbincang dengan seorang lelaki dan seorang wanita yang sepertinya adalah orang tuanya.
Keysheva benar-benar canggung sekarang.
"Bisa saya cek keadaannya sebentar?"
"Silahkan Dok," ucap wanita paruh baya itu sembari tersenyum hangat.
Keysheva mengecek keadaan Angkasa dengan sangat telaten, "Sudah lebih baik. Bisa pulang hari ini ya, jangan terlalu banyak pikiran, makan teratur, dan obatnya juga jangan lupa diminum"
"Tuh Sa, gak usah mikirin Reva terus, nyatanya dia milih yang lain daripada kamu," peringat wanita itu kepada Angkasa.
"Gak mikirin Reva Ma, Angkasa mikirin urusan pekerjaan," sahut Angkasa malas.
"Halah, pasti kamu mikirin Reva juga. Mama kan udah bilang dari awal, Reva itu bukan yang terbaik buat kamu, kamunya aja yang kekeh tetap mau sama Reva, masih mau ngelawan Mama?"
Angkasa menghela nafasnya, "Enggak Ma"
"Ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya Keysheva dengan ramah.
"Key-- nanti gue chat lo, ada yang penting"
Sementara itu Keysheva terlihat gugup karena Angkasa berkata seperti itu dihadapan orang tuanya sendiri. Dan saat itu juga, kedua orang tua Angkasa menatap Angkasa dan Keysheva secara bergantian.
"Kalian saling kenal?" tanya Papa Angkasa bingung.
"Dulu satu SMA Om Tante," sahut Keysheva lembut.
"Oh..."
"Saya mau ke pasien lain dulu ya... Permisi..." setelah itu Keysheva keluar diiringi dengan Tika. Perasaan Keysheva sudah campur aduk, ia keringatan dibuatnya, padahal ruangan tersebut full ac.
"Aduh Dokter ketemu calon mertua, gugup ya," goda Tika.
"Calon mertua apaan coba... Eh amin deh," Keysheva tertawa kecil setelah itu.
Sementara itu saat Keysheva keluar dari ruang rawat inap tersebut. Angkasa diintrogasi oleh kedua orang tuanya dan mau tak mau ia pun menjawabnya.
"Namanya siapa Sa?" tanya Papanya.
"Keysheva"
"Kalian kenal dari dulu? Akrab?"
"Sekedar tau aja sih dari jaman SMA, gak pernah ngobrol sedikitpun, baru sekarang"
"Cantik ya, ramah juga" Mama Angkasa memberi kesimpulan.
Angkasa hanya diam tak menjawab.
"Dan keliatannya mandiri, gak bergantung, punya pekerjaan tetap," sambungnya.
"Jadi pengen punya menantu Dokter"
"HAH? APA MA?!" kaget Angkasa.
"Kapan jadinya Sa kamu nikah?" tanya Papa Angkasa dengan nada serius.
"Mau nikah sama siapa Pa, Reva aja tunangan sama yang lain," sahut Angkasa yang langsung dihadiahi tatapan tajam dari Mamanya.
"Move on Sa, Reva itu cuman mau harta kamu"
"Gak gitu Ma--"
"Masih mau belain cewek itu?"
Angkasa menghela nafasnya pasrah dan memilih untuk diam.
"Mending kita siap-siap untuk pulang," ujar Papa Angkasa menengahi.
"Kamu pulang kerumah kamu Sa?"
Angkasa mengangguk, "Iya"
"Ntar malem pergi ke acara keluarga?"
"Iya"
"Kamu udah beneran sembuh kan?"
"Iya"
"Tau kan acaranya dimana?"
"Iya"
"Mau pergi sendiri?"
"Iya"
"Atau sama Mama Papa?"
"Sendiri"
"Oke, hati-hati ya"
"Iya"
???
Angkasa sudah sampai dirumahnya, ia duduk di sebuah sofa yang ada dikamarnya, ia mengambil handphone membuka aplikasi w******p dan membuka roomchatnya dengan Keysheva.
Angkasa
Key
Keysheva
Butuh waktu beberapa menit barulah Keysheva membalas chat darinya, gadis itu memang sangat sibuk.
Keysheva
Iya?
Angkasa
Ntar malem gue ada acara keluarga
Lo mau ikut? Nemenin gue?
Keysheva
Kenapa gue?
Angkasa
Cewek yang gue kenal cuman lo
Keysheva
Pergi sendiri gak bisa ya?
Angkasa
Gak bisa
Gue pasti diejek sama keluarga gue
Ganteng kok gak ada pacar
Percuma
Pasto digituin
Keysheva
Haha
Ya terus
Emg gw pcr lo?
Angkasa
Bukan sih
Oke lo pacar gue sekarang
Keysheva
?
Angkasa
Gue becanda
Jadi, mau gak nemenin gue?
Keysheva
Jam berapa?
Angkasa
7
Lo sibuk banget ya
Jarang ad cewek sesibuk lo
Keysheva
Kayaknya gue bisa
Oke
Angkasa
Ntar share lokasi rumah lo
Gue jemput
Keysheva
Iya.
Malam harinya, Angkasa sudah bersiap-siap dan kini ia akan menuju kerumah Keysheva terlebih dahulu, saat ia sudah berada didepan gerbang rumah Keysheva ia langsung mengirimkan chat.
Angkasa
Gue didepan
Beberapa menit kemudian Keysheva keluar dari rumahnya, ia mengenakan dress selutur berwarna navy dan rambutnya dibiarkan tergerai, ia masuk kedalam mobil Angkasa. Wangi parfume Keysheva membuat Angkasa semakin tak bisa berhenti menatap Keysheva.
"Sa?"
"Angkasa?"
"Eh iya," Angkasa tersadar, ia terlalu larut dalam menatap Keysheva.
"Kenapa?"
Angkasa menggeleng pelan, "Gak, gak papa"
Keysheva memasang seatbelt nya dan Angkasa pun mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal.
Suasana sangat canggung didalam mobil sampai akhirnya Angkasa membuka obrolan.
"Nanti disana kalau keluarga gue ngomong macem-macem, iyain aja," ucap Angkasa.
Keysheva menatap Angkasa yang sedang fokus menyetir, "Kenapa?"
"Iyain aja, daripada ditanya makin banyak"
Keysheva terkekeh pelan, "Iya deh"
"Dan disana harus kalem. Gue tau lo aslinya b****k," ucap Angkasa dengan santainya.
"Sembarangan!"