Angkasa dan Keysheva masuk kedalam sebuah restoran mewah yang sudah dibooking oleh keluarga Antares itu. Seluruh pasang mata menatap kearah Angkasa dan Keysheva yang jalan berdampingan.
"Aduh Angkasa, bawa yang baru ya mentang-mentang abis ditinggalin"
Sementara itu. Mama Angkasa menghampiri Angkasa dan Keysheva, "Loh? Dokter Keysheva kan?"
Keysheva mengangguk ramah, "Iya. Malam Tante"
Mama Angkasa tersenyum hangat, "Malam cantik"
"Langsung gas Sa, halalin" ucap seorang lelaki yang sekiranya seumuran dengan Angkasa.
"Kok Tante baru liat Sa, baru lagi?"
Angkasa tak merespon semua itu ia hanya tertawa kecil. Sedangkan Keysheva hanya tersenyum kaku kepada orang-orang yang berada disana.
"Duduk dulu"
Angkasa duduk disebua sofa panjang yang ada disana, dan menepuk tempat kosong disebelahnya, "Sini"
Keysheva menghampiri Angkasa dan duduk disebelahnya.
"Jadi gimana, Sa?"
Angkasa terkekeh pelan kemudian menjawab, "Gimana apanya Om?"
"Itu yang di sebelah, kapan mau dihalalinnya?"
"Apa sih Om, temen doang"
Sedikit sakit hati Keysheva saat mendengar Angkasa mengatakan kata temen doang, namun ia sadar, ia dan Angkasa memang tidak ada apa-apa. Mereka pun baru akrab sekarang.
"Siapa namanya?"
"Keysheva Mischa Aldercy, panggil aja Keysheva," ujar Keysheva memperkenalkan dirinya.
"Dokter Keysheva," ralat Angkasa sembari melirik Keysheva dan terkekeh pelan.
"Oh dokter?" Tante Angkasa melontarkan pertanyaan dibalas anggukan dari Keysheva, "Iya Tante," sahutnya sembari tersenyum ramah.
"Kamu mending sama dia aja Sa daripada sama si Reva Reva itu," ujar Tante Angkasa itu ceplas ceplos.
"Iya Lis, aku juga udah bilangin Angkasa gak usah sama Reva itu lagi, dari dulu aku bilangin, dianya aja kekeh mau sama Reva, kan ujung-ujungnya ditinggalin," sahut Mama Angkasa.
"Udah lah gak usah bahas Reva lagi!" ucap Angkasa dingin.
"Kamu kapan Sa nikah? Liat sepupu kamu si Alviero, udah mau punya anak"
Angkasa langsung menatap Alviero yang tersenyum songong kearahnya.
"Dianya aja kecepetan nikah, gasabaran emang orangnya," sahut Angkasa.
"Heh apa lo bilang!"
"Lo gak sabaran, emang iya kan"
"Gue mah gercep orangnya gak mau keduluan, emangnya lo lama, ujung-ujungnya keduluan orang kan!"
Angkasa terdiam seribu bahasa.
"Kalah kan lo," ucap Alviero bangga dengan kemenangannya.
"Kamu punya pacar?," Tanya Mama Angkasa kepada Keysheva.
Keysheva menggeleng pelan, "Gak ada Tan," sahutnya pelan.
"Tuh Sa cepet. Atau kamu lagi suka sama sekretaris kamu yang dikantor itu?"
Angkasa menggeleng cepat, "Enggak lah, Mama apaan sih, emang Mau punya mantu begitu?"
"Ya enggak lah, cantik juga enggak, sopannya ke kita-kita doang, bajunya kurang bahan mulu"
"Gak kegoda lu Sa?" tanya Alviero cepat.
"Gak lah, gak napsu gue sama yang begitu"
"Halah lo sok nolak segala"
"Kalian kenal udah lama?," tanya istri Alviero kepada Angkasa dan Keysheva.
"Lama, tapi dulu sekedar kenal biasa doang gak pernah ngoobrol," sahut Angkasa.
"Dari kapan?"
"kelas 10 SMA" sahut Angkasa dan Keysheva bersamaan.
"Cie samaan..."
Setelah ngobrol beberapa saat mereka pun memutuskan untuk makan malam. Dan saat jam sudah menunjukkan pukul 21.30 Angkasa dan Keysheva berpamitan untuk pulang karena besok mereka akan kembali bekerja.
"Hati-hati," ucap Keysheva begitu mobil Angkasa parkir didepan gerbang rumahnya.
Angkasa mengangguk, "Iya, lo besok kerja?"
"Iyalah, lo?"
Angkasa mengangguk lagi, "Iya, bisa makin down perusahaan gue kalau gue gak pantauin"
"Emangnya lagi down?"
"Iya, makanya gue pusing banget, orang tua gue gak ada yang tau masalah ini"
"Gak usah terlalu dipikirin, pikirin kesehatan lo juga," sahut Keysheva.
"Iya Dokter"
"Dijaga pola makannya. Kayaknya lo itu tipe-tipe orang yang makannya gak teratur ya?," tebak Keysheva.
"Lo cenayang?"
"Keliatan sih dari muka lo."
"Masa iya?," Angkasa mulai bingung.
"Iya--" Keysheva membuka pintu mobil Angkasa, "Hati-hati," ucap Keysheva untuk kedua kalinya lalu ia keluar dari mobil lelaki tersebut.
"Iya... See you kapan-kapan lagi kalau ketemu," ucap Angkasa sembari tertawa pelan.
"Iya"
Sempat terjadi keheningan beberapa detik.
"Udah sana masuk," ucap Angkasa melihat Keysheva masih berdiri menatap kearahnya.
"Lo duluan pergi, baru gue masuk rumah," sahut Keysheva.
"Lo duluan sana"
"Lo aja Sa"
"Oke gue." Angkasa akhirnya nyerah. Ia pun menyalakan mesin mobilnya dan mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal, setelah Angkasa pergi, Keysheva pun masuk kedalam rumahnya, ia benar-benar bahagia malam ini.
???
Keesokan harinya, seperti biasa, Keysheva pergi kerumah sakit pagi-pagi, tapi bedanya ia pagi ini tampak kurang bersemangat, tidak sesemangat kemarin saat masih ada Angkasa.
Handphone Keysheva berdering menandakan ada seseorang yang menelponnya. Ia mengambil handphonenya dari dalam saku jas nya, ia melihat nama Aira tertera dilayar ponselnya.
"Halo Ra kenapa?"
"Key lo lagi dimana?"
"Rumah sakit lah, kenapa?"
"Bisa gak kita ketemuan di **** sekarang?"
"Gak bisa nanti? Agak sorean gitu, ini masih pagi gue ada jadwal"
"Bisa sih... Cuman kalau ntar sore gue mau pulkam kerumah ortu gue, dan maybe gue balik ke sini seminggu kemudian"
"Sama siapa?"
"Laki gue lah"
"Oh iya lupa lo kan punya suami hehe. Duh gimana ya Ra"
"Ayolah bentar aja"
"Oke, gue periksa satu pasien dulu, abis itu ntar gue bilang Tika supaya jadwal gue diganti"
"Sip, gue otw duluan"
"Oke"
Akhirnya Keysheva pun melakukan tugasnya terlebih dahulu. Setelah itu barulah ia pergi ke tempat dimana ia dan Aira akan bertemu.
Sesampainya ditempat itu ia melihat Aira yang sedang duduk di bangku panjang. Tanpa pikir panjang Keysheva pun menghampiri sahabatnya itu.
"Ra..."
"Eh udah dateng lo. Nah gini, to the point aja ya"
Keysheva mengangguk.
"Gue denger Perusahaannya Angkasa lagi down?"
Keysheva terdiam sebentar lalu ia mengangguk kecil, "Iya, dia cerita semalem"
"Kok bisa?"
"Gue diajak sama dia ke acara keluarganya"
"OMG? DEMI APA? SUMPAH?!"
Keysheva memutar bola matanya malas, "Gak percaya kan lo"
"Jadi lo udah kenal dong sama keluarganya?"
"Dikit"
"Cieeeeeee"
"Udah next terus kenapa?"
"Ditambah lagi pacarnya dia-- eh mantan pacarnya mau tunangan, dan dia bener-bener down sekarang"
Keysheva hanya diam tak merespon ucapan Aira, ia masih belum paham apa maksudnya.
"Lo masih suka sama Angkasa?"
"Mungkin," sahut Keysheva.
"Kalau lo emang masih suka, gue kasih saran mungkin ini saatnya lo berjuang. Dia lagi down, dia butuh penyemangat, dan lo bisa semangatin dia, siapa tau lama kelamaan dia bakal jatuh cinta sama lo," jelas Aira.
Keysheva terdiam sejenak, mencoba mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Aira.
"Lo bener!"