Malam ini adalah malam yang cukup dingin. Keysheva memakai selimut dan duduk di atas kasurnya. Ia menatap layar ponselnya, menatap roomchatnya dengan Aira sahabatnya, disana tertera alamat perusahaan dimana Angkasa bekerja.
Gue harus gimana
Send
Keysheva membalas chat Aira
Masa iya gue kesana, terkesan tiba-tiba banget dong
Send
Lagi-lagi Keysheva mengirimkan chat kepada Aira. Namun Aira tak juga membalasnya. Keysheva menghela nafasnya, beberapa detik kemudian ponsel Keysheva berbunyi, Aira membalas chat nya.
Aira
Trserah lo sih
Tapi jangan kesana deh menurut gue
Disamping kantor dia ada restaurant
Biasanya dia makan siang disana
Beberapa kali gue liat gitu sih
Mungkin besok lo bisa makan siang disana
Sekalian liat Angkasa, ya gak? Wkwk
Keysheva hanya membaca chat tersebut. Malas untuk membalasnya, namun sepertinya saran Aira bisa dicoba. Oke, Keysheva akan makan siang disana besok.
Beberapa menit kemudian ia pun terlelap dalam mimpinya.
???
Hari yang cukup melelahkan bagi Keysheva, setelah harus memeriksa banyak pasien, akhirnya jam istirahat pun tiba, jam yang paling ditunggu-tunggu oleh Keysheva.
"Tika, Saya mau pergi makan siang dulu ya, kamu juga jangan lupa makan siang," ucap Keysheva kepada asistennya itu sembari tersenyum ramah.
"Siap Dok"
Keysheva pun keluar dari ruangannya, menuju ke parkiran dan masuk kedalam mobilnya. Setelah itu ia pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal menuju ke sebuah restaurant untuk makan siang.
Ini adalah pertama kalinya Keysheva ke restaurant tersebut. Restaurant yang bisa dibilang cukup mewah yang biasanya dikunjungi oleh karyawan yang bekerja di kantor disebelah restaurant tersebut.
Keysheva pun duduk disalah satu kursi yang kosong. Beberapa detik kemudian seorang waiters menghampirinya.
"Silahkan dipilih, mau pesan apa?" waiters tersebut memberikan buku menu kepada Keysheva.
"Spagethi 1, sama Milkshake Mocha 1," sebenarnya Keysheva tidak lapar, ia hanya ingin mencari Angkasa kesini. Keysheva pun memberikan kembali buku menu tersebut kepada sang waiters.
"Ditunggu sebentar ya," waiters tersebut pun pergi.
Keysheva celingak-celinguk melihat keadaan disekitarnya yang bisa dibilang cukup ramai.
Beberapa menit kemudian seorang waiters kembali menghampirinya dengan nampan berisi pesanan Keysheva.
"Ini pesanannya, dan ini bill nya," waiter tersebut meletakan bill diatas meja. Keysheva menatap bill tersebut dan mengeluarkan uang pas lalu membayarnya.
"Terima kasih," ucap Keysheva sembari tersenyum ramah.
"Sama-sama" Waiters tersebut membalas senyuman Keysheva lalu beranjak pergi.
Keysheva memakan spagethi yang dipesannya.
"Tapi apa alasannya kamu milih dia daripada aku? Kita bahkan mau tunangan, aku udah ngasih semuanya buat kamu, dan ini balasan kamu?"
Suara orang dimeja sebelah Keysheva membuat Keysheva menatap kearah sumber suara tersebut.
Dilihatnya itu adalah Angkasa, dengan seorang wanita dihadapannya.
"Aku harap kamu ngerti Sa, dua minggu lagi aku mau nikah, jangan lupa dateng," ucap wanita itu kemudian beranjak pergi.
Angkasa menatap kepergian wanita itu dengan sangat kesal, namun apa boleh buat, Reva sudah tidak membutuhkannya. Keysheva menatap Angkasa yang terlihat sangat rapuh. Entah kenapa, Keysheva pun langsung menghampiri Angkasa tanpa ragu.
"Lo kenapa? Ada yang bisa gue bantu?"
Angkasa tampak sedikit terkejut melihat kehadiran Keysheva yang tiba-tiba duduk di kursi yang tadinya diduduki oleh Reva.
"Lo dari tadi disini?," bukannya menjawab Angkasa malah bertanya balik.
Keysheva mengangguk, "Iya, makan siang," Keysheva tersenyum manis, "Lo kenapa? Maaf ya tadi gue gak sengaja denger perdebatan lo sama cewek tadi," sambung Keysheva.
Angkasa membalas senyuman Keysheva dengan senyuman tipisnya, "Yang tadi itu... mantan gue,"
"Jadi itu mantan lo yang Mama lo ceritain waktu itu?," tanya Keysheva.
Angkasa mengangguk, "Iya"
"Cantik ya," ucap Keysheva pelan.
"Semua perempuan memang cantik gak ada yang ganteng," sahut Angkasa sembari terkekeh pelan.
Hal itu membuat Keysheva nyengir, "Hehe iya juga," balasnya.
"Makan siang lo masih ada tuh, mending bawa kesini, makan bareng," ucap Angkasa, dengan senang hati Keysheva mengangguk lalu ia mengambil makanannya dan memindahkannya.
"Jauh banget lo makan siang kesini," ucap Angkasa.
"Gak jauh banget kok," sahut Keysheva.
"Maksudnya kan banyak gitu loh Restoran yang lo lewatin, tapi lo malah milih kesini"
Keysheva tersenyum kikuk, "Gue belum pernah kesini, ya coba-coba aja sih. Kalau lo emang biasa makan disini ya?," tanya Keysheva basa-basi. Padahal sudah tentu Angkasa sering makan disini.
"Iya, disebelah kan kantor gue," sahutnya.
Keysheva mengangguk paham, "Oh gitu... hebat ya lo"
"Lo juga"
"Duh bisa aja hahaha."
Angkasa tertawa pelan setelah itu ia mengecek ponselnya lalu berkata, "Key gue duluan ya, buru-buru nih ada jadwal meeting, see you," tanpa menunggu jawaban dari Keysheva, Angkasa langsung pergi begitu saja. Hal itu membuat Keysheva sedikit kesal, namun ia juga sangat senang hari ini, sudah jelas ia senang, makan siang bersama Angkasa tak pernah terpikirkan olehnya, walaupun hanya dalam waktu singkat.
Keysheva pun memakan makanannya, setelah selesai ia meminum minuman yang dipesannya, dan ia melihat ada suatu benda tergeletak diatas meja.
Keysheva memegang benda itu, itu adalah sebuah dompet. Keysheva sangat yakin 100% itu adalah dompet milik Angkasa. Maka dari itu setelah selesai minum, Keysheva langsung pergi menuju ke kantor Angkasa yang terletak disebelah restoran ini, jadi Keysheva tidak perlu memakai kendaraan.
Saat memasuki kantor itu, tampak beberapa pasang mata menatap Keysheva dengan tatapan sulit diartikan, namun Keysheva tidak menghiraukannya, ia berjalan menuju ke meja resepsionis.
"Ada yang bisa saya bantu?," Tanya Resepsionis itu dengan ramah.
"Gue titipin aja deh, kan tadi kata Angkasa dia meeting," batin Keysheva.
Keysheva ternyum canggung kepada resepsionis itu, lalu ia memberikan dompet milik Angkasa kepada resepsionis itu, "Ini punya Angkasa, tadi tertinggal saat makan siang bersama saya, tolong berikan kepadanya," ucap Keysheva tak lupa dengan senyuman manisnya.
Resepsionis itu tampak bingung, bagaimana bisa dompet Bos nya ada ditangan wanita dihadapannya itu. Namun ia mengambil dompet itu lalu membalas senyuman Keysheva dengan senyuman ramah.
"Baik. Kalau boleh saya tau, nama anda siapa dan anda ada hubungan apa dengan Pak Angkasa?"
"Saya Keysheva, teman Angkasa, tidak lebih," sahut Keysheva.
Resepsionis itu mengangguk paham, "Baiklah, nanti dompetnya akan saya berikan kepada Pak Angkasa, sekarang Pak Angkasa sedang meeting jadi tidak bisa diganggu"
"Terima kasih, permisi," Keysheva pun langsung pergi keluar dari kantor milik Angkasa. Lalu ia pergi menuju parkiran restoran tadi dan masuk kedalam mobilnya, setelah itu ia mengendarai mobilnya dan kembali menuju ke Rumah Sakit.