Kini Keysheva tengah mengobrol dengan salah satu dokter di suatu ruangan yang biasa digunakan untuk tempat para Dokter berkumpul.
"Oh iya Key... lo belum jawab pertanyaan gue yang waktu itu," ucap Dokter yang bernama lengkap Arista Clara Daveenika atau kerap disapa Clara.
Keysheva menyipitkan kedua matanya, "Hah? Yang mana?"
"Ituloh... yang hari itu.... soal Angkasa, CEO di Antares Corp."
"Oh... kenapa?"
Clara memutar bola matanya malas. "Pas pagi itu kan gue mau cek keadaan dia, eh dia bilang gini, biar Keysheva aja yang cek keadaan gue," ucap Clara sembari menirukan gaya bicara Angkasa di 7 kata terakhir.
Keysheva terkekeh pelan. "Kalau soal itu... gue yang bilang ke dia ntar gue yang cek keadaannya, terus mungkin dia jadi gak mau di cek sama dokter lain," sahut Keysheva.
"Lo pacaran ya sama dia!," tuduh Clara cepat, "Hayoooo ngakuuuu lo!!!!" Clara semakin memojokan Keysheva.
Dengan cepat Keysheva menggeleng, "Enggak! Gue udah kenal dia dari jaman SMA, makanya jadi gak terlalu canggung gitu,"
"Lo suka ya sama dia?," tuduh Clara lagi.
"Ngeselin banget sih lo!"
Clara menyengir melihat respon Keysheva, "Hehehe... tapi btw dia keren loh Key... pekerja keras, cool, punya badan atletis, keren, dan yang terpenting dia CEO terkenal!"
"Jangan-jangan... lo yang suka sama Angkasa!" Kini giliran Keysheva yang menuduh.
Clara menggeleng cepat, "Enggak ya! Gue gak suka! Tapi kalau dia lamar gue sih, gue terima dengan senang hati," sahut Clara diiringi senyuman manisnya.
Mendengar ucapan Clara membuat Keysheva memutar bola matanya malas, ia yang tadinya duduk pun langsung berdiri, "Dah sore, gue mau pulang ah, duluan ya," Keysheva pun berlenggang pergi meninggalkan Clara.
???
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsallam, eh udah pulang,"
Keysheva tersenyum riang melihat keberadaan sang Bunda, "Bunda kapan nyampe nya?"
"Tadi siang, sengaja gak ngabarin kamu... biar suprise," Emy yang merupakan Bunda Keysheva itu pun langsung memeluk Keysheva, dan tentunya Keysheva membalas pelukan itu.
"Gimana hari ini?"
"Seperti biasa, fine"
"Alhamdulillah... omong-omong—"
"Kenapa Bun? Duduk dulu yok," Keysheva mengajak Bundanya untuk duduk di sofa.
"Udah ada calon belum?" ucap Emy menggoda Keysheva.
Hal itu membuat Keysheva menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Emm..."
"Bunda udah gak sabar mau nimang cucu," ucap Emy yang membuat Keysheva semakin bingung.
"Belum ada yang pas Bun," ucap Keysheva.
"Atau kamu mau sama anak temen Bunda? Kalau kamu mau Bunda bakal kenalin—"
Dengan cepat Keysheva menggeleng. "Gak usah Bun hehe... Key bisa kok cari sendiri"
"Yaudah Bunda tunggu dalam minggu-minggu ini harus ada, kalau gak ada kamu bakal Bunda jodohin sama anak temen Bunda"
"Yah Bunda gak asik... masa minggu-minggu ini sih," ucap Keysheva lemah.
"Bunda gak sabar pengen liat gimana cowok pilihan kamu," sahut Emy.
Keysheva tersenyum canggung, "Emm Bun... Key mau ke kamar dulu ya mau istirahat," ucap Keysheva dibalas anggukan dari Emy, setelah itu Keysheva pun menuju ke kamarnya.
Sesampainya di kamar, Keysheva langsung bergegas menuju ke kamar mandi untuk segera mandi. Selepas mandi dan sudah rapi dengan piyamanya, Keysheva langsung duduk diatas kasur dan mengambil handphone nya. Membuka aplikasi w******p dan membuka roomchat Aira.
Aira
Ra
Gue seneng banget
Kenapa?
Tadi gue makan siang bareng Angkasa
Omg, congratss babe?
Thank you sist!!!
Gue seneng banget pokoknya
Semangat!
Terus berusaha!
Usaha gak akan ngehianatin hasil
Siap!!!
Setelah itu Keysheva menutup aplikasi w******p dan mematikan handphone nya, namun beberapa detik kemudian handphone berbunyi menandakan ada notifikasi w******p yang masuk.
Angkasa
Makasih ya udah anterin dompet gue
Sama-sama
Lain kali jangan pelupa
Iya
Makasih ya
Untung aja lo yang nemuin
Hehe
Emm, besok malam lo ada acara?
Kenapa emang?
Gak papa sih nanya aja
Oh
Wkwk...
Gue mau ngajak dinner
Bukan gue sih
Mama papa gue yang ngajak
Ngajak gue?
Iya, gatau tuh Mama
Oh gitu
Bisa gak?
Bisa deh kayaknya
Gue free free aja kok
Gak ngapa-ngapain
Oke ntar gue jemput, see you
See you too.
Ini semua sungguh diluar dugaan Keysheva, ia tidak pernah berpikir akan sedekat ini dengan Angkasa, lelaki yang sangat diidamkannya dari dulu. Dulu, Keysheva sangat sering berkhayal tentang bagaimana jika ia dan Angkasa menjadi teman dekat, dan sekarang khayalan itu menjadi kenyataan.
Dari jaman SMA, Keysheva memang sudah mengangumi seorang Angkasa Gavriel Antares itu. Angkasa termasuk deretan most wanted saat masa SMA, banyak kaum hawa yang memuji ketampanannya, belum lagi Angkasa merupakan salah satu murid yang sangat rich dan tentu saja hal itu membuat Angkasa semakin famous.
Mengagumi dari jauh, hanya itu yang bisa Keysheva lakukan saat itu. Ia sadar, Angkasa tidak mungkin memilihnya dari sekian siswi yang mengejar-ngejar Angkasa. Keysheva mengakui dirinya kalah cantik dengan siswi-siswi itu.
Menatap Angkasa saat di kantin, koridor, parkiran, lapangan, itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh seorang Keysheva Mischa Aldercy. Entah mengapa ia bisa sangat tertarik dengan Angkasa, walaupun ia sadar ia tak akan bisa memiliki Angkasa.
Selang beberapa menit, saat keasyikan memainkan handphone nya, tiba-tiba rasa kantuk menghampiri Keysheva, dah akhirnya ia pun tertidur.
???
"Keysheva berangkat ya Bun, Assalamualaikum..." Keysheva mencium punggung tangan sang Bunda sembari mengucapkan salam.
"Waalaikumsallam, hati-hati ya"
"Iya Bun." Setelah itu Keysheva pun bergegas berangkat menuju ke rumah sakit tempat dimana ia bekerja.
Beberapa menit kemudian, Keysheva pun akhirnya tiba dirumah sakit, ia langsung menuju ke ruangannya, dan ia bertemu dengan Tika disana.
"Pagi Dok," ucap Tika ramah.
"Pagi, Clara udah dateng Tik?"
Tika menggeleng pelan, "Belum Dok, memangnya Dokter Clara gak jadwal malam?"
"Dia bilang hari ini dia jadwal pagi," sahut Keysheva dibalas anggukan paham dari Tika.
"Oh iya Dok, jadwal pasien yang harus dicek hari ini lumayan banyak dari biasanya—"
Belum selesai Tika menyelesaikan upacannya, Keysheva sudah lebih dulu memotongnya, "Saya tau, ayok," Keysheva pun berjalan keluar ruangan, dan dengan gerak cepat Tika mengikuti Keysheva.
Memang benar, hari ini cukup banyak pasien yang harus dicek keadannya, tapi itu tidak masalah bagi Keysheva, ia dengan senang hati mengunjungi pasien satu persatu.
Sampai akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 17.30. Pekerjaan Keysheva sudah selesai, ia pun kembali kerumahnya, dan tentunya bersiap-siap untuk dinner bersama Angkasa dan kedua orang tua Angkasa.