Memberikan perhatian kecil kepada Angkasa?
Keysheva terus bertanya pada dirinya sendiri. Apakah ia harus melakukan hal itu? Apa dengan cara itu Angkasa akan takluk kepadanya? Tidakkah nanti Angkasa ilfeel kepadanya?
"Kalau ntar Angkasa ilfeel gimana dong... makin ribet deh urusannya," Keysheva kembali memikirkan saran dari Reva tadi.
Akhirnya Keysheva memutuskan untuk mengambil handphone nya dan menelpon Aira, sahabatnya.
"Kenapa Key?"
Keysheva memutar bola matanya malas begitu mendengar ucapan Aira dari seberang sana, "Assalamualaikum,"
"Waalaikumsallam, kenapa kenapa ada apa? Ada bahan pergibahan seru?"
"Gibah mulu diotak lo!"
"Terus ada apa?"
"Lo tau gak—"
"Nah kan lo sendiri yang memulai pergibahan ini. Btw, tau apaan?"
"Tadi gue ketemu sama Reva terus ngobrol sama dia"
"Reva? Saha si?"
"Mantannya Angkasa"
"Waw!!! Mantan Angkasa ngobrol sama Calon masa depan Angkasa, keren keren!"
"Aamiin... dia bilang—" dan Keysheva pun menceritakan apa saja yang ia obrolkan dengan Reva tadi.
"Kasian ya dia, ternyata dia gak seburuk itu,"
"Nah! Gue kira dia bakal nyuruh gue jauhin Angkasa gitu, kayak di novel novel kan gitu biasanya, taunya dia malah dukung, bahkan ngasih saran cara deketin Angkasa. Menurut lo, gak papa gue kasih perhatian kecil gitu ke Angkasa? Dia gak ilfeel nantinya?"
???
Keesokan harinya, Keysheva sudah siap dengan jas kerjanya. Setelah selesai dan merasa puas dengan penampilannya, Keysheva pun keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga dan berjalan menuju ke ruang makan.
Ia melihat Bundanya duduk di kursi dan sedang memakan roti. Keysheva pun menghampiri Bundanya dan tersenyum kearah Bundanya itu.
"Pagi Bunda," sapanya lalu duduk di kursi sebelah Bundanya.
"Pagi juga sayang, mau sarapan apa?"
"Key makan roti aja Bun," sahut Keysheva lalu mengambil sebuah roti dan selai coklat.
"Bunda hari ini mau kemana?"
"Mau ke butik, ke toko kue besok-besok aja deh, Bunda udah lama gak ke butik," sahut Emy sembari tersenyum tipis.
Fyi. Emy, Bunda Keysheva itu memiliki butik dan toko kue. Jadi bisa dibilang ia mempunyai penghasilan sendiri, jika ia membutuhkan sesuatu ia tak perlu meminta kepada Keysheva.
"Oke, jangan telat makan Bun," ucap Keysheva dan dibalas anggukan saja oleh Emy, "Kamu juga," sahut Emy.
???
Keysheva pun berangkat menuju ke Rumah Sakit tempat dimana ia bekerja. Ia melaksanakan tugasnya sebagai seorang dokter sampai jam istirahat tiba. Cukup melelahkan, namun Keysheva sangat senang dengan pekerjaan itu, pekerjaan yang memang sudah diidamkannya sejak masa Sekolah.
Begitu jam istirahat atau bisa dibilang jam makan siang tiba. Keysheva pun langsung menuju ke parkiran, masuk kedalam mobilnya, dan mengendarai mobil itu. Tujuannya kali ini adalah ke restoran yany ada disamping Kantor Angkasa.
Niat makan sekalian liat doi, hehe.
Sesampainya di restoran itu, Keysheva celingak-celinguk mencari keberadaan lelaki tampan yang sangat diidamkannya dari dulu. Namun ia tak kunjung menemukan keberadaan lelaki itu.
Dengan perasaan sedikit kesal, Keysheva pun duduk disalah satu kursi yang kosong. Ia memesan makanan dan minuman. Sesekali matanya menatap kesekelilingnya, namun ia tak juga menemukan keberadaan Angkasa.
Keysheva memakan makanannya dengan perlahan. Makan sendirian, itu hal biasa bagi seorang Keysheva Mischa Aldercy, ia sangat sering makan sendirian di restoran, jalan-jalan sendirian ke Mall.
"Sendiri aja... gue duduk disini boleh kan," tiba-tiba seorang lelaki duduk di kursi sebelah Keysheva.
Keysheva sontak menatap kearah lelaki itu. Betapa terkejutnya ia saat melihat ternyata orang itu adalah Angkasa, lelaki yang sedari tadi dicarinya.
"Kok sendiri?" Tanya Angkasa.
"Udah biasa kali, hehe," sahut Keysheva sembari tersenyum kikuk.
"Tumben kesini?"
"Makanan disini enak, jadi gue kesini lagi deh,"
Sebenarnya jawaban yang paling tepat bukan itu. Keysheva sengaja ke restoran ini agar bisa bertemu dengan Angkasa.
"Lo kenapa sendiri?," Keysheva bertanya balik kepada Angkasa.
"Ini kan berdua," sahut Angkasa santai. Dan sahutan itu membuat Keysheva terasa hangat, hanya itu yang dikatakan Angkasa namun bisa meluluhkan hatinya.
Terjadi keheningan beberapa saat sampai akhirnya Angkasa memecahkan keheningan tersebut.
"Ntar mantan gue mau nikah, lo mau nemenin gue kesana?" Tanya Angkasa ragu.
"Eh iya gue ada ketemu Reva terus dia ngundang gue... ups—" Keysheva tidak sengaja mengatakan perkataan tersebut. Ketahuan deh jika ia bertemu dengan Reva.
"Lo kenal Reva?," tanya Angkasa sembari menatap Keysheva dengan tatapan menyelidiki.
"Emm a—anu—"
"Apa?"
Keysheva menghela nafasnya, "Baru aja kenalnya"
"Kok bisa?"
"Apasih yang gak bisa Sa?"
"Ngemilikin kamu..."
"Sa! Random banget sih!," kesal Keysheva. Padahal didalam hatinya ia sangat-sangat senang.
"Hahaha bercanda... coba ceritain detailnya gimana lo ketemu Reva," ucap Angkasa kembali serius.
Keysheva pun menceritakan kejadian dimana ia bertemu dengan Reva. Namun ia tak menceritakan mengapa Reva meninggalkan Angkasa, dan tentang Reva mendukung hubungannya dengan Angkasa.
"Dia cuman bilang gitu doang? Gak ada yang lain?," tanya Angkasa sedikit tidak percaya.
"I—iya... gitu aja, dia nyuruh gue datang ke pesta pernikahan dia,"
"Bareng kalau gitu,"
Keysheva mengangguk pelan, "Boleh."
"Gue duluan ya Key, ada meeting abis ini. Btw sering-sering aja kesini biar gue ada temen makan siang hehe, oh atau gue yang nyamperin lo ke Rumah Sakit?," tanya Angkasa membuat Keysheva mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali, seolah tak percaya dengan ucapan Angkasa barusan.
"Oh gak usah, lo juga sibuk kan, buang-buang waktu aja nyamperin gue, hehehe," sahut Keysheva santai.
"Gak ada yang namanya buang-buang waktu kalau untuk nyamperin calon masa depan."
"Lo kesambet apaan sih?," heran Keysheva, "Lo sakit Sa?," tanya Keysheva bingung.
Angkasa menggeleng pelan lalu tertawa kecil, "Gak gak, gue bercanda tadi... just for fun," sahut Angkasa dibalas anggukan dari Keysheva.
"Gue dijadiin bahan candaan lo mulu Sa, kapan seriusnya?," batin Keysheva.
"Gue balik ke Kantor dulu ya, oh iya satu lagi—"
Keysheva mengerutkan keningnya, apalagi yang akan Angkasa katakan?
"Lo boleh ke Kantor gue, kalau lo kangen gue, hahaha... ya udah gue duluan ya Key, see you," setelah itu Angkasa langsung bergegas pergi menuju ke Kantornya.
"Gue tau lo bercanda," gumam Keysheva lalu tersenyum pahit.