Ketiga cowok paling populer di Dream High School malam itu sedang berkumpul di sebuah restoran mewah di pusat kota. Mereka menikmati waktu santai di ruang VVIP sambil mengobrol. Ketiganya adalah Daren, Keith, dan Erick, tiga siswa dari sekolah bergengsi yang terkenal karena ketampanan dan latar belakang keluarga mereka.
" Malam yang membosankan, tidak ada wanita tempat pembuangan," gumam Daren sambil menyesap minuman Cherry cider.
" Siapa yang kamu maksud dengan wanita pembuangan? Apakah kamu tertarik dengan wanita rendahan" ucap Keith yang memang dia sangatlah polos meski dia adalah teman Daren. namun Keith mengira wanita pembuangan, adalah wanita gelandangan, berbeda dengan yang Daren maksud.
"Apakah kalian berdua sudah pernah berhubungan s*x?" Ucap Daren sambil menatap ke dua
temannya dengan serius.
"Tidak! Aku tidak akan melakukan hal itu, aku tidak mau menghamili anak orang, yang ada hidupku akan tamat" ucap Keith, dia yang paling lurus diantara keduanya. Kedua orang tuanya adalah pemuka agama, jadi dia sudah bisa dipastikan yang paling lurus.
" Bodoh! Jika kamu melakukan s*x ya, jangan sampai hamil, lakukan pencegahan," ucap Daren
sepertinya dia yang paling jago dengan hal seperti itu.
Keith dan Erich saling pandang, dia tidak mengetahui apa yang dibicarakan oleh Daren. "Memangnya bisa mencegahnya? Jika memang ada kenapa para orang miskin tidak melakukan hal itu. Supaya mereka tidak punya anak dan menambah kemiskinan mereka," ucap Erick dengan penasaran.
"Bisalah, kalian ini sangat tidak pintar, gunakan kon*om untuk melakukan pencegahan," ucap
Daren sambil menegakkan badannya.
"Oh Kon*om" seru Keith dan Erick bersamaan.
"Apakah anak anak seperti kita boleh mengunakan hal seperti itu. Dan digunakannya di mana," tanya Keith, membuat Daren menghela napas berat, karena temannya tidak tahu apa apa.
" Masa cara pakai ko*dom saja tidak tahu, cukup selimuti di kemaluanmu sudah beres. Bahkan para pelac*r bisa memasangkan padamu" ucap Daren hanya menggeleng pelan. Pantulan wajah tampannya terlihat di kaca jendela di sampingnya. Rambut hitamnya yang sedikit panjang hampir menyentuh mata.
Daren memang yang paling tampan diantara kedua temannya. Dia tinggi dengan kulit putih bersih. Tapi Erick dan juga Keith juga tampan.
"Memangnya Kamu sudah pernah melakukan hal menjijikan seperti itu ,Ren?" Tanya Erick
penasaran.
Daren menyuingkan senyum malasnya, berbicara dengan kedua temannya terkadang sangat malas jika membahas hal seperti itu. Karena keduanya tidak tahu apa apa.
"Hal yang sudah biasa bagiku, jadi sudah bisa dipastikan aku pernah. Dulu aku di ajak oleh Ayahku ke tempat pela*uran, dan dari situ aku tahu segalanya" ucap Daren sombong, seolah dia sangat keren karena mengetahui hal yang Seharusnya belum diketahui oleh anak seumur dia.
"Jadi benar rumor yang mengatakan jika kamu sering mengambil 'Cherry ' anak anak gadis itu benar. Aku kira itu hanya omong kosong," tanya Keith terkejut, dia mengira jika semua rumor itu bohong. Karena banyak anak gadis yang pada halu mendambakan pria popular.
Daren menyuingkan senyum andalannya, tanpa menjawab pun kedua sahabatnya langsung tahu
jika rumor itu memang benar.
Tak lama kemudian, setelah pesanan mereka sudah keluar semua, Daren mengeluarkan botol dari sakunya dengan secara sembunyi-sembunyi. Dia kemudian menuangkan minuman itu ke dalam gelasnya dan kemudian menawarkan pada kedua temannya.
Erick langsung menuangkan ke dalam gelasnya, dia kemudian mengoper pada Keith.
"Aku tidak, terima kasih! ini sudah cukup untukku" ucap Keith yang belum pernah mencoba
minuman keras itu.
"Pengecut" ucap Erick dan juga Daren secara bersamaan, tapi keduanya tidak memaksa Keith
sama sekali. Daren langsung menyimpan lagi botol itu ke dalam saku jaketnya.
"Ayahku pernah mengatakan jika laki laki tidak akan pernah puas dengan yang namanya minuman keras dan juga wanita. Kedua hal itu bisa melepaskan lelah dan juga stres," ucap Daren sambil menyesap minuman itu. Rasa pahit dan panas langsung mengenai tengorokannya, tapi Daren sepertinya sudah biasa
meminum minuman itu.
"Betul aku setuju" ucap Erick yang selalu melakukan apa yang Daren lakukan, dia ingin di lihat orang lain keren seperti Daren.
"Menurutmu bagaimana Keith" ucap Daren sambil meninggalkan sahabatnya itu.
" Tentu s...setuju" ucap Keith sambil mengangkat bahunya dengan ragu.
Daren mengerutkan keningnya, dia tidak suka mendengar jawaban Keith seperti dipaksakan.
" Keith kamu terlalu lurus untuk berteman dengan kita, jika kamu tidak bisa diajak ini dan itu, suatu saat nanti kita akan terpaksa meninggalkan kamu Keith" ucap Daren sambil menegakkan
punggungnya.
Keith langsung membulatkan matanya, dia khawatir tidak bisa berteman dengan Erick dan juga
Daren.
"Maksud kamu apa, Ren?" Ucap Keith dengan ragu.
"Maksud aku, kalau kamu tidak bisa diajak berbuat onar, main cewek dan mabuk mabukan," sahut Daren, kemudian melanjutkan. "Ayahku mengatakan kita harus menghabiskan masa muda kita dengan baik, jangan terlalu lurus.
Kita belum waktunya untuk bertobat, ada masanya kita untuk tobat. Karena sejatinya setiap manusia pasti akan melakukan dosa dalam hidupnya meskipun sekali, untuk itu kita puasin masa muda kita untuk senang senang dan melakukan ' hal yang membuat kita terlihat hebat' lanjut Daren sambil menatap Keith.
"Kamu mengerti kan maksud aku, Keith?"
"Hum, bukankah kita cukup membuat onar, minggu kemarin saya yang mencuri ayam milik warga untuk kita jadikan ayam bakar, dan juga merusak kebun milik orang lain," ucap Keith. Dia mengira jika hal itu sudah cukup.
Daren dan Erick langsung tertawa evil, " Bukan hanya itu, Keith! Hal itu mah masih lumrah, kamu harus mencoba dengan mabuk dan main cewek, di jamin kamu akan merasakan surga
dunia yang tidak pernah kamu dapatkan" ucap Daren.
~
Mereka bertiga terasa bosan jika hanya sekedar nongkrong seperti ini, terutama Daren, dia tidak bisa jika hanya diam Dan sebagai pemimpin, Daren langsung mengajak kedua temannya berjalan jalan, setelah dari Restauran. Dia ingin mengenalkan kedua temannya ke tempat yang seru.
"Kita akan ke mana Ren" tanya Keith, saat mereka sudah tiba disuatu tempat yang sangat aneh.
"Kalian lihat saja, saya akan memperlihatkan sesuatu pada kalian" Ucap Daren kemudian
mengajak kedua temannya masuk ke dalam, sebuag tempat yang sangat ramai.
"Tuan Daren, datang mengajak temannya? Seharusnya anak seumur Anda tidak diperkenankan
ke sini" ucap salah satu penjaga yang ada di depan pintu.
"Apakah saya musti menelpon Ayahku?" Ucap Daren memincing. Dia tidak menyukai jika ada orang yang sok padanya. Apalagi menurut Daren orang itu berada di kelas rendahan.
"Baiklah, silahkan masuk" ucapnya sambil menghela napas dengan berat. Berurusan dengan Daren adalah hal yang menyebalkan. Sombong dan keras kepala itulah kata yang bagus untuk mengambarkan Daren.
Ya, siapa pula yang mau berurusan dengan keluarga Asher. Pengusaha kaya yang sangat disegani di kota ini, meskipun masih banyak orang lain yang berkuasa juga.
Setelah diijinkan masuk, Daren memimpin kedua temannya. Dan begitu masuk Keith dan Erick
langsung membelalakan matanya. Melihat banyaknya perempuan yang mengunakan ' lin*erie'.
"Daren apakah ini yang kamu ceritakan tadi, kenapa aku jadi merinding" ucap Erick. Begitu
pula dengan Keith yang langsung mengidikan bahunya. Melihat wanita yang sangat sexy , perut Keith terasa mual.
"Daren, kenapa aku jadi mual ya, saat melihatnya" ucap Keith.
"Itu karena pertama kali kamu melihatnya, jika sudah tahu kamu pasti akan ketagihan," ucap
Daren yang sudah berpengalaman. Dulu dia juga seperti Keith dan juga Erick.
" Hei, seharusnya kalian tidak boleh masuk ketempat ini, masih terlalu ' kecil'" ucap salah satu
perempuan yang ada di sana, mendekati Daren dan temannya.
"Abaikan kami, lanjutkan pekerjaanmu saja" ucap Daren kesal, padahal dia sedang menunjukan
pada kedua temannya yang belum mengetahui dunia malam.