Bartender kembali meracik minuman yang dipesan oleh Jovanka, lalu memberikan ke hadapan wanita itu. Jovanka yang tertunduk dengan wajah yang memerah tersenyum ke arah sang bartender.
“Terima kasih,” ucapnya. Wajahnya yang cantik dengan semburat merah membuat sang bartender terpesona. Pria yang ada di samping Jovanka hanya menghela nafas dalam, ia melirik bartender itu dengan tajam membuat pemuda itu langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
Jovanka meneguk minumannya dan menoleh ke arah pria yang ada di sampingnya.
“Kenapa kau kembali lagi kemari? bukannya keluargamu sudah cukup membuatmu insaf? Kau seharusnya tidak perlu ke tempat seperti ini,” ucap pria itu sambil meneguk minumannya.
“Keluarga…? Keluarga siapa yang kau maksud? Mungkin aku sedang dicampakkan keluargaku saat i