Tepat ketika jam menunjukkan pukul setengah enam sore, Noah menerima telepon dari Damian yang memintanya untuk datang menemuinya. Bukan di restoran, apartemen, atau tempat wajar untuk melakukan pertukaran informasi. Damian memintanya untuk datang ke sebuah tempat bekas terjadi pembantaian antara dua kubu gangster yang berbeda.
Damian tak bermaksud apa-apa, dia hanya mencari jalan putar untuk menghindari Jason yang mungkin saja akan membuntutinya. Terlebih kakaknya itu agak menaruh curiga padanya. Sesungguhnya dengan segala fakta yang ia terima, ia bisa mengerti bagaimana situasinya. Well, ia tak bisa menilai apapun. Sungguh.
Noah keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam mobil Damian. Menghela napas sebentar lantas mulai menatap Damian dengan datar.
"Kau bermain basket dengan canggih."