Aku sibuk memainkan game di dalam handphone ku, membiarkan Bunda yang masih termenung menatap jendela luar. Menunggu Bunda berbicara serta menunggu kedatangan Ayah membuatku sedikit banyak stres dengan keadaan ini. Sedih sekali mengetahui kalau aku selama ini kesepian, dan kejadian ini membuat aku makin merasa sendiri.
Sebenarnya, aku pun tidak fasih cara bermain game ini. Beberapa kali, Aku menanyakan Axello tentang apa yang harus aku lakukan selanjutnya, bahkan saat kami sudah mulai war dengan tim lain, aku sering berlindung dan dilindungi oleh Axello. Tidak masalah, bagiku menyenangkan untuk mengenal orang-orang dari cara ini. Semua tidak ada yang saling melihat satu dan lainnya, hanya main game. Aku tidak perlu takut ada yang menggosipkan aku, ataupun berbuat kesalahan. Toh, tidak ad