[Camelia’s POV]
Kedatangan Ayah sangat membuat hatiku bahagia. Akhirnya, aku bisa merasakan mendapatkan teman saat kehidupan sedang mengujiku dengan berbagai macam cobaan. Ayah, yang selalu bersikap tenang, kali ini kulihat tidak dapat menahan rasa dukanya. Ayah membalas pelukanku erat dan langsung menuju ke arah Bunda. Bunda terbangun karena terkejut dengan keramaian, dan akhirnya meneteskan air mata.
“Ayah..” ujar Bunda lirih.
Tatapan Bunda yang awalnya kosong berubah menjadi penuh harap, aku bahkan bisa melihat Bunda menggerakan tangannya lebih aktif dari sebelumnya
“Sayang, aku disini!” ujar Ayah, berusaha terlihat membara untuk membuat Bunda bersemangat atas kesembuhannya yang tinggal menghitung hari.
Ayah mengecup kening Bunda dan mengelus punggungku. Kali ini, aku merasa kelua