“Non, sudah sampe non. Nanti dibawain sama Bapak tas-tasnya” Pak Prabu sudah berhenti, memarkirkan mobil di basement.
“Pak, kok aku ngerasa lemes lagi ya, kaya kemarin itu” suaraku mulai parau
“Non, coba non minum air ini, tarik nafas yang dalam, mungkin non kurang istirahat” Pak Prabu memberikan segelas air.
Aku minum air tersebut dan berdoa, membaca potongan surat dari ayat suci Al-Qur’an yang paling mudah aku ingat, Al-Fatihah.
Kutarik nafas panjang dan mulai berusaha mengambil kembali energiku yang mendadak hilang.
*Duh Camelia, Amel yang cantik, jangan sekarang ya jangan sekarang* jantungku mulai berdebar.
Aku turun dari mobil dan tersenyum kepada sebagian crew yang sedang merokok di basement. Aku harus tetap tertawa seperti biasa, jangan sampai mereka tahu tentang ini.
“Hello guys, udah pada siap aja nih” sapaku kepada mereka
“Duh si tuan putri baru dateng, tuh ditungguin sama stylist diatas” salah satu crew membalas sapaanku
“Oke siap, meluncur bos” sambil tertawa aku naik lift menuju cafe di lantai atas
Sesaat lift terbuka, aku sudah mulai tercium bau dessert, ada lambaian tangan ke arahku dan senyum yang sangat familiar, make-up artist ku sudah datang.
“Camelia, thanks ya udah mau manggil eike ke job ini” ujar Ari, make-up artist ku. Sedikit intermezzo, Ari ini agak ‘melambai’ jadi cara bicaranya bisa dibilang unik dan lembut.
“Sama-sama ceu, tolong eike didandani yang cucok ya” Aku membalas dengan agak sedikit meledek, Ari menepuk bahuku dan kami tertawa.
Aku mulai melambaikan tangan kepada crew lainnya, dan masuk ke ruang rias bersama Ari.
Banyak sekali dress cantik dan bermerek, hari ini akan dipakaikan koleksi dari Manteux, salah satu fashion designer terkenal. Harga bajunya? Sebesar honor pemotretan hari ini. Jadi, sebelum aku dipakaikan baju-baju itu, stylist mendatangiku dan memberitahu apa yang harus aku lakukan agar dress ini baik-baik saja.
“Hai Camelia, aku Risa, stylist dari Manteux yang ditugaskan untuk iklan ABC Vitamin hari ini” dia memberikan tangannya, mengajakku berkenalan.
“Hello Risa, Aku Camelia, beberapa panggil aku Amel, panggil aku apa aja asal jangan panggil sayang” Aku ajak bercanda Risa untuk menghangatkan suasana, Risa kelihatan kaku sekali dengan blazer hitam dan celana kain. Mungkin, prosedur Manteux benar-benar seketat itu
“Okedeh, sayang. Aku akan briefing sedikit tentang dress yang kamu pakai hari ini ya” Kami berduapun cekikikan, suasana sudah lebih cair dan kami berbicara tentang koleksi Manteux yang ada hari itu.
Simple tapi elegan, itu yang bisa aku gambarkan dari koleksi Manteux. Saat dipegang, bahan terasa sangat lembut dan dingin, aku yakin dari bahan saja sudah pasti ini barang mahal.
“Mel, hari ini ada dua set, yang satu kamu pakai koleksi Spring kita warna kuning ini, yang satu lagi kamu pakai koleksi Special kita yang warna putih ini” Risa memberikan kedua baju tersebut yang tergantung di hanger.
“Duh, ini cantik banget!” Aku berbinar-binar, pasti aku akan terlihat anggun di pemotretan nanti.
“Nah, tapi ini warnanya cerah ya mel, nanti ada scene minum Milkshake sama makan dessert, tolong jangan sampe kena baju ini ya Mel” Risa mulai lebih tegas dan menatapku
“Aku usahain banget, tapi kalo kena apa-apa...gimana?” Aku mulai bergidik ngeri
“Hmm, Spring Collection itu harganya 21 juta, yang Special Collection harganya 25 juta, Mel. Tinggal milih aja antara kamu yang ganti, atau aku yang ganti, tolong ya mel jangan sampe..” Risa menunduk
“Eh iya iya, aku bercanda doang, akan aku jaga seperti bayi” Aku terkekeh, dan mulai duduk di kursi dengan vanity mirror.
“Tolong di make over, ri!” Aku bersiap memulai dirias oleh Ari, Ari mengambil beberapa brush dan sponge, dan mulai bekerja mempercantik wajahku.
Setengah jam sudah berlalu, aku mulai bosan menunggu make-up jadi.
“Ri, kan bentar lagi selesai nih make-up nya, nanti pas lagi hair styling, boleh nggak main hp?” ujarku
“Nggak apa-apa yang penting jangan gerak-gerak ya dan jangan nunduk okay” Ari memberikan setting spray di wajahku, berarti make-up sudah selesai.
Aku mulai download salah satu game yang lagi trending
*tapi kok rasanya ini buat cowok banget sih game nya.* sambil scrolling hp, aku memilih yang ingin di download dari top lists
*DOWNLOADING : MOBILE LEGENDS*
dalam 15 menit
*yah, ini sih aku nggak jadi main, kelamaan nunggu downloadnya doang, yaudahlah, next time aja mainnya*
Untuk menunggu Ari selesai dengan rambutku, kubuka i********: dan memulai story tentang aku yang sedang didandani Ari.
“Heeeii Ari, thank you bangeet yaaa” aku nyengir di layar handphone, merekam kisahku hari ini.
*Waduh, selebgram banget sih gue, geli juga ya* hatiku bimbang, mau upload atau tidak.
*Upload deh, bantuin Ari biar banyak job*
*UPLOADING*
Aku alihkan pandanganku dari handphone ke cermin, tampilanku berubah drastits. Ari memang seorang jenius, aku bisa tetap terlihat seperti Camelia, dengan edisi lebih cantik dan segar.
“Ri, cucok deh wak, cakep banget lho beneran, tangan dewa ya” Aku memuji Ari yang sedang serius menata rambutku
“Sssst, nanti dulu neik ngomongnya, rambut kamu halus banget licin, kepleset terus nih” Ari memegang sisir, menjepit sebagian rambutku, dan memberikan gel di rambutku.
Sepuluh menit berlalu, Aku sibuk scrolling i********:, Ari menyemprotkan hairspray ke rambutku.
“Okay, selesai neik! Sekarang kalau mau foto sama eike boleh cuss” Ari tersenyum dan cekikikan.
“Yuk tapi monyong bareng-bareng ya, 1, 2, 3” Aku mengarahkan hpku dan kami selfie bersama.
*DOWNLOAD FINISH : MOBILE LEGEND*
Notifikasi muncul di hpku
*Yah, telat banget sih, udah selesai, tinggal pakai baju dan keluar deh mulai pemotretan* kesalku dalam hati
*Okelah, lain kali di pemotretan berikutnya, aku mainkan!* aku menghibur diri
Aku berdiri, berjalan ke arah Risa yang sedang merapikan baju dengan setrika uap.
“Risa, aku udah siap nih, yuk” ujarku dari belakang Risa
“Eh mel, 5 menit ya, ini masih ada yang kusut” Risa sibuk dengan wardrobe
Aku berjalan ke toilet dan aku merasa getaran di kantong celanaku
*Drrrtt, Drrtt, Drrt*
Notifications : Mobile Legends - Sign-up dan dapatkan 100 Diamonds [GRATIS]
*Apa itu Diamonds? Sepertinya menarik. Ah nanti sajalah mencoba game ini, aku ingin segera menyelesaikan pemotretan ini* aku mengabaikan notifikasi itu, lalu kembali ke ruang make-up.
“Yuk Mel, sudah siap nih” Risa langsung menghampiri aku dengan baju kuning Manteux
“Okay siap, oke kita coba ya”
*Gila, ini sih bener-bener kaya puteri cantik* aku menganga takjub dengan tampilanku sendiri. Aku yakin, kombinasi dress dan make-up ini, dengan iklan ABC Vitamin memang benar-benar cocok.
Aku lihat, Ari dan Risa juga tersenyum, dari pantulan cermin.
“Mel, nggak salah mereka pilih kamu untuk iklan ini” Risa tersenyum sambil merapikan bagian-bagian yang terlipat di baju yang kupakai, dan mengabadikannya dengan foto untuk report ke Manteux.
“Ari, Risa, Thanks banget yah, Aku keluar ya” Aku berjalan keluar dari ruang make-up dan langsung menghampiri fotografer dan crew yang lain.
“Sip, Eik nyusul di set ya cyin, mau beberes dulu peralatan ke make up bag” Ari membalas.
Tiba-tiba, aku terkejut saat bergerak menghampiri fotografer..
Ada seseorang yang tidak aku sangka datang ke cafe itu...