Story POV
Setelah acara lamaran tersebut, Mella dan teman-teman nya yang lain sempat bercengkrama.
“Cie Mella, udah jadi calon istri pemain gitar kita tahun 2015.”goda Ciny.
“Iya, ternyata cintanya tak sia-sia ya.”ucap Ribka.
“Ih, kalian apaan, sih? Nge-goda’in aku terus.”ucap Mella.
“Selamat Mella, padahal gue rencananya bakalan macarin lo. Eh, tau-tau nya udah jadi calon istri orang.”ucap Wahyu.
“Apaan sih, Yu? Dasar playboy.”ucap Mella diiringi tawanya.
Tak lama mereka berbincang, Mella merasa tubuhnya letih karena satu hari ini dia hanya satu jam saja istirahat, karena selebihnya dia asik mengotak-atik ponselnya. Arkia yang tersadar akan tingkah Mella yang aneh, segera mendekat kearah Mella.
“Mella, kamu lelah?”tanya Arkia.
“Iya, aku lelah. Ini juga sudah malam, bukan?”tanya Mella sambil melihat jam yang berada dipergelangan tangannya, yang telah menunjukkan pukul 11.00 malam.
“Ya sudah, kalau begitu biar aku mengantarkanmu pulang, saja.”ucap Arkia.
“Bagaimana dengan yang lainnya?”tanya Mella, melihat keluarga dan teman-temannya yang sudah berbaur.
“Biarkan saja mereka, taman ini ialah milik Vala. Aku meminjam jasa nya untuk membuat semua ini.”jawab Arkia sambil mengedipkan sebelah matanya.
“Baiklah, ayo.”ucap Mella.
жжж
Tepat sehari sebelum acara pernikahan Arkia dan Mella, ada seorang wanita datang dengan teriak-teriak ke rumah Mella sambil mengatakan kalau dirinya sudah bertunangan dengan Arkia. Dengan suara lantang nan keras, wanita tersebut pun berteriak memanggil nama Mella.
“Mella keluar lo. Keluar lo pengecut. w************n lo.”teriak seorang wanita dari luar rumah keluarga Tobing. Mella beserta keluarganya yang mendengar itu segera keluar dari rumah untuk melihat apa yang telah terjadi.
“Ada apa ini?”tanya pak Jason saat melihat seorang wanita muda yang dari tadi berteriak menyebut nama Mella putrinya.
“Siapa kamu? Ada keperluan apa kamu kesini?”tanya Mella.
“Woi lo w************n. Berani-beraninya lo ngerebut Arkia dari gue.”ucap wanita itu sambil menunjuk-nunjuk wajah Mella.
“Apa maksudnya? Aku tidak pernah merebut Arkia dari kamu atau dari siapapun.”ucap Mella membela diri dengan kenyataan.
“Lo tuh perusak hubungan gue dan Arkia. Gue dan Arkia udah tunangan dan bakalan nikah. Tapi sejak lo datang, dia jadi ngejauhin gue dan membatalkan semuanya.”ucap wanita itu panjang lebar.
“A.a.apa? Kalian sudah bertunangan dan akan menikah?”tanya Mella tidak percaya diikuti setetes cairan bening keluar dari pelupuk matanya.
“Ya, apa yang lo bilang itu benar. Besok lo bakalan dicap sebagai perusak hubungan orang, karena telah merebut Arkia dari gue. Asal lo tau aja, gue dan Arkia sama-sama saling mencintai dan kami telah lama menjalin hubungan.”jelas wanita itu yang langsung membuat pertahanan Mella runtuh seketika. Mella pingsan tidak sadarkan diri.
“Kak Mella. Kak, bangun kak. Kak..”panggil Noel membantu menyadarkan Mella. Namun hasilnya nihil, Mella masih tidak sadarkan diri. Noel pun segera membawa Mella masuk ke dalam rumah dan segera menelpon Arkia.
“Halo Noel..”ucap Arkia diseberang telpon.
“Halo Arkia..”ucap Noel panik.
“Noel? Lo kenapa panik gitu? Apa yang terjadi?”
“Arkia, kak Mella pingsan akibat seorang wanita yang mengaku-ngaku sebagai tunangan lo.”
“Apa? Mella pingsan?”
“Sebaiknya lo cepat datang ke rumah sekarang.”
“Ok, ok. Gue ke rumah lo sekarang.”
“Ok gue tunggu.”
Kemudian hubungan terputus, Noel beserta yang lainnya masih mencoba membuat Mella agar sadar dari pingsannya. Hingga 20 menit kemudian, terdengar suara mobil dari arah teras rumah.
“Kak, aku titip kak Mella sama kakak dulu ya. Aku mau liat keluar dulu.”ucap Noel.
“Ya sudah. Cepat selesaikan masalah yang ada diluar.”ucap Adellia.
“Ok kak. Nanti kalau kak Mella udah sadar, kakak kasih tau kami ya.”ucap Noel.
“Ya, sekarang lebih baik kamu pergi.”ucap Adellia dan kemudian Noel pun pergi meninggalkan Adellia yang menjaga Mella yang sedang tidak sadarkan diri.
Saat Noel berada didepan teras rumah, Noel melihat Arkia yang telah tiba. Noel tersenyum kagum pada Arkia, karena dia baru saja menelpon Arkia. Sekarang anak itu telah berada di rumah. Berarti dia membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.
“Arkia, kamu kenapa bisa ada disini?”tanya wanita itu pada Arkia yang baru saja datang.
“Ola? Apa yang lo lakuin disini?”tanya Arkia.
“Oh jadi lo kenal dengan wanita gila ini, Ar?”tanya Noel.
“Noel? Gimana keadaan Mella? Kenapa dia bisa pingsan?”tanya Arkia khawatir.
“Lebih baik lo tanya sama wanita yang ada didepan itu. Dia penyebab dari semua ini.”jawab Noel. Arkia pun langsung menolehkan kepalanya pada wanita bernama Ola itu.
“Ola? Apa yang udah lo lakuin sama Mella?”tanya Arkia dengan emosi.
“Hm. Arkia, kamu tenang dulu. A.a.aku, cuma.. cuma..”kata-kata Ola terputus tidak mampu menjelaskan.
“Cuma apa?”tanya Arkia yang mulai meninggikan suaranya.
“Dia bilang ke kakak gue, kalau lo dan dia udah tunangan dan bentar lagi bakalan nikah. Namun setelah kakak gue kembali, lo jadi membatalkan itu semua. Dan dia tidak segan-segan menyebut kakak gue dengan sebutan w************n yang udah ngerebut lo dari dia.”jelas Noel yang langsung membuat wanita bernama Ola itu ketakutan.
“Apa itu benar? Apa yang dibilang sama Noel itu benar? Ola?”tanya Arkia.
“Aku cuma mau ngasih tau kalau aku itu cinta sama kamu. Aku ga mau kehilangan kamu, kamu tahu itu kan Arkia?”ucap Ola sambil menangis.
“Asal lo tau aja, gue kira lo wanita baik-baik seperti yang orang-orang bilang. Ternyata lo ga lebih dari seorang wanita bermuka iblis. Apa lo tau? Gue dan Mella besok akan menikah dan lo datang mau ngehancurin itu semua. Seharusnya julukan w************n itu buat lo, bukan buat calon istri gue-Mella.”jelas Arkia dengan tatapan tajamnya.
“Tapi Ar, gue lebih dulu kenal sama lo dari pada dia. Dan kita udah dekat dulu sebelum dia ada.”ucap Ola.
“Hm. Itu dulu, dan gara-gara lo juga gue dan dia harus terpisah dengan semua sandiwara lo. Sekarang gue mau lo pergi, jangan nampakkan diri lo lagi dihadapan gue dan Mella. Kalau sampai itu terjadi, gue ga tau apa yang bakalan terjadi sama keluarga lo.”ucap Arkia yang sudah mencapai puncaknya.
“Tapi Ar, masa cuma gara-gara wanita kayak dia, lo berani ngancem gue?”tanya Ola.
“Gue ga perduli. Besok dia akan menjadi istri gue, dan gue ga suka kalau ada orang yang menghalangi cinta kami berdua.”ucap Arkia.
“Lo tega Ar, lo tega.”ucap Ola kemudian pergi meninggalkan kawasan rumah Mella.
Setelah Ola pergi, Arkia kembali ke khawatirannya pada Mella yang dikabarkan sempat pingsan tidak sadarkan diri. Arkia segera saja masuk ke dalam rumah Mella dan melihat Mella yang terbaring lemah diatas sofa keluarga.
***