Arkia POV
Setelah aku menyelesaikan masalah yang terjadi akibat ulah Ola, salah seorang sahabatku dulu yang dikabarkan pernah memiliki rasa padaku. Aku pun segera melihat keadaan tunanganku-Mella yang dikabarkan sempat pingsan tidak sadarkan diri.
“Pak, bu. Apa saya boleh membawa Mella ke kamarnya? Saya ingin merawatnya sampai dia sadar.”ucapku meminta persetujuan kedua orang tuanya.
“Ya, silahkan. Nanti Tiara akan menghantarkan air buat kalian berdua.”ucap bu Risa-mama Mella.
“Terima kasih pak, bu.”ucapku yang langsung menggendong Mella menuju kamarnya.
Setelah tiba di kamarnya, aku melihat dekorasi ruangan yang sangat sederhana. Warna merah putih biru menjadi dominan warna dinding ruangan. Aku pun segera membaringkan Mella diatas ranjangnya dan aku duduk tepat disamping ranjangnya.
“Sweet heart, wake up please. Tomorrow, we'll be our wedding. Don’t you want to be my wife? Please wake up sweety.”ucapku sambil menggenggam tangannya erat.
“K.i.a.. K.i.a..”gumaman Mella yang dapat aku dengar.
“Yes sweety. I’m in here.”ucapku yang langsung memandang wajahnya.
“Kia..”panggilnya yang terdengar jelas ditelingaku.
“Yes sweety.”jawabku dan dia pun menolehkan kepalanya padaku dan kedua manik mata kami bertemu.
“Kamu beneran Kia?”tanyanya tidak percaya.
“Yes sweet heart, ”jawabku. Sontak Mella langsung memelukku erat dan aku terkejut menerima pelukannya. Perlahan aku merasa kalau baju yang ku kenakan basah, dapat ku pastikan kalau Mella saat ini sedang menangis. Aku pun hanya bisa membalas pelukannya dan mengusap kepalanya lembut.
“Kamu ga punya tunangan lain selain aku, kan?”tanyanya disela-sela tangisannya.
“No baby. You are the only one.”jawabku.
“Terus siapa wanita tadi? Kenapa dia mengaku-ngaku sebagai tunanganmu?”tanyanya lagi.
“Dia hanya sahabatku dulu. Memang benar kalau dia menyukaiku, namun aku tidak menyukainya sama sekali.”jawabku dan dia langsung melepas pelukannya menatapku. Aku pun dengan cepat langsung menghapus sisa-sisa jejak air matanya dengan ibu jariku.
“Please don’t cry baby.”ucapku menggodanya, berharap seuntai senyuman menghiasi wajah manisnya.
“Kia, please. Aku sedang tidak ingin di goda.”ucapnya dengan senyum manisnya. Great! Harapan ku terwujud, karena disela tangisnya dia masih bisa melukiskan senyum itu diwajahnya.
“Kenapa? Bukankah besok kamu akan menjadi nyonya Arkia?”tanyaku menggodanya lagi.
“Ya-iya sih. Tapi kan itu besok, sekarang aku masih milik keluarga ku.”ucapnya yang semakin membuatku ingin menggodanya lagi.
“Baiklah kalau begitu. Dalam hitungan jam lagi kamu Mella akan menjadi nyonya Arkia. Bersediakah kamu?”tanyaku layak seorang pendeta. Dia tampak berpikir sejenak dan aku dapat melihat senyum jahil darinya.
“Tidak, aku tidak mau...”ucapnya menggantung yang membuat wajahku seketika buram.
“Aku tidak mau menolaknya tuan Arkia.”ucapnya yang disertai tawa bahagianya.
***
Story POV
Keesokan harinya ialah hari yang paling membahagiakan bagi Arkia dan Mella. Hari yang sangat keduanya tunggu-tunggu dari dahulu. Mella sendiri masih berada di dalam kamarnya setelah didandani oleh para tukang rias. Kini Mella melihat dirinya yang berada di dalam cermin yang sangat berbeda dengan dirinya sehari-hari.
“Mella, kamu sangat cantik sekali sayang.”ucap bu Risa memandang putri sulungnya yang akan segera bertemu pangeran idamannya.
“Makasih ma. Mella senang sekali mendengarnya.”ucap Mella sambil memeluk bu Risa.
“Ya sayang.”ucap bu Risa sambil membalas pelukan Mella.
“Permisi bu. Mempelai prianya sudah datang.”ucap salah seorang tata rias.
“Ayo sayang, pangeran kamu sudah datang.”ucap bu Risa.
“Ya ma.”ucap Mella dan kemudian mereka pun keluar dari kamar Mella.
***
Arkia POV
Setelah sekian lama aku menunggu, akhirnya hari ini aku akan menjadikan Mella sebagai istriku untuk selamanya. Kini aku telah tiba di rumah calon istriku-Mella. Tak lama aku menunggu, aku melihat Mella keluar dari kamarnya dengan dikanannya ialah calon mama mertuaku. Aku melihat Mella tanpa berkedip karena hari ini ia sungguh amat-sangat cantik dan manis dengan balutan kebaya putih dan make up senatural mungkin yang menghiasi wajahnya. Oh Tuhan, terimakasih Kau telah memberikan bidadari secantik Mella kepadaku untuk menjadi pendamping hidupku menjalani masa depan dalam nama-Mu.
“Berkedip sikit liat kakak iparku, bang.”ucap Adikku-Jaguar.
“Dia sangat cantik dek. Tak salah abang memilihnya dari dulu.”ucapku.
“Namanya saja keluaran luar negeri , bang. Mana ada yang jelek.”ucap adik bungsuku.
“Ya kamu benar, dek.”ucapku dan kini Mella telah berada dihadapanku dengan senyum manisnya.
“Sebaiknya kita lanjutkan acaranya sebelum kita semua berangkat ke gereja.”ucap bapak pada seluruh tamu.
***
Story POV
Setelah acara menjemput mempelai wanita di rumahnya selesai, kemudian rombongan keluarga pun segera menuju ke gereja untuk melaksanakan pemberkatan. Arkia dan Mella yang telah berada dalam satu mobil saling memandang satu sama lain dengan malu.
“Hai sweet heart! Are you okay?”tanya Arkia pada Mella yang berada tepat disampingnya.
“Kia. I’m a little bit nervous.”jawab Mella malu.
“Kenapa deg-degan? Kita kan akan menikah dan kamu akan segera menjadi milikku.”ucap Arkia menggoda Mella.
“Kia, aku serius. Aku rasanya pengen nangis kalau ingat tentang kita dulu.”ucap Mella.
“Mella, please don’t cry sweety. I don’t want in this moment you’re sad.”ucap Arkia.
“Aku ga sedih. Cuma aku terharu aja dengan rencana Tuhan yang indah buat kita.”ucap Mella.
“Mel, percayalah. Disetiap persoalan, disetiap masalah, disetiap pencobaan yang Tuhan berikan buat kita. Pasti Tuhan akan memberikan pelangi kasih setelahnya, karena Tuhan cuma mau menguji seberapa sayang kita kepada Dia.”ucap Arkia menghibur Mella.
“Wow! Ternyata setelah bertahun-tahun lamanya kita tidak bertemu, imanmu terus bertumbuh Kia. I’m so proud of you, my husband.”uca Mella sambil memeluk lengan Arkia mesra.
“Cie yang mulai manggil aku dengan husband. Ternyata kamu itu makin lama, makin romantis ya?”ucap Hizkia menggoda Mella.
“Kia, ah! Kamu mah! Padahal aku pengen dibales apa gitu.”ucap Mella yang langsung melepas pelukannya dari lengan Arkia.
“Eh.. eh.. jangan ngambek dong nyonya Arkia. Nanti kalau ngambek, aku cium.”ucap Arkia masih menggoda Mella.
“Kia, ish! Kamu sekarang gitu ya?”ucap Mella.
“I’m serious sweety.”ucap Arkia mendekatkan dirinya dengan Mella.
“Kia, kamu mau ngapain? Itu ada supir didepan. Kamu ga malu apa?”tanya Mella menghindar.
“Ish! Ya sudah, sekarang tidak tapi nanti lihat saja.”ucap Arkia tersenyum licik.
“Kia, jangan macam-macam ya.”ucap Mella.
“Hehe..”senyum Arkia penuh arti.
Akhirnya setelah agak lama berada di dalam perjalanan, rombongan pengantin pun tiba disebuah gereja yang cukup besar untuk kota kecil seperti Tanjungpinang. Arkia dan Mella pun turun dari mobil dan langsung menuju ruangan tempat berdoa sebelum memasuki gereja. Setelah itu, acara pemberkatan pernikahan Arkia dan Mella pun dimulai dengan meriah dan lancar.