Liora membuka matanya dan melihat kesamping. Disana terdapat Aland yang masih memejamkan matanya. Selimut hanya menutupi pinggangnya hingga ke kaki. Sedangkan d**a bidangnya terpampang nyata di sampingnya. Wajah Liora seketika berubah panas melihat pemandangan disebelahnya. "Kenapa kau begitu tampan ?" gumam Liora sambil melihat wajah Aland yang seakan semakin tampan. "Kau membuatku seketika jatuh cinta" lanjut Liora dengan kekehannya. "Itu memang terbiasa terjadi" gumam Aland masih dengan mata terpejamnya membuat Liora kaget setengah mati. Liora segera menggulingkan badan dan ingin melarikan diri turun dari ranjang. Namun sebuah tarikan membuat Liora terhempas di ranjang sebelum sebuah tubuh menindihinya. Sebuah senyuman manis ditunjukkan Aland. Wajah mengantuk Aland masih terlihat jelas. Liora berusaha mendorong Aland yang berada di atasnya. Namun pria itu tak beranjak sama sekali. "Kau membuatku terdesak, Al!" ucap Liora yang membuat Aland mendengus. "Alasan. Bukannya kau sering seperti ini ?" ucap Aland yang membuat wajah Liora semakin memerah. "Kau jatuh cinta denganku ? Oh sejak kapan ?" tanya Aland dengan nada menggodanya. Aland mengusap pipi Liora dengan sayang. Tatapan kasih sayang yang penuh cinta tak pernah luntur dari tatapannuya ketika melihat Liora. "Lepaskan! Aku harus merawat anak kita" ucap Liora mengalihkan perhatian yang membuat Aland mendengus. "Mereka akan di urus Christ" ucap Aland yang tiba-tiba mengecup pipi Liora. "Kau belum menjawab pertanyaanku. Kapan kau jatuh cinta denganku ?" ulang Aland yang membuat Liora semakin menegang. "Daddy!!! Mommy!!!" teriak ketiga jagoannya membuat mereka berdua tersentak. Liora segera mendorong Aland dengan sekuat tenaga dan turun dari ranjang. Liora ingin segera berlari kearah pintu sebelum mendengar ucapan Aland. "Kembalilah! Kau tidak memakai baju. Bisa saja ada Aidan di depan. Aku tidak ingin dia melihatnya" ucap Aland yang membuat Liora berhenti dan membalikkan badannya. Dilihatnya Aland sudah mengenakkan boxernya yang memang berada di lantai. Liora segera menghela nafas dan berlari menuju kamar mandi. Aland yang melihat Liora masuk ke dalam kamar mandi langsung melangkahkan kakinya menuju pintu kamar. Ketika pintu dibuka benar saja ada Aidan dan juga Christ dibelakang mereka. Ketiga anaknya langsung berhamburan masuk ke dalam kamar dengan senyum lebar. Ketiganya menjatuhkan diri di atas ranjang dengan kerasnya. "Mereka tidak ingin dimandikan, Mr. Katanya mereka ingin ke kamar Anda" jelas Christ dengan nafas terengahnya. "Tidak apa. Biarkan aku dan juga Liora yang mengurusnya. Kalian pergilah" ucap Aland yang langsung diangguki mereka berdua. Aland menutup pintunya dan menghampiri ketiga anaknya yang berada di atas ranjang. Mereka bertiga hanya menggeletakkan diri dengan menatap langit-langit. "Apa kalian ingin mandi hm ?" tanya Aland yang membuat mereka bertiga menoleh dengan wajah bingungnya. "Tidak! Dingin! Ngantuk" jelas mereka secara bersamaan yang membuat Aland terkekeh. Aland ikut menggeletakkan dirinya di tengah ketiga anaknya. Seketika ranjang terisi penuh dengan keempat laki-laki diatasnya. Aland juga ikut memandang langit-langit kamar. "Baiklah. Mari kita tidur bersama" ucap Aland yang membuat ketiga anaknya bersorak sebelum memejamkan matanya. "Hey! Itu aturan siapa ? Dasar pemalas! Mengajari anak-anak tidak benar!" omel Liora yang keluar kamar mandi. "Mommy! Kami mengantuk" jelas mereka bersamaan sebelum tertawa bersama. "Cepat mandi atau Mommy tidak menyiapkan sarapan" ancaman Liora yang membuat mereka langsung menegakkan badannya. Keempat pria beda generasi itu berjalan kearah kamar mandi dengan cemberut. Ketika Aland melewati Liora. Tiba-tiba tangannya ditahan dan Liora mengecup pipi Aland sekilas. "Jaga mereka okay. Aku akan menyiapkan makanan" gumam Liora yang mendapat anggukan Aland. "Aye Kapten" ucap Aland dengan nada semangat. Liora yang melihat hal itu terkekeh. "Ayo anak-anak segera mandi supaya Mommy kalian senang" ucap Aland dengan menggiring ketiga anaknya. *-*-* Liora menggandeng ketiga anaknya masuk ke dalam lobby perusahaan Aland. Beberapa pegawai menahan mereka dan menggoda ketiga anaknya. Liora hanya mampu tersenyum melihat keramahan kepada semua pegawai yang menyapanya. "Baiklah, kami harus segera ke atas. Lambaikan tangan kalian" ucap Liora yang membuat beberapa pegawai tak rela melepaskan kembar tiga itu. Alano, Lionel dan juga Arsen melambaikan tangan mereka dengan melangkah menjauh dari gerumbulan pegawai tadi. Mereka berempat masuk ke dalam lift yang mengantarkannya menuju ruangan Aland. Liora melihat Joe yang berada di meja sekertaris Aland. Joe yang melihat kedatangan Liora segera menghampiri mereka dan membantu Liora untuk menggandeng tangan Lionel dan juga Alano. "Mr. Alarice berada di dalam" ucap Joe yang diangguki Liora. "Anak-anak beri salam kepada Uncle Joe" ucap Liora yang langsung dituruti kembar tiga. Mereka masuk kedalam ruangan Aland dan menemukan Aland yang sedang membaca sebuah proposal. Aland menoleh ketika melihat pintu ruangannya terbuka. Sebuah senyuman kecil muncul. Kembar tiga langsung berlari kearah pojok ruangan yang dipenuhi oleh mainan mereka yang memang disediakan di ruangan Aland. "Hey! Kalian belum mencium Daddy tapi sudah kesana" ucap Aland yang membuat ketiga anaknya segera beranjak dan menghampiri Aland. Secara bergantian ketiga anaknya mencium pipi Aland. Hal itu membuat Liora tersenyum melihatnya. Setelah itu mereka segera kembali ke singgasana mereka di ruangan Aland. "Apa Mommynya juga tidak ingin menciumku ?" goda Aland dengan menatap Liora yang berdiri di depan meja kerja Aland. "Tapi Mommynya mempunyai hak khusus yaitu mencium disini" ucap Aland dengan menunjukkan bibirnya. Liora memutar matanya dan duduk di kursi depan Aland. Hal itu membuat Aland menatapnya dengan tatapan tak suka. Namun Liora seakan tak menghiraukannya. "Kau ingin makan siang dimana hem ? Aku akan segera menyelesaikan tugasku terlebih dahulu" ucap Aland dan kembali fokus ke proposalnya. "Anak-anak menginginkan makanan Jepang" jawab Liora dengan mengambil foto keluarga mereka di atas meja kerja Aland. "Baiklah. Sebentar lagi aku akan selesai setelah itu kita akan makan siang" ucap Aland yang hanya diangguki Liora. Beberapa menit kemudian sebuah ketukan membuat mereka berdua menoleh kearah pintu. Setelah dijawab oleh Aland muncullah kepala Joe di sela pintu. Wajah pria itu terlihat bingung dan ragu. Hal itu membuat Liora merasa aneh tak seperti biasanya wajah Joe berubah seperti itu. Liora melirik Aland yang juga menampilkan wajah herannya kepada Joe. "Ada apa ?" tanya Aland dengan nada dinginnya. "Ada yang ingin menemui Anda" ucap Joe yang membuat Aland tiba-tiba berdiri dan menghampiri Joe. Aland membuka sedikit lebar pintu ruangannya dan melihat sosok yang berdiri di pintu ruangan. Dari posisi Liora saat ini dirinya tidak dapat melihat siapa orang yang ingin menemui Aland. Namun dari sini Liora dapat melihat jika raut wajah Aland berubah drastis. Ada sedikit kecemasan dimatanya. Hal itu membuat Liora berdiri dan berniat menghampiri Aland. "Liora, aku ada urusan penting. Kau dan anak-anak pulanglah terlebih dahulu" ucap Aland tanpa menoleh. Hal tersebut membuat Liora menghentikan langkahnya dan menatap Aland dengan tatapan tak percaya. Liora melihat anaknya yang seakan tak mendengar ucapan Daddy mereka. "Tapi aku barusan sampai dan kita akan makan siang!" ucap Liora yang langsung membuat Aland menoleh. "Turuti ucapanku! Aku ada urusan penting. Kita bisa makan siang lain waktu. Kalian akan diantarkan Joe" ucap Aland yang membuat Liora tak menyangka. "Anak-anak kita pulang" ucap Liora dengan menghampiri ketiga anaknya. "Bukankah kita akan makan bersama Daddy ?" tanya Arsen yang membuat Liora menghela nafas. "Daddymu sedang ada urusan penting. Jadi segera turuti ucapan Daddy kalian okay ?" ucap Liora dengan nada halusnya. Ketiga anaknya langsung menuruti ucapan Liora. Mereka langsung menggandeng tangan Liora untuk keluar ruangan Aland. "Hubungi aku jika sudah sampai" ucap Aland yang seakan tak dihiraukan Liora ketika melewati Aland. "Aku sedang bicara denganmu, Liora" ucap Aland yang membuat Liora berhenti. "Aku mendengarkanmu. Maka dari itu aku menuruti perintahmu" ucap Liora dan melanjutkan langkahnya. Dilihatnya ada seorang wanita cantik disamping Joe di depan pintu. Tatapan wanita itu terlihat sombong. Liora membalasnya tak kalah sombong. Joe membantu Liora membawa kedua anaknya untuk berjalan menuju lift. Liora berusaha tetap tegar melangkahkan kakinya. "Antarkan mereka dengan selamat" ucap Aland yang langsung mendapat respon Joe.