Petugas administrasi menjelaskan pilihan biaya kepada Kiran pada hari ketiga itu. Rio tidak ikut dalam pembicaraan kecuali Kiran meminta. Banyu duduk di sampingnya dan membantu mencatat, sementara Bella menemani dari kursi dekat pintu. Kiran meminta setiap opsi disampaikan langsung kepadanya, bukan lewat Rio sebagai direktur.
Ia mengetahui ada prosedur bantuan yang dapat diajukan dan ada beberapa dokumen yang perlu disiapkan. Ia tidak perlu menerima uang pribadi dari Rio. Bila kelak ia membutuhkan bantuan dari teman, ia bisa memintanya secara terbuka dan menentukan batasnya.
Setelah petugas pergi, Rio menanyakan apakah Kiran ingin ia menanggung biaya tertentu. Kiran menggeleng. "Aku belum tahu kebutuhan akhirnya. Jangan bayar apa pun diam-diam."
"Aku tidak akan."
"Kalau aku menerima bantuanmu, aku ingin tahu jumlahnya dan bisa membicarakannya tanpa merasa harus kembali jadi pacarmu."
Rio menjawab bahwa kepeduliannya tidak bergantung pada hubungan mereka. Ia akan menghormati apa pun keputusan Kiran. Ia tidak mengucapkan itu untuk mendapatkan persetujuan; ia menyampaikan batas yang sama seperti yang sudah ia janjikan.
***
Bella dan Banyu lalu menyusun jadwal bantuan sehari-hari. Bella bisa menjaga barang Kiran dan menghubungi pemilik kost. Banyu bisa mengurus kabar ke restoran. Kiran memilih hal-hal yang boleh mereka lakukan. Mereka tidak membuat jadwal seolah Kiran kehilangan kemampuan mengambil keputusan.
Kiran meminta Bella mengunjungi kost hanya untuk mengambil pakaian dan perlengkapan yang ia tandai. Banyu akan mengabari rekan kerja bahwa Kiran belum tahu kapan kembali. Rio membantu mengecek jalur administrasi rumah sakit dengan persetujuan Kiran dan mengembalikan semua pertanyaan kepadanya.
Saat mereka selesai, Kiran berkata, "Aku dulu pikir kalau menerima bantuan, aku harus membayar dengan kedekatan atau rasa terima kasih tanpa batas."
Banyu menggeleng. "Lo boleh bilang terima kasih. Lo juga boleh bilang cukup."
Bella menyambung, "Teman bukan tagihan."
Kalimat itu membuat Kiran tersenyum. Ia menatap Rio, yang tampak mengingat cara ia pernah menganggap uang dan waktu yang ia berikan saat mereka masih bersama sebagai alasan Kiran seharusnya selalu terbuka kepadanya.
"Aku juga pernah salah," kata Rio. "Aku tidak ingin bantuan masa lalu menjadi utang yang harus kamu bayar."
Kiran tidak langsung berkata semuanya dimaafkan. Ia hanya mengatakan ia mendengar. Mereka membicarakan kembali rencana konsultasi esok hari.
Malam tiba. Banyu pulang untuk beristirahat dan Bella menyusul setelah Kiran merasa cukup ditemani. Rio tetap berada di ruang tunggu. Kiran mengirim pesan agar ia pulang juga. Rio membalas bahwa ia akan datang pagi bila diminta.
Kiran menyimpan ponselnya. Ia memikirkan pilihan perawatan, bukan karena takut kehilangan cinta atau takut berutang. Ia memikirkannya karena ingin memiliki kesempatan menjalani waktu. Ketakutannya belum hilang, tetapi sekarang ia bisa memisahkan rasa takut dari keputusan yang perlu ia ambil.
Sebelum petugas administrasi datang, Kiran meminta semua orang menunggu di luar kecuali Banyu. Ia ingin bertanya tentang pilihan biaya tanpa merasa perlu menjelaskan hubungannya dengan Rio. Petugas menguraikan beberapa jalur bantuan yang tersedia dan dokumen yang dibutuhkan. Kiran meminta salinan dan waktu untuk membaca.
Rio tidak berada di ruangan. Setelah konsultasi selesai, Kiran meminta Banyu memanggilnya. Ia memberitahu bahwa ia belum tahu apakah akan menerima bantuan keuangan dari dirinya.
Rio menjawab, "Kamu enggak perlu memutuskan sekarang."
"Kalau aku menolak, kamu enggak akan berhenti peduli?"
"Aku tidak akan menjadikan bantuan sebagai syarat."
Kiran berkata ia ingin mengelola biaya sebisanya, tetapi bersedia mendengar pilihan resmi. Rio menyetujui. Ia tidak langsung mengeluarkan kartu atau membayar tagihan. Ia mengerti dukungan dapat muncul melalui jalur yang transparan.
***
Bella datang membawa daftar barang yang ia ambil dari kost. Kiran memeriksa satu per satu. Ia menemukan ponsel cadangan dan buku kerja. Ia meminta Bella menyimpan beberapa pakaian di tempatnya, tetapi membawa buku kerja ke rumah sakit. Bella menuruti pilihan tersebut.
Mereka membicarakan kemungkinan Kiran kembali bekerja. Bella mengatakan tidak ada yang menuntut ia kembali cepat. Jika ada perubahan jadwal, mereka akan membicarakannya bersama. Kiran berkata ia ingin tetap memiliki pilihan untuk bekerja ketika siap.
***
Banyu membantu menyusun jadwal kunjungan agar Kiran tidak lelah. Ia bertanya siapa yang boleh datang dan berapa lama. Kiran memilih Banyu pagi, Bella sore, dan Rio hanya setelah pesan dikirim. Kiran juga meminta satu jam tanpa pengunjung. Semua orang menyetujui.
Rio berkata ia tidak ingin menjadi alasan Kiran kehabisan tenaga. Kiran menjawab ia akan memberitahu jika ingin ia pergi. Rio pun tidak perlu membaca pikirannya.
Malamnya Kiran meninjau catatan biaya dan memilih mengajukan bantuan melalui kanal yang dijelaskan petugas. Ia meminta Prima menjelaskan dokumen yang kurang. Pilihan itu tidak berarti ia menerima semua tawaran pribadi Rio.
Kiran merasa sedikit lebih ringan. Ia bisa menerima dukungan yang ia butuhkan dengan batas yang jelas. Ia tidak harus memilih antara menanggung semuanya sendiri dan kehilangan kendali atas hidupnya.
Petugas memberikan formulir dan meminta Kiran membaca setiap bagian. Ia menemukan satu kalimat yang tidak dipahami, lalu meminta penjelasan. Petugas menjelaskan tanpa menganggap pertanyaannya merepotkan.
Kiran bertanya apakah ia boleh meminta salinan lagi bila kehilangan dokumen. Petugas mengiyakan dan mencatat nomor kontak resmi. Kiran menyimpannya sendiri, tidak menyerahkan kepada Rio.
Keputusan kecil itu mengingatkannya bahwa ia masih bisa mengurus hal-hal untuk dirinya. Ia menerima bantuan, tetapi tetap menjadi orang yang memilih informasi apa yang disimpan dan siapa yang memegangnya.
Petugas memastikan Kiran memahami setiap dokumen dan menawarkan waktu membaca sebelum menandatangani. Kiran meminta salinan untuk disimpan bersama catatan konsultasi.
Banyu bertanya apakah ia ingin ia memeriksa formulir. Kiran menjawab ia akan membacanya sendiri dan bertanya bila ada yang tidak jelas. Banyu menyetujui.
Keputusan itu membuat Kiran merasa dihormati sebagai orang dewasa yang mampu memilih. Ia masih menerima bantuan, tetapi tidak kehilangan tanggung jawab atas keputusan sendiri.
Kiran memastikan catatan konsultasi tersimpan dekat tempat tidur. Ia meminta perawat memberitahu jika ada perubahan jadwal, bukan hanya mengandalkan Banyu. Perawat mengiyakan, dan Kiran mengulang waktu konsultasi agar tidak salah. Ia merasa lebih siap karena dapat mengikuti prosesnya sendiri.
=