Deon tidak sengaja meninggalkan ponselnya ke atas meja. Saat benda itu bergetar, seketika layarnya menyala. Kerin mendekat ke meja, melirik nama kontak yang tertera. Kerin mengerutkan dahi, kedua matanya menyipit memerhatikan nomor yang ia lihat. Sepertinya ia kenal, tapi milik siapa, ya?
"Ke, lo jadi pulang sama gue, kan?" Tiba-tiba Lando datang, lalu menyapa Kerin dari arah belakang.
Kerin sontak menoleh dan balas menatap Lando yang sedang menurunkan lengan kemejanya. "Iya, Ndo. Beneran nggak bikin lo repot, kan? Siapa tahu lo mau buru-buru pulang."
"Kita satu arah, Ke. Sama sekali nggak ngerepotin." Lando tersenyum tipis. "Gue tunggu di mobil, ya. Lo masih harus ambil tas lo di kamar Alvo, kan?"
Kerin mengangguk. "Hm," angguknya. "Nanti gue susul lo ya. Sekalian gue mau pamit sa