Hari Sabtu ini Fida tidak ada jadwal apapun; tidak ada date dengan Timo, tidak ada kuliah, dan hari ini Fida bebas tidak ada kegiatan apa-apa. Jadi ia bisa rebahan seharian nikmatnya hidup.
Tiba-tiba ponselnya bergetar tanda panggilan pesan masuk. Fida pun mengambil ponsel itu mengecek pesan masuk dari siapa yang ia dapatkan. Ternyata itu pesan masuk dari Shaka.
Shaka
Lagi di mana, Fid?
Fida menatap ponsel heran tumben sekali Shaka mengirim pesan, nanya lagi ada di mana. Pasti ini anak ada maunya.
Fida
Di rumah
Kenapa?
Ada perlu kah?
Shaka tidak langsung membalas pesan dari Fida; Fida menunggunya. Menunggu pesan dari Shaka bukan berharap Shaka untuk cepat-cepat membalas pesan darinya. Fida hanya penasaran apa yang diinginkan oleh Shaka.
Shaka
Jalan yuk?
Bete gue di rumah aja.
Fida agak terkejut membaca pesan dari Shaka—Shaka ingin mengajaknya jalan? Ini tidak salah. Untuk apa? Bukankah gebetan si Shaka itu banyak untuk apa mengajaknya?
Fida tidak langsung membalas pesan dari Shaka ia malah memilih untuk mengirim pesan ke Dira biar bagaimana pun ia harus bicara ke Dira. Meskipun Dira bukan siapa-siapa Shaka, tapi Dira menyukai Shaka.
Fida
Dira!!!
Shaka ngajak gue jalan.
Gimana?
Gue males ah jalan.
pengin seharian di rumah.
Fida tidak menyangka dengan respon dari Dira yang malah mendukungnya untuk jalan bersama dengan Shaka.