Dira masih ingat moment saat di prom night. Meskipun ia tidak berpasangan dengan Shaka, soalnya Shaka berpasangan dengan siswi yang paling cantik di sekolah, dua tahun lalu. Tentu saja sangat sesuai dengan Shaka yang tampan. Kalau Shaka dan Dira berada diangkatan yang sama, lalu Shaka berpasangan dengan Dira yang malah jaidnya seperti; Upik abu dan Pangeran. Sama sekali tidak pantas. Dira menyadari hal itu.
Akan tetapi, pada saat selesai acara prom night Dira sedang menunggu taksi di depan sekolahnya. Dari kejauhan Dira melihat ada motor yang menghampirinya. Dira sudah berpikir yang tdiak-tidak. Bagaimana kalau itu begal? Bagaimana kalau itu penculik? Bagaimana kalau itu psikopat. Namun pada saat pemgedara motor tersebut membuka helmnya, Dira dibuat tercengang—Karena orang itu adalah Shaka.
"Ngapain lo di sini?" tanya Shaka.
Dira masih terheran-heran. Kok ini Shaka bisa ada di sini ya? Untuk apa? Shaka bukan panitia acara ini. Shaka sudah lulus dua tahun lalu.
"Nunggu taksi ka." jawab Dira dengan gugup. "Ka ngapain di sini?'
"Nggak boleh emang?"
Boleh sekali Ka. Malah Dira merasa sangat bahagia malam ini karena dipertemukan kembali dengan Shaka sesorang yang sangat ia kagumi.
"Boleh ka."
"Naik lo."
"Ke mana?" tanya Dira yang pada itu masih polos dan sangat naif.
Shaka berdecak kesal lelah juga berurusan dengan siswi yang terlalu polos. "Naik ke atas genteng."
"Ke atas genteng ka?" tanya Dira memastikan, Shaka mengangguk. "Maaf ka saya nggak bisa soalnya saya pakai dress.
Shaka tertawa sangat kencang, "duh lo bodoh apa polos sih?"
"Saya pintar ka, kalo nggak pintar nggak mungkin saya lulus dari SMA." kata Dira ia masih menunduk memperhatikan sepatu flat hitam yang ia pakai senada dengan dress nya.
"Gila kali lo gue nyuruh naik ke atas genteng. Maksud gue Lo naik ke motor gue. Lo gue anter pulang."
"Tapi saya nggak bisa ka. Maaf." Shaka menolak dengan sopan meskipun sebenarnya ia ingin sekali diantar pulang oleh Shaka.
"Kenapa lagi?"
"Saya pakai dress."
"Yaudah lo duduknya menyamping."
"Saya takut jatuh."
"Lo pegangan gue lah. Udah cepat naik gue nggak suka penolakan yah."