Kegelapan itu datang lagi, ketika terjebak dalam ruangan itu kali ini langsung berlari dan terus berlari. Nafasnya kini terenggah –engah. Ini mimpi namun terasa nyata.
Walau nafasnya terenggah-engah, Anne tidak juga menyerah. Entah sudah berapa jauh dan berapa lama dia berjalan hanya gelap yang menemani hingga tibalah dia diruang yang terang dan banyak cahaya.
Senyum cerah telah terukir di wajah Anne, dengan tertatih-tatih, akhirnya tibalah dia di pohon besar bersimbol wolf yang bersinar terang. Kini anne menggelus salah satu pohon dengan lembut lalu berkata
“aku ingin keluar dari tempat ini”
“izinkan aku melewatimu”
“aku tidak tahu apa yang akan ku hadapi namun aku jengah di tempat ini terus menerus tampa tujuan” keluh Anne dengan isak tangis yang sedari tadi dia tahan.
“ku mohon, aku tidak tahu harus apa sekarang ini”
“hidupku sudah sangat menderita namun mereka tidak membiarkanku mati”
“aku lelah dengn penderitaan ini namun tidak ada ujungnya”
“ruang gelap itu membawaku ke tempat ini namun hidupku tidak jelas dalam jeruji besi itu”
‘aku ingin bahagia”
“aku ingin tidak ada penderitaan lagi untukku”
“aku tidak tahan lagi menjadi manusia”
“jadi, kau inign menjadi apa?” ujar seseorang yang seketika keluar dari kegelapan.
“Michael” ujar Anne lirih.
Bukannya merasa senang bisa bertemu Michael tanpa pengganggu, anne malah memeluk dirinya sendiri sambil melangkah mundur dan menjauh.
“bukannya kau merindukanku?” ucap Michael dengan percaya diri dan senyum miring.
Anne tidak menjawab malam menunduk menatap lantai yang mulai menghitam sedangkan apa yang Michael nampak sangat terang. Melihat hal itu, Anne yakin jika sebenarnya ini adalah rencana yang Michael rencanakan.
“kau yang menjebak dan selalu membawaku ke tempat ini kan” tuding Anne dengan rasa tidak percaya
“kau ternyata benar-benar bodoh hingga baru menyadari hal ini”
“ku pikir pedro?” gumam Anne
“hero menemuimu?”
“ya, dia yang membuatku terkurung di jeruji” balas anne sambil memegangi kepalanya dengan rasa frustasi yang sebentar lagi membuatnya akan benar-benar gila sebentar lagi.
Mendengar hal tersebut, Michael kini tertawa terbahak namun bukan tawa kebahagian. sosok tinggi, tegak dan berwajah rupawan itu menatap anne intens.
Anne semakin berusaha menjauh namun dengan sekali gerakan, tubuh anne sudah menekat pada dengan tubuh Michael.
“apa yang kau inginkan”
“apa maksudmu?”
“kau sudah berusaha terlalu keras hingga berada di tempat ini jadi katakan keinginanmu”
“bahagia”
“bodoh” umpat Michael santai namun tubuhnya bergerak mengampai tangan Anne lalu membawanya melewati dua pohon itu.
Sebuah cahaya terang kini terlihat jelas ketika Michael menembusi sebuah chaaya tipis yang kini membawa tubuh anne dan Michael tiba di depan gerbang utama kerajaan dallas.
Anne di buat takjub namun semua itu seketika buyar ketika suara pekikan dari dalam ruangan itu menggangu telinga anne. Kali ini anne meringkuk menutupi telinganya namun suara itu ternyata membuat anne tersadar jika itu hanyala mimpi yang selalu nampak nyata.
Bla…
Bla….
Bla…. dan
Bla … lagi.
Masih banyak hal mereka perdebatkan. Jika saja Michael tidak meminta waktu untuk beristirahat sambil memilah saran mereka pembicaraan ini tidak akan kunjung berakhir padahal langit sudah berubah menjadi gelap.
Kini Anne dan Michael berjalan menyusuri koridor sambil bergandengan tangan. Mereka tidak mengucapkan sepatah kata pun padahal mereka sudah berjalan cukup jauh dari lokasi mereka sebelumnya.
Entah kenapa Anne menyukai suasana malam ini bahkan gengaman tangan Michael terasa sangat walaupun angin sempat berhenbus hingga membuat tubuh anne sedikit merasa dingin. Menyadari hal itu, seringainya bertambah lebar lalu berkata
“kau kedinginan rupanya” kata Michael seolah menggejek. Anne bahkan sempat memutar kedua matanya karena tidak suka dengan sikap Michael.
“sudahlah, jangan bicara lagi, jalan saja” ujar Anne dengan jawah kesal tapi anne menyempatkan diri untuk meremas tangan Michael lalu ternyata apa yang Anne lakukan ikut Michael lakukan.
Langkah demi langkah membuat mereka semakin mendekati tujuan mereka namun ketika mereka tiba di kelokan lorong, Michael malah memilih jalan yang lebih jauh. Anne menyadari hal itu tapi tetap membiarkan Michael menuntun langkahnya hingga mereka mendekati sebuah jendela kaca besar dengan ceruk kecil di depanya, lengkap dengan bangku nyaman yang kelihatan cocok sekali untuk di jadikan tempat membaca.
Di samping bangku itu ada sebuah rak yang cukup tinggi namun hanya berisi beberapa patung kecil juga lilin-lilin kecil berbentuk layaknya bunga juga ada yang berbentuk makanan di sana. Mereka berhenti cukup lama di samping rak itu karena anne memperhatikan setiap benda yang ada di rak dengan intens.
“kau menyukainya?” tanya Michael.
“ya, ini terlihat bagus dan modrent untuk tempatmu yang terkesan penuh dengan prasejarah” kata anne dengan cenggiran di akhir kalimat.
Mendengar perkataan Anne, kini Michael yang memutar kedua matanya karena merasa ucapan Anne adalah sebuah sindiran halus untuknya juga kerajaan Dallas.
Kini mereka hanya berdiri di sana, masih bergandengan tangan dan melihat cahaya kuning yang hangat menari-nari di permukaan patung yang berkilau. Michael sempat terkesina dengan wajah Anne yang kini terlihat sayang indah hingga berkata
“apa kau mencintaiku anne?”
Di tanya i seperti itu, anne seketika terkesiap dan binggung untuk menjawab Michael seperti apa karena jujurnya anne merasa nyaman bersama Michael tapi anne tidak tahu apakah yang dia rasakan adalah cinta atau hanya terbiasa dengan kehadiran Michael.
Karena tidak mendapat jawaban yang tepat, Anne menutup rapat bibirnya. Seketika Michael memijat pelepisnya terlebih dahulu. Anne memberi Michael tatapan penyesalan, dan sedih sekaligus. Michael akan lebih senang seandainya Anne meneriakinya saat ini nyatanya diamnya Anne membuat hatinya terluka.
“Michael, maafkan aku. Aku … aku … hanya…” kata anne dengan suara terbata-bata. Setelah menyusun kalimat yang benar, anne kembali berkata “ saat ini, aku hanya tidak tahu apa yang kurasakan dan kau dan semua ini belum bisa ku terima …” kata Anne.
“Aku tahu” potong Michael cepat.
Michael lalu mendudukkan bokongnya di kursi itu dan menarik tangan Anne dan menuntun tubuh anne yang seketika menjadi kaku agar duduk di pangkuannya. Anne tidak melakukan perlawanan atau penolakan bahkan dengan terkesan membiarkan Michael memeluknya erat seperti yang selalu dia lakukan.
Kini Michael menempelkan wajahnya di bahu dan leher Anne bahkan memberi kecupan-kecupan lembut di leher jenjang milik Anne. Setelah melakukan itu, Michael berkata
“aku tidak meminta apa pun darimu anne. Biarkan aku melimpahimu dengan perasaan yang ku punya” janji Michael tengan tegas.
Mendengar ucapan Michael, tanpa sadar Anne menyadarkan tubuhnya pada Michael bahkan menatap mata Michael intens untuk tahu apakah Michael serius dengan ucapannya.
“Michael aku…”
“jangan” potong Michael lagi. kini Michael menggeratkan pelukannya pada tubuh Anne lalu mengendurkannya lagi.
“Sekarang kau tidak perlu mengkhawatirkan aku atau ketiga anak-anak kita. Saat ini, cukup tahu jika kita adalah pasangan yang di pilih oleh moondgoddes untuk di persatukan untuk selamanya”
“tapi aku adalah manusia yang …”
“kau adalah reingkar nasi dari solmateku Anne dan jelas ada wolf dari dalam dirimu”
“ap .. aku .. aku tidak menggerti Michael”
“husst dengar anne, pelan namun pasti kau akan menggerti” pungkas Michael tanpa ingin mendengar bantahan dari Anne kali ini.
“ingatlah Anne, di tenggah semua kekacauan ini, ada aku di sini. Dan kita saling memiliki Wolf yang ada di diriku juga mengatakan hal yang sama”
Bukannya mengajukan beribu-ribu pertanyaan, atau menjauhkan diri, Anne malah menggalungkan lengannya di leher Michael lalu kepalanya di buat bersandari di bahu Michael yang tegap.