Pagi ini, beberapa orang mengetuk pintu kamar Anne dan setelah pintu terbuka, beberapa orang yang kemarin memandikannya dan Michael berkata jika mereka ingin menggerjakan tugas mereka. Awalnya anne menolak karena risuh dan ingin mandi sendiri tapi mereka bersikukuh jika ini tanggung jawab dan kebawajiban mereka.
Setelah aksi saling membujuk, Anne di nyatakan kalah hingga akhirnya mereka memandikan anne sama seperti kemarin. Setelah di mandikan, anne lalu di dandani tapi kali ini mereka tidak memasangkan mahkota di kepalanya.
Sekali lagi anne mereka takjub atas kerja keras dari tangan mereka, selain memandikan, mendandani, mereka juga menyediakan anne makanan yang sangat lezat. Anne memakannya dengan perasaan bahagia.
Terangnya warna langit seolah menyapa anne hingga setelah menghabiskan makanannya, anne mendekati balkon kamarnya untuk menikmati teriknya matahari. Mentari sedang bersinar terang, ini adalah kali pertama Anne merasakan hangatnya sinar matahari setelah incident itu. Di tengah kegiatannya memperhatikan sekitar, anne melihat seriga besar sedang tertidur di bawah pohon besar.
Anne bisa melihat serigala itu tertidur dengan sangat nyaman walaupun angin yang bertiup pelan menggoyangkan bulunya yang lebat dan indah. Ini pertama kalinya anne melihat serigala sebesar itu, selain ukuran tubuhnya yang sangat besar, bulu dari serigala itu nampak sangat indah.
Anne membayangkan bagaimana lembutnya jika dia bisa menyentuh bulu-bilu itu tapi bayangan itu buyar kala serigala itu terbangun lalu membalas menatap anne. Anne terkejut bukan main malah berlari menuju kamarnya dan tidak lupa menggunci pintu balkon.
“Apa yang kau lihat” Tanya seseorang di belakang anne
Anne terkejut bukan main hingga terduduk di lantai lalu menyentuh jantungnya. Melihat ekspresi anne seperti itu, Michael malah menunjukkan senyum miring yang anne tidak mengerti, entah apa maksud senyuman Michael yang jelas anne masih terkejut dengan kedatangan Michael yang secara tiba-tiba.
“Bangunlah. Anak-anak ingin menemuimu. Mereka menunggu untuk kau beri nama”
“Maksudnya?” Tanya anne binggung.
Mendengar ucapan Anne, Michael lebih dulu menghembuskan nafas secara kasar lalu bukannya menjelaskan atau menjawab pertanyaan Anne, Michael malah berteriak memanggil seseorang. Suara teriakan Michael sangat keras hingga kembali membuat Anne meringkuk melindungi dirinya sendiri.
“Ya Raja” Jawab seseorang yang anne saja tidak sadar kedatangan orang itu.
“Panggilkan guru untuk menjelaskan semuanya pada Ratu. Ajari dia semua protol kerajaan dan temani dia memilih nama yang bagus untuk anak-anak kami” Titah Michael pada orang itu.
“Laksanakan” Jawab pria itu lalu sedikit membungkuk sedangkan Michael yang di sapa Alfa oleh orang itu malah berbalik pergi dalam sekejap mata dari hadapan Anne.
Anne belum bisa mencerna semua yang terjadi bahkan dia layaknya orang linglung yang hanya terus diam di sudut ruangan dengan tubuh yang bergetar ketakutan. Ketika Michael sudah pergi jauh, Pria di hadapan Anne sedikit memberi senyum sopan dan tidak lama setelahnya beberapa orang datang tanpa di undang.
“Selamat siang Ratu dan saya sudah di sini atas panggilan anda Beta” Ujar seorang wanita berwajah cantik dan terlihat sangat anggun.
“Aku sudah menjelaskan tugasmu, laksanakan” perintah Beta pada wanita itu.
“Baik, akan saya laksanakan Beta. Di mana saya harus memulainya?” Tanya wanita itu dengan nada lembut.
“Bawa dia ke perpustakaan kerajaan. Di sana biarkan dia belajar sesuai kemampuannya” Titah pria yang di sapa Beta itu.
“Laksanakan” Ujarnya tegas “tolong ikut saya ratu, saya akan menunjukkan letak perpustakaan kerajaan pada anda” kata wanita itu lagi.
Sedari tadi Anne hanya diam mendengarkan ucapan dua sosok yang ada di hadapannya tetapi saat wanita itu memintanya ikut, Anne malah menggeleng sebagai respon. Wanita itu sedikit mendesak bahkan Pria itu juga ikut memohon pada anne nyatanya anne malah menangis keras hingga Michael dan ketiga anak-anaknya datang dengan wajah marah.
“Apa seperti ini kinerja kalian?” Bentak anak perempuan Michael.
“Maafkan atas kesalahan kami Putri. Ratu benar-benar enggan menerima keberadaan kami” jelas pria yang di sapa Beta.
“Aku heran mengapa orang menganggap kalian memiliki kinerja bagus sedangkan menghadapi seorang wanita dari kaum manusia saja kalian tidak begus” Hardik pria kecil yang merupakan anak kedua dari Michael.
“Mohon pangeran kedua menghukum atas ke bodohan kami” kata pria itu lagi.
“Tidak usah” Bantah Michael yang seketika menyela pembicaraan bawahan dengan ke dua anaknya.
“Ayahanda” Bentak wanita kecil itu.
“Ibunda kalian yang terlalu penakut dan lemah. karena mereka tidak sanggup, tugas mengajari ayahanda gulirkan perintah itu untuk kalian bertiga” Titah Michael tegas dan tidak ingin mendapat bantahan.
“Merepotkan sekali. Ayo” Ujar pria kecil yang merupakan anak pertama hasil perkawinan antara Anne dan Michael. Anne sebenarnya enggan tetapi kala tangan kecil itu menyentuh tangan Anne, seluruh ketakutan Anne hilang.
Anne dan anak pertamanya akhirnya bergerak meninggalkan kamar di susul kedua anaknya. Michael hanya memperhatikan kepergian empat sosok itu bersama dua orang bawahannya. Kala mereka sudah cukup jauh, Michael berkata
“Ikuti mereka. Cukup awasi dan duduk tidak jauh dari mereka dan kalo perlu berkomunikasi dengan anak-anakku lewat telepati tanpa harus mendekati dan berbicara dengan ratu” Ujar Michael panjang lebar memberikan arahan pada Wanita yang di tunjuk sebagai guru untuk Anne.
“Baik Raja” Kata wanita itu dengan postur tubuh sedikit membungkuk lalu melangkah pergi tidak lupa memperlihatkan sikap anggunnya yang mempesona.
“Tidak perlu memperhatikannya seperti itu, Dia bukan Matemu. Seharusnya kau sibuk mencari sebelum musim kawin datang jadi kau tidak perlu merasa kesakitan terus-menerus” tegur Michael pada Betanya lalu melangkah pergi untuk mengawasi apa yang dilakukan anne dan anak-anaknya.
Michael merasa keputusannya sekarang adalah hal yang benar, walaupun terlihat anne sangat canggung ke pada ketiga anaknya, dia bisa melihat anne masih mau menerima keberadaan tiga anak kecil itu di sampingnya di banding keberadaan orang asing yang di anggapnya sebagai ancaman.
Dari ketiga anaknya, Anak perempuannya yang paling aktif berbicara, anak keduanya memiliki karakter yang ketus sama seperti raja sebelum Michael sedangkan anak pertamanya entah mengikuti karakter siapa karena semenjak lahir dia lebih banyak diam tetapi sekali berbicara, semua karakter dia serap.
Anak pertamanya akan sangat cerewet mengomentari apa pun yang tidak dia suka, memerintah sangat galak, berbicara ketus, kasar dan tidak segan mengayunkan pedang pada orang yang tidak dia suka sedangkan jika sedang enggan berbicara, dia akan bertingkah layaknya patung bernyawa saja.
Hal itu yang sekarang Anaknya lakukan. Anak pertama yang belum di beri nama itu mendikte ibunya dengan cara kasar, hingga membuat anne menanggis tapi anne terus mengganguk pelan lalu menggikuti perintah anak kecil itu. Anak perempuan Michael malah sibuk memberikan buku yang harus Anne baca sedangkan anak kedua hanya mengawasi lalu beberapa kali menyeka air mata anne yang turun kala anak pertamanya menjadi semakin galak.
Anne paling suka menghabiskan waktunya di taman yang ada di samping kastil karena bagi anne di sana dia bisa merasakan ketenangan. Sudah sering anne ke taman itu dan sudah sering anne melihat serigala besar yang tidur di bawah pohon bersama tiga segerigala yang ukurannya lebih kecil.
Setelah kejadian anne di tatapi intens oleh serigala itu, anne tidak pernah lagi menatap hewan tersebut dengan durasi waktu lama karena saat anne melakukan itu, mereka seolah tahu dan ikut membalas tatapan anne.
Di taman itu anne akan memperlajari kembali apa yang di ajarkan anak-anaknya sekaligus memperlajari tata krama dan protocol kerajaan yang akan menjadi tanggung jawabnya. Tidak terasa, Anne sudah belajar selama sebulan lamanya dan dari pembelajaran itu, pelan namun pasti pembawan anne sedikit berubah walaupun jika berhadapan dengan orang baru, anne akan terlihat sangat canggung.
Seperti biasanya, jika selesai dari jam belajarnya, Anne akan menuju taman untuk menikmati sore tapi entah kenapa perasaannya saat ini sangat sedih. Anne merasa semakin asing dengan apa yang dia lakukan dan hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya.
Ketika sampai di taman itu, seperti biasanya Anne duduk seorang di bangku taman. Anne melepaskan semua Beban hatinya dengan cara menangis. Bagi anne, di tempat yang sangat luas dan sepi adalah tempat teraman untuk membiarkan dirinya menangis tapi anne sepertinya lupa jika bangsa Wolf bisa mendengar dengan sangat baik walaupun bermil-mil jauhnya.
“hiks … hiks … hiks Tuhan, aku adalah anak yang tidak di inginkan orang tuanya, tidak punya teman dan sampai saat ini belum sempat merasakan kebahagiaan. Kenapa kau terlalu kejam padaku ... hiks” ujarnya pilu sambil menatap langit sore yang bewarna senja dan matahari mulai terbenam.
“sekarang kau membiarkan aku terkurung di tempat ini. Semua orang berkata sesuatu yang tidak bisa di terima hiks … sebenarnya kesalahanku dimana?. Kenapa kau membiarkanku hidup di dunia ini?” jerit Anne dengan wajah yang mengadah menghadap langit.
“kenapa tidak kau biarkan aku mati saja ha” ujarnya dengan suara yang semakin keras.
“aku membenci hidupku, aku membenci terlihat lemah di depan semua orang bahkan anak-anak itu merendahkanku dengan mudah” keluh Anne dengan tangisan yang semakin terdengar pilu.
“A … aku tak suka hidupku, Aku … aku ingin mati saja tuhan dan biarkan itu terjadi. Kau tidak boleh mencegahku lagi” ancam Anne pada hal yang tidak kasat mata itu.
“Biarkan aku mati”
“jangan menghalangiku”
“aku ingin mati” jeritnya keras.
Semua pelayan, prajurit yang bertugas bisa mendengar bagaimana Anne menyumpati semua orang-orang yang menyakitinya bahkan anne dengantidak sadar menyebutkan nama Michael juga menyebut tiga anak-anak yang mengaku sebagai anak yang Anne lahirkan.
Michael dan anak-anaknya memperhatikan semua gerak-gerik Anne, bahkan mereka mendengar semua keluh kesah yang anne ucapkan. Entah inisiatif dari mana Michael mendekato Anne dalam wujud Wolfnya.
Anne yang melihat wolf itu mendekat seketika ketakutan tapi anehnya dia tidak bisa bergerak sama sekali. Anne kali ini tetap menangis keras tapi tidak lagi mengginginkan mati melainkan meminta pertolongan serta dalam hati berkata. aku memang mati tetapi aku belum memikirkan caranya. Kau sepertinya sudah sangat ingin menemuiku sampai mengirim mahluk ini.
Tubuh Anne bergetar hebat apa lagi saat anak-anak wolf itu ikut mendakat. Anne tidak bisa bergerak sama sekali, menjerit meminta pertolongan pun tidak apa lagi wolf yang ukurannya sangat besar sudah megendusi tubuh Anne.
“Ak … aku bau. Jangan menggendussiku, aku penuh derita ka … kau hanya akan tertimpa sial jika memakanku” cicit Anne sambil menggepakkan tangan seolah menggusir wolf itu tapi bukannya menghindar, wolf besar itu malah menyodorkan kepalanya miminta untuk di elus.
“hustt … hust … hustt” Usir Anne tapi wolf yang adalah perwujudatan dari Michael malah memilih duduk hingga nyaman di hadapan Anne begitu pun tiga wolf kecil yang ada di depan Anne.
“tolonglah pergi, kalo kalian tidak ingin pergi biarkan aku ppergi yah” Ujar Anne memelas lalu lari terbirit-b***t menuju kamarnya.