dirimu yang masih berpijak dibelakan bumi yang sama denganku
masih berada seatap denganku
sehebat apakah engkau hingga ingin semua tahu kebaikanmu dengan sikap yang seolah paling mengerti orang lain tapi tidak mampu memimpin keluargamu sendri.
kau selalu berkata jika surga ditapak kaki ibu namun sikap dan tingkahmu tidak menunjukkan akan ada surga di wanita yang kau nikahi ini, kau berkata pandangan orang lain tentang keluargamu itu penting tapi kau tidak mementingkan perasaan yang ku punya.
bolehkan aku kembali pada masa lalu, jika ia aku takkan pernah ingin bertemu KAU.
dari luasnya tuhan menciptakan dunia dan begitu banyak umat yang diciptakan menggapa harus engkau yang datang sebagai pilhan tuhan untukku,
bolehkah kau menjelaskan padaku arti sebuah pernikahan.? apa yang ingin kau capai dalam sebuah pernikahanan ini? dan apa aku dalam hidupmu?
setiap wanita ingin dikasihi dan dihargai namun ternyata sikap manismu hanya diawal kalimat, pertenggahan dan akhir dari sebuah ucapan tidak pernah menembus indra perasaku, kau tahu jika aku adalah wanita dengan sejuta kekurangan dan sikap buruk dari keluarga yang sangat buruk menurutmu tetapi tetap kau nikahi, tetap kau sentuh namun tetap juga kau sakiti terus menerus.
tak mengapa mungkin jika hanya KAU yang tak menghargaiku, tetapi ternyata sikap kasarmu berambas pada keturunan kita, tak seorangpun yang memperlakukanku layaknya seorang ratu maupun ibu dari sebuah keluarga, isss sungguh miris duniaku, saat anak-anak yang kurawat dalam rahimku dengan kasih sayang, cinta dan perhatian penuh, lalu lahir kedunia dengan sangat manis, sangat membahagiakan saat menikmati tumbuh kembang mereka, namun ternyata apa yang kutanam tidak dapat kupetik hasilnya.
statusku memang ibu dari mereka namun rasanya aku tidak ada bedanya dengan seorang pembantu, aku memang seorang tidak bisa tegas akan perasaanku karena begitu menyanyanggi mereka tapi yaaa sungguh malang nasipku, semakin hatiku melunak semakin keras cobaanku.
kau berkata kenarlah surga milik allah SWT tapi hahaha dunia dalam kehidupan nyataku saja tak mampu kuraih hingga saat ini, dan itu karena KAU. sang khiyai ulung, menegaskan dalil-dalil dan ayat-ayat suci allah namun hahahaha coba pamilah terlebih dahulu arti sebuah kata yang tersirat dalam setiap bait-bait perintahnya yerlebih dahulu, jangan mendikteku akan sebuah kesempurnaan jika aklakmu pun tidak jauh beda denganku.
otakku yang selalu jadi candaan bagimu, aku lemah bagimu, aku tak berarti untukmu, dan hahahaha masih kau sentuh lalu kau caci ketika ucapanku tidak seperti yang kau mau.
tubuhku bisa saja pulih
orang tuaku begitu memperlakukanku dengan baik, namun setelah berganti status, ahaha perlakuanmu juga ikut berubah
dirimu yang masih berpijak dibelakan bumi yang sama denganku
masih berada seatap denganku
sehebat apakah engkau hingga ingin semua tahu kebaikanmu dengan sikap yang seolah paling mengerti orang lain tapi tidak mampu memimpin keluargamu sendri.
kau selalu berkata jika surga ditapak kaki ibu namun sikap dan tingkahmu tidak menunjukkan akan ada surga di wanita yang kau nikahi ini, kau berkata pandangan orang lain tentang keluargamu itu penting tapi kau tidak mementingkan perasaan yang ku punya.
bolehkan aku kembali pada masa lalu, jika ia aku takkan pernah ingin bertemu KAU.
dari luasnya tuhan menciptakan dunia dan begitu banyak umat yang diciptakan menggapa harus engkau yang datang sebagai pilhan tuhan untukku,
bolehkah kau menjelaskan padaku arti sebuah pernikahan.? apa yang ingin kau capai dalam sebuah pernikahanan ini? dan apa aku dalam hidupmu?
setiap wanita ingin dikasihi dan dihargai namun ternyata sikap manismu hanya diawal kalimat, pertenggahan dan akhir dari sebuah ucapan tidak pernah menembus indra perasaku, kau tahu jika aku adalah wanita dengan sejuta kekurangan dan sikap buruk dari keluarga yang sangat buruk menurutmu tetapi tetap kau nikahi, tetap kau sentuh namun tetap juga kau sakiti terus menerus.
tak mengapa mungkin jika hanya KAU yang tak menghargaiku, tetapi ternyata sikap kasarmu berambas pada keturunan kita, tak seorangpun yang memperlakukanku layaknya seorang ratu maupun ibu dari sebuah keluarga, isss sungguh miris duniaku, saat anak-anak yang kurawat dalam rahimku dengan kasih sayang, cinta dan perhatian penuh, lalu lahir kedunia dengan sangat manis, sangat membahagiakan saat menikmati tumbuh kembang mereka, namun ternyata apa yang kutanam tidak dapat kupetik hasilnya.
statusku memang ibu dari mereka namun rasanya aku tidak ada bedanya dengan seorang pembantu, aku memang seorang tidak bisa tegas akan perasaanku karena begitu menyanyanggi mereka tapi yaaa sungguh malang nasipku, semakin hatiku melunak semakin keras cobaanku.
kau berkata kenarlah surga milik allah SWT tapi hahaha dunia dalam kehidupan nyataku saja tak mampu kuraih hingga saat ini, dan itu karena KAU. sang khiyai ulung, menegaskan dalil-dalil dan ayat-ayat suci allah namun hahahaha coba pamilah terlebih dahulu arti sebuah kata yang tersirat dalam setiap bait-bait perintahnya yerlebih dahulu, jangan mendikteku akan sebuah kesempurnaan jika aklakmu pun tidak jauh beda denganku.
otakku yang selalu jadi candaan bagimu, aku lemah bagimu, aku tak berarti untukmu, dan hahahaha masih kau sentuh lalu kau caci ketika ucapanku tidak seperti yang kau mau.
tubuhku bisa saja pulih
orang tuaku begitu memperlakukanku dengan baik, namun setelah berganti status, ahaha perlakuanmu juga ikut berubah
dirimu yang masih berpijak dibelakan bumi yang sama denganku
masih berada seatap denganku
sehebat apakah engkau hingga ingin semua tahu kebaikanmu dengan sikap yang seolah paling mengerti orang lain tapi tidak mampu memimpin keluargamu sendri.
kau selalu berkata jika surga ditapak kaki ibu namun sikap dan tingkahmu tidak menunjukkan akan ada surga di wanita yang kau nikahi ini, kau berkata pandangan orang lain tentang keluargamu itu penting tapi kau tidak mementingkan perasaan yang ku punya.
bolehkan aku kembali pada masa lalu, jika ia aku takkan pernah ingin bertemu KAU.
dari luasnya tuhan menciptakan dunia dan begitu banyak umat yang diciptakan menggapa harus engkau yang datang sebagai pilhan tuhan untukku,
bolehkah kau menjelaskan padaku arti sebuah pernikahan.? apa yang ingin kau capai dalam sebuah pernikahanan ini? dan apa aku dalam hidupmu?
setiap wanita ingin dikasihi dan dihargai namun ternyata sikap manismu hanya diawal kalimat, pertenggahan dan akhir dari sebuah ucapan tidak pernah menembus indra perasaku, kau tahu jika aku adalah wanita dengan sejuta kekurangan dan sikap buruk dari keluarga yang sangat buruk menurutmu tetapi tetap kau nikahi, tetap kau sentuh namun tetap juga kau sakiti terus menerus.
tak mengapa mungkin jika hanya KAU yang tak menghargaiku, tetapi ternyata sikap kasarmu berambas pada keturunan kita, tak seorangpun yang memperlakukanku layaknya seorang ratu maupun ibu dari sebuah keluarga, isss sungguh miris duniaku, saat anak-anak yang kurawat dalam rahimku dengan kasih sayang, cinta dan perhatian penuh, lalu lahir kedunia dengan sangat manis, sangat membahagiakan saat menikmati tumbuh kembang mereka, namun ternyata apa yang kutanam tidak dapat kupetik hasilnya.
statusku memang ibu dari mereka namun rasanya aku tidak ada bedanya dengan seorang pembantu, aku memang seorang tidak bisa tegas akan perasaanku karena begitu menyanyanggi mereka tapi yaaa sungguh malang nasipku, semakin hatiku melunak semakin keras cobaanku.
kau berkata kenarlah surga milik allah SWT tapi hahaha dunia dalam kehidupan nyataku saja tak mampu kuraih hingga saat ini, dan itu karena KAU. sang khiyai ulung, menegaskan dalil-dalil dan ayat-ayat suci allah namun hahahaha coba pamilah terlebih dahulu arti sebuah kata yang tersirat dalam setiap bait-bait perintahnya yerlebih dahulu, jangan mendikteku akan sebuah kesempurnaan jika aklakmu pun tidak jauh beda denganku.
otakku yang selalu jadi candaan bagimu, aku lemah bagimu, aku tak berarti untukmu, dan hahahaha masih kau sentuh lalu kau caci ketika ucapanku tidak seperti yang kau mau.
tubuhku bisa saja pulih
orang tuaku begitu memperlakukanku dengan baik, namun setelah berganti status, ahaha perlakuanmu juga ikut berubah
dirimu yang masih berpijak dibelakan bumi yang sama denganku
masih berada seatap denganku
sehebat apakah engkau hingga ingin semua tahu kebaikanmu dengan sikap yang seolah paling mengerti orang lain tapi tidak mampu memimpin keluargamu sendri.
kau selalu berkata jika surga ditapak kaki ibu namun sikap dan tingkahmu tidak menunjukkan akan ada surga di wanita yang kau nikahi ini, kau berkata pandangan orang lain tentang keluargamu itu penting tapi kau tidak mementingkan perasaan yang ku punya.