Pagi ini Nare berjalan santai di loby menuju ruangan tempatnya bekerja sambil memutar - mutarkan kunci mobil di tangannya dan sesekali membalas sapaan orang-orang.
"Pagi pak" sapa Nare kepada bos killer nya itu.
"Hmm"
Tahan re tahan Batin Nare
"Jadwal saya apa hari ini?" tanya Arga dengan tampang angkuhnya.
"Nanti jam 10 ada meeting dengan PT Sejahtera Makmur pak, terus nanti sehabis makan siang ada klien yang ingin bertemu bapak" ucap Nare sesabar mungkin menghadapi sang bos killer.
"Oke, nanti sore kamu ikut saya ke Rumah Sakit" ucap Arga.
"Ngapain pak?" tanya Nare
"Mama saya mau ketemu kamu" jawab Arga yang dibalas anggukan kecil oleh Nare.
"Kalo gitu saya permisi pak" ucap Nare
"Hmm"
•••
Setelah keluar dari ruangan bos killer nya, Nare langsung kembali melanjutkan pekerjaannya. Karena haus dan mengantuk melanda, Nare memutuskan menuju pantry untuk membuat kopi.
"Eh, ngopi re" ucap Yani menawarkan kopi kepada Nare
"Iya ini mau bikin" ucap Nare
"Eh btw, lo tau ga re?" ucap Yani memulai pergibahan
"Nah kan Nah kan, bau-bau perbuatan dosa segera dimulai nih" ucap Nare sambil memutarkan kedua bola matanya. Yani yang melihat itu terkekeh kecil.
"Ini hot news re, lo harus tau gaboleh ketinggalan" ucap Yani mutlak
"Apasih emang?" tanya Nare yang mulai mengikuti alur dosa tersebut
"Lo tau si Siti ga?"
"Siti yang mana? Siti Badriah?" tanya Nare asal
"Pala lo, bukan" ucap Yani sambil menoyor kepala Nare pelan Yang dibalas cengiran oleh Nare.
"Itu loh, yang bajunya ketat itu yang dandanannya paling nyentrik" lanjut Yani
"OOH YANG ITU" ucap Nare heboh
"Biasa aja woii" ucap Yani sambil celingukan panik, takut ada yang melihat dirinya dan Nare yang berbuat dosa.
"Kenapa emang dia yan?" tanya Nare kepo
"Katanya nih ya katanya, dia mau nikah" ucap Yani berbisik
"Loh emang kenapa? bagus dong dia mau nikah" ucap Nare sambil meminum kopinya
"Yee lo gatau aje" cibir Yani
"Kenapa sih emang?" tanya Nare yang semakin kepo dengan alur pergibahan ini.
"Dia nikah tapi tekdung duluan" ucap Yani berbisik
"Hah? tekdung gimana?" tanya Nare berbisik juga
"Ya itu tekdung" ucap Yani sambil memperagakan dengan tangan berbantuk bulat di perutnya.
"Gilaa, kok bisa?!" ucap Nare kaget
"Ya bisalah kan dibuat oon" ucap Yani sambil menoyor kepala Nare
"Sakit nyet" ucap Nare mengumpati Yani.
Yani yang mendengar u*****n yang diberikan Nare bukannya marah malah terkekeh geli, karena memang sudah terbiasa.
"Lagian lo--"
Ekhem
Ucapan Yani terputus oleh suara deheman keras seseorang. Yani dan Nare memutuskan untuk menoleh untuk melihat orang itu, setelah tau orang tersebut ternyata sang bos killer mereka berdiri tergesa - gesa dari duduknya.
"Gaada kerjaan kalian?" tanya Arga sinis
"A-ada pak" jawab keduanya sembari menunduk
"Kerjain" ucap Arga dingin dan berlalu begitu saja dari hadapan keduanya.
"Anjir aura nya serem banget re gila" ucap Yani sambil bergidik ngeri.
"Udah - udah ayo balik kerja lagi" ucap Nare sambil mendorong pelan tubuh Yani agar segera cepat berjalan yang membuat Yani mendengus kesal.
•••
Sore ini Nare sedang membereskan meja tempatnya bekerja bersiap - siap untuk pulang. Namun suara seseorang mengehentikan kegiatan nya.
"Jangan lupa ikut saya ke Rumah Sakit, Mama saya mau ketemu"
"Ohh iya pak, saya ga lupa kok" ucap Nare sambil tersenyum tipis
Tapi boong, gue lupa padahal anjir Batin Nare
"Saya tunggu di Parkiran" ucap Arga sambil berjalan meninggalkan dari hadapan Nare.
"Tapi saya mobil sendiri pak" ucap Nare menghentikan langkah Arga.
"Tinggal aja mobil kamu di kantor" jawab Arga dengan santainya
"Terus besok saya kerja pake apa pak?!" protes Nare
"Naik taksi banyak sha" ucap Arga berusaha sabar menghadapi sang sekretaris cantiknya ini, eh.
"Tapi kan-"
"Nurut Naresha" Nare yang baru hendak protes mendadak diam setelah mendengar suara Arga yang begitu menyeramkan.
"Iya pak" pasrah Nare
Setelah memastikan bahwa Nare menuruti keinginannya, Arga melanjutkan langkahnya yang tertunda menuju Parkiran diikuti Nare yang mengekor dibelakangnya.
•••
Setelah sampai di Parkiran mereka berdua langsung memasuki mobil milik Arga.
"Nanti berhenti dulu di Supermarket yaa pak" ucap Nare
"Buat apa? kamu mau belanja?" tanya Arga
"Engga, buat bawain buah tangan untuk Mama Wina" ucap Nare yang dibalas anggukan oleh Arga.
•••
Mereka berdua berjalan beriringan memasuki Supermarket dengan keranjang yang dibawa Nare.
"Mama Wina sukanya buah apa pak?" tanya Nare saat mereka sampai di stand buah-buahan.
"Apa aja" jawab Arga singkat
Nare yang mendengar jawaban menyebalkan milik Arga hanya menghela nafas lelah dan lanjut memilih buah untuk Mama Wina.
Setelah memilih buah, mereka berdua berjalan menuju kasir yang lumayan penuh.
"Ga sekalian belanja bulanan aja mbak?" tanya ibu - ibu yang berada didepan Nare.
"Eh engga bu" jawab Nare sambil tersenyum kikuk.
"Aduh lagi ngidam ya? itu suami nya ganteng, pasti nanti anaknya ganteng dan cantik - cantik nih" ucap ibu-ibu di depan Nare semakin ngalur ngidul.
"Eh, engga bu, bukan" jawab Nare kebingungan, sedangkan Arga yang melihat itu hanya diam sambil mengaminkan dalam hati, eh.
"Pak bantuin saya dong" bisik Nare kepada Arga
"Bantuin apa? kamu keberatan?" tanya Arga sambil mengambil alih keranjang yang dibawa Nare.
"Duh suami nya udah ganteng perhatian lagi" goda ibu-ibu yang sedang membayar di kasir.
Astagfirullah ini ibu - ibu minta gue apain nih enaknya Batin Nare geram
•••
Setelah keluar dari Supermarket wajah Mare masih menahan kesal dan itu malah membuat Arga menahan tawanya, gengsi lah bun.
"Bapak tadi kenapa gak bantuin saya sih?!" tanya Nare kesal.
"Biarin ajalah sha, kalo diladenin makin jadi" jawab Arga santai seolah-olah tidak terjadi apapun.
Nare yang mendengar jawaban menyebalkan dari mulut Arga hanya mencebikkan bibirnya kesal.
•••
Rumah Sakit
"Assalamualaikum" ucap Nare dan Arga bersamaan saat memasuki kamar rawat Mama Wina
"Wa alaikumsalam, akhirnya anak-anak Mama dateng juga" jawab Mama Wina dengan senyum sumringah
"Anak mama kan Arga doang" celetuk Arga
"Diem kamu" sinis Mama Wina kepada anak semata wayangnya
"Nare sini sayang" lanjutnya sambil tersenyum manis kepada Nare.
"Iyaa ma, ini Nare bawa buat Mama" ucap Nare menghampiri Mama Wina sembari membawa buah-buahan yang sempat ia beli di Supermarket tadi.
"Ya ampun ga usah repot-repot atuh re, kamu dateng aja mama udah seneng" ujar Mama Wina dengan nada lembut dan senyum manis khas nya.
"Gapapa kok ma, biar mama cepet sembuh" ucap Nare sambil tersenyum manis.
"Arga kamu bisa keluar sebentar? mama mau bicara dulu sama Nare" ujar Mama Wina kepada Arga
"Iya ma" jawab Arga sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan mamanya.
Setelah Arga berlalu, kini tersisa Mama Wina dan Nare dengan tampang gugupnya.
Mampus gue canggung banget woii Batin Nare berteriak
"Nare sayang, sini Mama mau ngomong serius sama kamu" ujar Mama Wina lembut.
"Iyaa ma" ujar Nare sambil duduk disebelah brankar Mama Wina
"Kalo misalnya, kamu nikah sama Arga, kamu mau?" tanya Mama Wina
"H-hah? maksudnya gimana ma?" tanya Nare bingung
"Umur mama sudah tua Nare, belum lagi mama sakit, umur gaada yang tau Nare, mama pengen banget liat Arga nikah itu aja yang mau mama" ujar Mama Wina dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"T-tapi ma, kalo Nare sama pak Arga nikah, kita ga saling mencintai ma" ujat lembut Nare dengan mata yang berkaca-kaca, merasa sulit untuk mengabulkan permintaan ibu dari bos nya.
"Cinta bisa datang karena terbiasa Nare, mama mohon dengan sangat sama kamu, kamu mau ya menikah dengan anak mama?" ujar Mama Wina
"Nare pikirin lagi yaa ma" ujar Nare sambil tersenyum simpul
"Mama gak minta kamu jawaban sekarang Nare, mama kasih kamu waktu" ujar Mama Wina sambil tersenyum san mengusap rambut panjang Nare.
"Makasih yaa ma" ucap Nare tersenyum manis
"Boleh mama peluk kamu?" tanya Mama Wina
"Boleh dong ma, sini" jawab Nare sambil merentangkan tangannya.
Mama Wina langsung memeluk Nare dengan erat.
Ekhem
Suara deheman keras seseorang membuat mereka melepaskan pelukannya.
"Apasih Ar, ganggu kamu tuh" sinis Mama Wina kepada anaknya
"Anaknya dia apa gue" gumam Arga pelan.
"Ngomong apa kamu?" tanya Mama Wina dengan sinis
"Hah? oh enggak gak ngomong apa-apa" ucap Arga sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.
"Naresha ayo pulang, saya antar" ucar Arga kepada Nare.
"Ohh iya pak"
"Ma Nare pulang dulu yaa, mama cepet sembuh nanti Nare kesini lagi" ucap Nare sambil memeluk Mama Wina
"Iyaa sayang, kamu hati-hati yaa" ucap Mama Wina
"Yaudah Nare pamit yaa ma, Assalamualaikum"
"Arga juga pamit antar Nare yaa ma, Assalamualaikum"
"Wa alaikumsalam"
•••
Mobil Arga berhenti di depan rumah milik Nare. Arga melihat ada mobil yang membuatnya heran.
"Sha"
"Hmm iya pak? udah sampai ya?" jawab Nare yang sedari tadi memainkan ponselnya
"Rumah kamu ada tamu?" tanya Arga
"tamu?" tanya balik Nare sambil melihat ke arah rumahnya, sedetik kemudian ia membulatkan matanya kaget.
"ASTAGFIRULLAH IBU" teriak Nare yang membuat Arga terjungkal kaget
"Kamu kenapa sih, gausah teriak bisa?" ucap Arga sambil menatap Nare tajam.
"Maaf pak maaf, saya baru inget hari ini ibu saya pulang" jawab Nare tersenyum kikuk.
"Saya turun dulu yaa pak, makasih udah mau antar saya" lanjutnya
"Iyaa sama-sama"
"Hati-hati yaa pak"
"Hmm"
•••
"Assalamualaikum" ucap Nare ketika memasuki rumah
"BU IBUUU" teriak Nare mencari ibunya
"Ga usah teriak Naresha" ucap suara bariton seseorang mengejutkan Nare
"Ibu mana?" tanya Nare dingin kepada Ayah kandungnya
"Kamu baru pulang?" tanya Aidan (Ayah Nare)
"Ga usah sok peduli" jawab Nare ketus
"Kamu ga kangen papa?" tanya Aidan
"Ibu mana?" tanya lagi Nare yang berusaha memendam emosi nya
"Papa kangen kamu" ucap Aidan sambil menatap putrinya sendu
"Aku gak peduli" ucap Nare sambil melenggang pergi ke kamarnya
Aidan yang melihat sikap putri nya hanya menghela nafas kasar.
"Pa"
"Bu? udahan sholatnya? tadi Nare pulang nanyain kamu" ucap Aidan kepada sang istri.
"Nare udah pulang? kemana dia sekarang?" tanya Salsa (Ibu Nare)
"Dikamarnya" ucap Aidan sambil tersenyum tipis
"Dia masih gamau ngomong sama kamu?" tanya Salsa pelan
"Nare butuh waktu bu" ucap Aidan memaklumi
"Sampai kapan pa?! kamu ayah kandungnya, ga seharusnya dia bersikap seperti itu!" ucap Salsa dengan suara yang mulai meninggi.
"Ini udah hampir 3 tahun, perlu waktu berapa lama lagi?!" lanjutnya
"Biar ibu yang bicara sama Nare" ucap Salsa sambil melenggang pergi ke kamar putrinya.
•••
Tok...tok...tok...
"Masuk" teriak Nare dari dalam kamarnya
"ibu?" kaget ketika ibunya memasuki kamarnya
"Kenapa bu?" tanya Nare
"Kamu ga kangen ibu?" tanya Salsa sambil merentangkan tangannya
Nare yang melihat itu langsung berhambur ke pelukan sang ibu.
"Nare kangeeeen banget sama ibu" ucap Nare di sela-sela pelukan mereka
"Ibu juga kangen banget sama anak cantiknya ibu" ucap Salsa dan mencium puncuk kepala Nare
"Udah kamu tidur gih, udah malam besok kamu kerja" ucap Salsa
"Iyaa"
"Yaudah ibu keluar dulu yaa, selamat malam anak ibu" ucap Salsa sambil mencium puncuk kepala Nare.
•••
Pagi ini Nare bangun melaksanakan sholat subuh, mandi, san bersiap untuk bekerja.
"Oh iya mobil gue kan dikantor" gumam Nare didepan cermin.
"Ck gara-gara bos sialan nih" umpat Nare
"Terus gue pake apa dong"
Akhirnya Nare memutuskan naik ojek online yang akan ia pesan setelah sarapan nanti.
"Ibu masak apa?" tanya Nare sambil memeluk sang ibu dari belakang
"Hish kamu ngagetin aja, untung ga ke siram minyak panas" ucap Ibu kesal
Nare yang ditegur sang ibu hanya menunjukkan cengirannya
"Duduk dulu re, dikit lagi mateng" ucap ibu agar anak perempuan nya tidak menggangu dirinya memasak.
Nare langsung mendudukkan dirinya di bangku meja makan.
Sambil menunggu masakan sang ibu Nare memutuskan untuk memainkan ponselnya.
"Kamu mau berangkat re?" suara seseorang mengejutkan Nare
"Keliatannya" ucap Nare sambil mengedikkan bahunya acuh
"Loh papa juga udah turun ternyata" ucap Ibu sambil menyajikan nasi goreng.
"Ayo makan dulu pa, re" lanjutnya
"Nare gajadi sarapan bu, udah mau telat nih" ucap Nare berbohong
"Makan dulu atuh re, kamu ga kangen masakan ibu emangnya" ucap Ibu sabar
"Ga usah bu, nanti Nare makan di kantin kantor aja" ucap Nare yang hendak berdiri namun terpaksa menghentikan pergerakan nya karena suara sang ibu.
"KAMU KENAPA SI RE?!, MAU SAMPAI KAPAN KAMU KAYA GINI?!" ucap Ibu dengan suara meninggi
Nare yang mendengar itu terkejur bukan main, sama halnya dengan Nare, Aidan yang mendengar suara istrinya hanya bisa diam.
"Sekarang makan" ucap Ibu dingin
Akhirnya mau tak mau Nare menuruti kemauan sang ibu, kembali duduk dan makan masakan sang Ibu.
"Kamu ke kantor naik apa re? papa ga liat mobil kamu" ucap Papa
"Ojek" jawab Nare singkat tanpa menatap sang Ayah
"Kalau bicara sama orang tua yang sopan" sindir Ibu kepada Nare
"Mobil kamu kemana emang?" tanya Papa lagi
"Di kantor"
"Papa antar aja ya?" ujar Papa
"Ga usah, makasih" jawab Nare yang masih bersikap acuh
"Kita searah, Ayah antar ya?" ucap Aidan yang masih berusaha membujuk Nare
"Ga usah sok peduli bisa?" tanya Nare ketus
"NARE" tegur Ibu dengan membentak
Nare yang mendengar bentakkan sang Ibu hanya diam berusaha menahan air matanya yang hendak mengalir.
"Aku berangkat" pamit Nare tanpa melihat keduanya
Aidan yang melihat putrinya semakin acuh kepada nya hanya diam merasakan sesak di dadanya.