Mendengar rentetan ceramah dari Zaki membuat Ardi semakin kesal. Bagaimana mau tidak kesal, bocah cilik yang kira-kira masih umur tujuh belasan tahun ini berani-beraninya menasehatinya. Hey...Ardi juga tau kali arti dari ikhlas, bahkan mungkin pengetahuan bocah yang ada disampingnya ini tidak lebih baik dari pengetahuannya tentang agama selama ini. Hati dan telinga Ardi mulai panas dengan nasihat bocah yang ada disampingnya. Ardi mengulas senyum terpaksa untuk menghentikan Zaki yang terus menerus menceramahinya ini.
“Alhamdulillah k..kalau Rasyid y..yang lamar kamu, insyaAllah aku i,,ikhlas kok. Dia orang yang baik (tidak lebih baik dari aku)” lanjut Ardi dalam hati pada akhir kalimat
Kia mendongakkan kepala melihat raut wajah Ardi dan meyakinkan dirinya bahwa yang diucapkan Ardi ini ada