Kia bangun dengan mata memerah karena semalaman dia hanya tidur sebentar. Karena telfon dari Ardi membuatnya gundah gulana. Sepertinya ini benar-benar ujian baginya. Kia meranjak dari kasurnya kemudian mengambil wudhu dan melaksanakan sholat malam. Disaat hatinya sedang resah dan gelisah Kia menundukkan diri bersyujud berpasrah kepada sang pencipta. Air mata Kia menetes sepanjang sujudnya, bibirnya berdzikir menyebutkan nama Allah memohon agar ditetapkan hatinya dan diberi kemudahan melangkah menuju ibadah terpanjang sekaligus penyempurna separuh iman.
Kia terhanyut dalam lantunan doanya hingga suara adzan berkumandang. Kia melaksanakan sholat fajar dilanjutkan sholat subuh dan Tilawatil Qur'an. Kia melanjutkan aktivitas seperti biasanya tetapi tentu ada yang beda karena mulai hari ini K