Kia mengamati interaksi antara Rasyid dengan sang umi. Batinnya tersenyum ketika melihat perlakuan Rasyid terhadap ibunya. Itu berarti Rasyid sangat menghargai wanita. Betapa beruntungnya dia jika nanti menjadi istri Rasyid.
"Astagfirullah" ucap Kia sedikit keras karena sadar jika dia sedang membayangkan kehidupan rumah tangganya dengan Rasyid. Suara Kia terdengar oleh Rasyid dan uminya yang sedang berpelukan.
"Kia... Mau kemana ?" Tanya Rasyid karena melihat kia berdiri seperti orang yang sedang bingung.
"Anu...inu... Eh ini apa aku lagi nyari kamar mandi" ucap Kia gugup karena mendapat tatapan tajam dari umi Rasyid.
"Oh iya itu sebelah kanan kamu ada pintu kamar mandi" ucap Rasyid ramah. Kia melangkahkan kaki kekamar mandi setelah mendapat instruksi dari Rasyid.
Setelah membujuk s